Kabut Asap Kepung Bandara Samarinda 3 Hari, Jajaran Pegawai Gelar Shalat Istisqa

Kompas.com - 16/09/2019, 17:47 WIB
Warga berjalan di kompleks Bandara Supadio yang diselimuti kabut asap di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (15/9/2019). Plt Kadiv Operasional Bandara Internasional Supadio Pontianak Andry Felanie menyatakan bahwa pada Minggu (15/9/2019) terdapat 19 penerbangan keberangkatan dan 18 penerbangan kedatangan yang dibatalkan karena jarak pandang di landasan Bandara Supadio mengalami penurunan akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah setempat. ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSAWarga berjalan di kompleks Bandara Supadio yang diselimuti kabut asap di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (15/9/2019). Plt Kadiv Operasional Bandara Internasional Supadio Pontianak Andry Felanie menyatakan bahwa pada Minggu (15/9/2019) terdapat 19 penerbangan keberangkatan dan 18 penerbangan kedatangan yang dibatalkan karena jarak pandang di landasan Bandara Supadio mengalami penurunan akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah setempat.

SAMARINDA, KOMPAS.com - Jajaran pegawai Bandara APT Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, menggelar shalat Istisqa meminta hujan, Senin (16/9/2019).

Shalat Istisqa dilaksanakan di halaman Kantor UPBU APT Pranoto Samarinda, Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, dipimpin Ustaz Abidin.

Permohonan hujan lantaran kabut asap disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Kaltim, ditambah asap dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang mengepung bandara sejak tiga hari terakhir.

Puncaknya, pada Senin (16/9/2019) pagi, asap tebal mengepung bandara. Jarak pandang hanya 200 meter dari normal 5.000 kilometer.

Baca juga: Dapat Kiriman Kabut Asap dari Penjuru Kalimantan, Langit Samarinda Mulai Pekat

Kondisi tersebut membuat sejumlah rute penerbangan terganggu, dari batal terbang hingga pengalihan melalui rute Bandara Sepinggan, Balikpapan.

Dalam suasana khusyuk, pimpinan hingga staf serta anggota komunitas Bandara APT Pranoto Samarinda berdoa agar turun hujan.

"Kami memohon turunnya hujan agar bencana kabut asap akibat kebakaran lahan di wilayah Kalimantan segera berakhir," ungkap Kepala Bandara APT Pranoto, Dodi Dharma Chayadi.

Dia juga mengimbau masyarakat Samarinda agar dapat bersinergi dalam menjaga dan menciptakan wilayah Samarinda yang bebas dari asap dengan tidak lagi membakar hutan dan lahan.

“Jangan ada lagi masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar lahan karena asap yang ditimbulkan dampaknya sangatlah merugikan kita semua, terutama dampak asap yang mengakibatkan aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto menjadi terganggu," ujar Dodi.

Wagub Kaltim perintahkan padamkan api

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X