Gojek: Kebijakan Insentif Berlaku Nasional, Termasuk di Lampung

Kompas.com - 14/09/2019, 16:52 WIB
Pengemudi GoJek membawa penumpang melintas di Jalan Gatot Subroto, Bandar Lampung, Jumat (13/9/2019). Kantor perwakilan GoJek di Bandar Lampung ditutup sementara akibat belum adanya kesepakatan dengan driver terkait pemotongan insentif sebesar 50 persen. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYAPengemudi GoJek membawa penumpang melintas di Jalan Gatot Subroto, Bandar Lampung, Jumat (13/9/2019). Kantor perwakilan GoJek di Bandar Lampung ditutup sementara akibat belum adanya kesepakatan dengan driver terkait pemotongan insentif sebesar 50 persen.

LAMPUNG, KOMPAS.com – Aplikasi transportasi daring, Gojek, menyatakan, kebijakan besaran insentif di Lampung masih seperti keputusan sebelumnya. Kebijakan perubahan insentif ini berlaku secara nasional.

Pernyataan itu disampaikan Gojek pada pertemuan kedua dengan Mitra Gojek, Jumat (13/9/2019) kemarin. Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Dinas Perhubungan Provinsi Lampung.

Head of Regional Coorporate Affairs Gojek Wilayah Sumatera Teuku Parvinanda melalui pesan WhatsApp mengatakan, kebijakan insentif yang diterapkan saat ini berlaku secara nasional, termasuk di Lampung.

Baca juga: Belum Ada Kata Sepakat dengan Driver, Gojek Tutup Kantor di Lampung

 

Atas dasar perihal tersebut, Gojek telah menjawab aspirasi mitra driver bahwa kebijakan insentif masih tetap berlaku seperti keputusan sebelumnya.

Teuku menjelasan, insentif adalah bonus tambahan yang besarannya ditentukan oleh perusahaan dengan mempertimbangkan situasi supply dan demand.

Hal ini bertujuan untuk menjaga keberlangsungan usaha dengan tetap memperhatikan pendapatan berkelanjutan bagi mitra driver.

Terkait hasil mediasi itu, Teuku menjelaskan, Gojek tetap menjalankan kesepakatan hasil mediasi pekan lalu, yaitu tidak membuka operasional kantor perwakilan GoJek di Lampung. Sementara di lapangan justru ditemukan banyak mitra driver yang menjalani order.

“Kami dapat memahami situasi tersebut karena banyak mitra driver yang mengandalkan sumber penghasilan mereka melalui pengambilan order,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, meski hasil mediasi hari ini sama seperti mediasi sebelumnya, pihaknya tetap berharap bisa kembali melanjutkan layanan Gojek untuk masyarakat Lampung dengan dukungan dari berbagai pihak dan turut berkontribusi dalam memajukan Lampung.

Diberitakan sebelumnya, Gojek menutup kantor cabangnya di Bandar Lampung. Penutupan operasional kantor ini buntut dari belum selesainya konflik dengan Mitra Gojek terkait pemotongan insentif.

Baca juga: Driver Ojol Gelar Aksi Mogok, Segel Kantor Gojek dan Grab di Purwokerto

Kegiatan operasional kantor Gojek Lampung ini ditutup sementara setelah demonstrasi ribuan Mitra GoJek di Tugu Adipura pada Kamis (5/9/2019).

Aksi tersebut terjadi lantaran para mitra Gojek merasa diperlakukan tidak adil dengan adanya pemotongan insentif sebesar 50 persen.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

Regional
Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Regional
9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Regional
Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Regional
Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Regional
Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Regional
Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Regional
5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

Regional
Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Regional
KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

Regional
ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

Regional
Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Regional
Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X