Pasien Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Akui Ada Keteledoran

Kompas.com - 13/09/2019, 18:00 WIB
Salep kadaluarsa yang diterima pasien Puskesmas Jetis, Mojokerto. HANDOUTSalep kadaluarsa yang diterima pasien Puskesmas Jetis, Mojokerto.

 

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Beberapa hari lalu, pelayanan obat di Puskesmas Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dikeluhkan karena ada pasien yang menerima salep kadaluarsa.

Salep untuk pengobatan gatal kulit tersebut tertera tanggal expired sejak September 2018.

Adanya salep kedaluwarsa yang diterima pasien di Puskesmas Jetis, beberapa hari lalu, diakui terjadi karena keteledoran petugas.

Baca juga: Operasional Pabrik Salep Palsu Tak Diketahui Warga Sekitar

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Mojokerto, Didik Chusnul Yakin mengatakan, pihaknya sudah menggantikan obat berupa salep kadaluarsa yang diterima pasien dengan obat yang baru.

"Salep tersebut langsung diganti baru dan untungnya memang belum digunakan," kata Didik saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/9/2019).

Dia mengakui, ada faktor keteledoran petugas di Puskesmas Jetis dalam pengelolaan obat.

Tidak jelinya petugas, membuat salep yang mestinya dimusnahkan, justru diberikan kepada pasien.

Didik menjelaskan, dalam pengelolaan obat, seluruh Puskesmas memiliki kewajiban rutin untuk melaporkan obat yang melampaui masa batas akhir penggunaan.

Setelah dilaporkan ke Dinas Kesehatan, jelas Didik, obat kadaluarsa tersebut harus dimusnahkan.

"Itu terjadi karena keteledoran atau kurang jelinya petugas puskesmas dalam mengelola obat sehingga terselip obat ED (kadaluarsa)," katanya.

Baca juga: Pemilik Usaha Salep Kulit Palsu Raup Untung Ratusan Juta Per Bulan

Didik menambahkan, pascainsiden pemberian salep kadaluarsa, pihaknya langsung melakukan pembinaan terhadap pihak Puskesmas dan petugas pelayanan obat.

Pembinaan tersebut, jelas dia, dilakukan agar insiden serupa tidak terulang.

 "Kemarin kita turunkan tim farmasi untuk mengecek pengelolaan obat di puskesmas jetis dan sekitarnya, kita lakukan pembinaan terhadap petugas," ujar Didik.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cabuli 15 Anak, Pembina Pramuka Divonis Kebiri Kimia dan 12 Tahun Penjara

Cabuli 15 Anak, Pembina Pramuka Divonis Kebiri Kimia dan 12 Tahun Penjara

Regional
Sempat Ada Penolakan, Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Polresta Medan Dimakamkan Malam Hari

Sempat Ada Penolakan, Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Polresta Medan Dimakamkan Malam Hari

Regional
Merokok di Dalam Pesawat Wings Air, Seorang Pria Diamankan

Merokok di Dalam Pesawat Wings Air, Seorang Pria Diamankan

Regional
Mahasiswi di Bone Tewas Usai Melahirkan, Bayinya Selamat

Mahasiswi di Bone Tewas Usai Melahirkan, Bayinya Selamat

Regional
Polisi Temukan Luka Lebam pada Mayat Perempuan Terbungkus Seprai di Makassar

Polisi Temukan Luka Lebam pada Mayat Perempuan Terbungkus Seprai di Makassar

Regional
Polemik Pembubaran Upacara Piodalan Berawal dari Kesalahpahaman

Polemik Pembubaran Upacara Piodalan Berawal dari Kesalahpahaman

Regional
Edarkan Uang Palsu Senilai Rp 20,8 Juta, Pria Lansia Ditangkap

Edarkan Uang Palsu Senilai Rp 20,8 Juta, Pria Lansia Ditangkap

Regional
Tersangka Teroris di Medan Tak Hafal Indonesia Raya dan Pancasila

Tersangka Teroris di Medan Tak Hafal Indonesia Raya dan Pancasila

Regional
Ini Cerita Pria yang Kabur Telanjang Bulat Sejauh 2 Kilometer Setelah Gagal Memperkosa Korbannya

Ini Cerita Pria yang Kabur Telanjang Bulat Sejauh 2 Kilometer Setelah Gagal Memperkosa Korbannya

Regional
Paksa Penumpang Oral Seks, Seorang Sopir Travel Ditangkap

Paksa Penumpang Oral Seks, Seorang Sopir Travel Ditangkap

Regional
Tersambar Petir, 1 Warga Ampek Nagari Tewas, 2 Orang Terluka

Tersambar Petir, 1 Warga Ampek Nagari Tewas, 2 Orang Terluka

Regional
Anak Keduanya Langsung Dapat Akta Kelahiran, Gibran Puji Layanan Publik di Solo

Anak Keduanya Langsung Dapat Akta Kelahiran, Gibran Puji Layanan Publik di Solo

Regional
Dedi Mulyadi: Pilkada Langsung Rawan Politik Uang, Memang Pilkada oleh DPRD Tidak?

Dedi Mulyadi: Pilkada Langsung Rawan Politik Uang, Memang Pilkada oleh DPRD Tidak?

Regional
Kekeringan, Warga Berjuang Mengais Air dari Lubang Tanah

Kekeringan, Warga Berjuang Mengais Air dari Lubang Tanah

Regional
Polisi Bekuk Bendahara dan 2 Perakit Bom Kelompok Teroris di Medan

Polisi Bekuk Bendahara dan 2 Perakit Bom Kelompok Teroris di Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X