Jangan Ngaku Anak UI Kalau Tak Kenal Kantin Balsem yang Legendaris

Kompas.com - 15/09/2019, 07:00 WIB
Kantin Balik Semak atau biasa dikenal dengan Balsem menjadi pendahulu kantin-kantin lainnya di UI. KOMPAS.com/AFDHALUL IKHSANKantin Balik Semak atau biasa dikenal dengan Balsem menjadi pendahulu kantin-kantin lainnya di UI.

DEPOK, KOMPAS.com - Siapa yang tidak kenal Kantin Balik Semak atau biasa dikenal dengan Balsem.

Kantin Balsem merupakan warung legendaris yang menjadi pendahulu kantin-kantin lainnya di Universitas Indonesia (UI).

Hal itu membuat Kantin Balsem kian melegenda di kalangan mahasiswa UI.

Seiring berjalannya waktu, Kantin Balsem berkali-kali mengalami perubahan nama menyesuaikan bangunannya mulai dari Balsem, Takor, Takoru hingga Next Level Balsem.

Salah satu pedagang makanan di Balsem, Andi (48), sebelum berubah nama, Balsem lebih dulu dikenal karena lokasinya yang nyaman berada di bawah pohon rindang di antara semak belukar.

Dari situlah cikal bakal tercetusnya nama Kantin Balsem.

"Dari tahun 1990 awalnya sederhana banget memang, pohon-pohon, rumput-rumputnya tinggi hingga kebun karet di sana dibangun tenda biru dengan tiang bambunya lalu di dalamnya ada pedagang kaki lima. Jadi balsem itu di antara semak-semak, kebun karet, jadi begitu awalnya," ujarnya saat berbincang dengan Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Kisah Kantin Legendaris Kansas Unhas, Warung Makan Calon Jaksa hingga Pengacara

Pihak fakultas kemudian bekerja sama dengan para pedagang kaki lima untuk menempatkan pedagang di tempat yang lebih tertata agar higienitas makanannya terjaga.

Kemudian dibangunlah Takor atau Taman Korea pada tahun 2002. Terinspirasi dari taman yang dibangun depan kantin yang bekerja sama dengan perusahaan Korea bernama Yong Ma.

"Sempat direnovasi sama koperasi Fisip, kemudian renovasi lagi oleh orang Korea tadi tahun 2002 dan sudah jadi kayak gini, Taman Korea singkatannya Takor, dulu yang mengelola orang Korea perusahaan Yong Ma itu," tuturnya.

Beberapa tahun kemudian, renovasi kembali dilakukan dengan menggandeng PT Mayora Group, lewat produk air mineral kemasan dan minuma perasa.

"Setelah 2002, lama-lama ada perubahan bentuk kantin ini. Bentuk posisinya beda-beda, tambahan pedagang Taman Korea baru (Takoru) semua ditarik ke sini. Jadi namanya Next Level Balsem lagi dari perusahaan Mayora," tuturnya.

Hal senada juga disampaikan pedagang lainnya, Makris (51). Makris menyampaikan,  pemberian nama Kantin Next Level of Balsem merujuk dari sejarahnya karena lebih populer.

"Balsem ya karena waktu dulu sejarah kan hutan terus bikin tenda yang akhirnya dibilang balik semak dan habis itu diperbaharui bangunannya jadi lebih modern menjadi Takor kerjasama Yong Ma. Diubah lagi sama Mayora diberi tambahan next level," ungkapnya.

Makris mengatakan, sejak zaman Presiden kedua Soeharto, Kantin Balsem sudah ada dan sekarang banyak perubahan.

Misalnya ada sertifikat kesehatan makanan tiap warung, serta tempat khusus untuk merokok.

Perubahan lainnya, pembayaran di kantin ini menggunakan uang digital hingga pelayanan mandiri.

Baca juga: Cerita Kantin Mbok Jum di Kampus UNS, Tempat Nembak Pacar hingga Balas Budi Mahasiswa

Karenanya, untuk lebih mengenal Kantin Balsem, datanglah sekali-kali. Terutama bagi mahasiswa baru agar lebih mengenal sejarah kantin di UI.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Regional
Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

Regional
Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Regional
Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Regional
Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Regional
8 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Nama-nama Korban

8 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Nama-nama Korban

Regional
1 Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Jalani Tes Swab

1 Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Jalani Tes Swab

Regional
Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Regional
Cuci Timah di Sungai, Penambang Tewas Diduga Diserang Buaya

Cuci Timah di Sungai, Penambang Tewas Diduga Diserang Buaya

Regional
Mulai Senin Ini, Tidak Pakai Masker di Pekanbaru Denda Rp 250.000

Mulai Senin Ini, Tidak Pakai Masker di Pekanbaru Denda Rp 250.000

Regional
Picu Bentrokan dan Identik Ugal-ugalan, Polisi Tasikmalaya Akan Tindak Tegas Pemilik Knalpot Bising

Picu Bentrokan dan Identik Ugal-ugalan, Polisi Tasikmalaya Akan Tindak Tegas Pemilik Knalpot Bising

Regional
Gubernur Kalsel: Wali Kota Banjarbaru Kepala Daerah yang Gigih Perangi Covid-19

Gubernur Kalsel: Wali Kota Banjarbaru Kepala Daerah yang Gigih Perangi Covid-19

Regional
Delapan Guru dan Belasan Pelajar di Kalbar Positif Covid-19

Delapan Guru dan Belasan Pelajar di Kalbar Positif Covid-19

Regional
Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Dikarantina

Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Dikarantina

Regional
Terlelap Tidur, Warga Desa di Situbondo Diserang Massa, 4 Mobil Dirusak, Satu Kios Bensin Dibakar

Terlelap Tidur, Warga Desa di Situbondo Diserang Massa, 4 Mobil Dirusak, Satu Kios Bensin Dibakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X