BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Perairan Kepri Selain Kabut Asap

Kompas.com - 16/09/2019, 08:01 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kantor Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada dan selalu mengenakan masker terhadap kabut asap yang terus menebal di udara Kepulauan Riau. BMKG HANG NADIM, BATAMBadan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kantor Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada dan selalu mengenakan masker terhadap kabut asap yang terus menebal di udara Kepulauan Riau.

BATAM, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kantor Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada dan selalu mengenakan masker sebagai antisipasi kabut asap yang terus menebal di udara Kepulauan Riau.

Selain kabut asap, BMKG juga mengingatkan untuk selalu waspada terhadap bahaya cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah Kepri.

Seperti gelombang laut yang saat ini sangat mengkhawatirkan, mulai dari perairan Kabupaten Bintan, Lingga hingga Kota Batam. Tinggi gelombang mencapai 2 meteran.

Baca juga: Kabut Asap Menebal, Penerbangan Lokal di Lingga, Riau, Dibatalkan

Prakirawan Station Meteorologi BMKG Hang Nadim, Addini Siti Novitasari mengatakan, peringatan ini diperkirakan berlaku hingga tiga hari ke depan.

Tinggi gelombang mencapai 1,5 meter hingga 2 meter.

"Dalam pantauan satelit peramal cuaca (forecaster) BMKG Hang Nadim terungkap pola angin di wilayah Indonesia bagian Tenggara, Barat Daya dan Selatan dengan kecepatan 5-30 knot," kata Addini melalui pesan singkat, Senin (16/9/2019).

Untuk perairan natuna, terpantau tinggi gelombang mencapai 1,5 meteran, sedangkan perairan Anambas juga mencapai 1,5 meteran.

Kemudian perairan Kabupaten Lingga mencapai 2 meter. Perairan Tanjungpinang dan Bintan 1,5 meter serta perairan Karimun mencapai 1 meter.

"Sementara periaran Batam tinggi gelombang juga mencapai 1,5 meter," jelasnya.

Lebih jauh Addini mengatakan, untuk prakiraan kelembaban udara pada lapisan atas relatif rendah, didukung dengan kecepatan angin yang tinggi, sehingga hal ini menjadikan potensi pembentukan awan di wilayah Kepulauan Riau menjadi kurang signifikan.

Secara umum kondisi cuaca hari ini hingga tiga hari ke depan diperkirakan cerah hingga berawan, namun masih berpotensi terjadi hujan lokal dengan intensitas tinggi yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Tidak hanya itu, harap juga diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Untuk perahu nelayan, risiko pelayaran terjadi apabila kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter.

Kemudian Kapal Tongkang, apabila kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter maka pelayaran bisa berbahaya.

Sedangkan kapal Ferry diiimbau tidak berlayar jika kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

Selanjutnya kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar sangat berisiko berlayar jika kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter.

"Untuk nelayan, diingatkan selalu membawa life jacket dan menghindari awan kumulonimbus yang merupakan sebuah awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya," imbaunya.

Baca juga: 5 Fakta Dampak Kabut Asap Karhutla, Udara Tak Sehat hingga Menyiksa Rakyat

Trkait kabut asap, Addini, mengatakan saat ini masih mengkhawatirkan. Namun untuk titik panas di Kepri mulai turun.

"Namun untuk jumlah pastinya kami juga masih memunggu hasil dari pemantauan yang diupdate siang nanti," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Regional
Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Regional
15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

Regional
Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Regional
Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Regional
Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Regional
Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Regional
Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Regional
Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Regional
Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Regional
25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

Regional
Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Regional
Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Regional
Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Regional
Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X