Kualitas Udara Memburuk, Pemprov Sumbar Bagikan 7.000 Masker

Kompas.com - 13/09/2019, 14:22 WIB
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit membagikan masker ke pengendara sepeda motor di depan Kantor BPBD Sumbar, Jalan Sudirman Padang, Jumat (13/9/2019) KOMPAS.com/PERDANA PUTRAWakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit membagikan masker ke pengendara sepeda motor di depan Kantor BPBD Sumbar, Jalan Sudirman Padang, Jumat (13/9/2019)

PADANG, KOMPAS.com - Selain membuat surat edaran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat juga membagikan 7.000 masker bagi pengendara sepeda motor di Padang, Jumat (13/9/2019).

Aksi pembagian masker itu langsung dipimpin Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di depan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Sumbar di Jalan Sudirman, Padang.

"Hari ini kita bagikan masker bagi pengendara sepeda motor. Ada sekitar 7.000 masker. 5.000 dari Dinkes dan sisanya dari DLH," kata Nasrul Abit, Jumat.

Baca juga: Riau Dikepung Kabut Asap, 4 Alasan Ibu Hamil Dilarang Keluar Rumah

Nasrul menyebutkan, pembagian edaran dan pembagian masker itu harus membuat masyarakat waspada terhadap bahaya asap.

"Masyarakat harus tahu bahwa kualitas udara di Sumbar sudah mulai memburuk. Partikel debunya sudah berbahaya dan berada di ambang batas," kata Nasrul.

Untuk itu, Pemprov Sumbar mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Apabila terpaksa, masyarakat diminta memakai masker agar partikel debu tidak merusak kesehatan.

Sementara bagi siswa, kata Nasrul, sudah diedarkan surat agar menghentikan aktivitas di luar ruangan seperti kegiatan olahraga, upacara dan lainnya sampai kondisi udara pulih.

Baca juga: Kabut Asap Semakin Pekat di Pekanbaru-Riau, Kualitas Udara Berbahaya, Jarak Pandang 300 Meter

Sebelumnya diberitakan, kondisi kualitas udara di Sumatera Barat yang terus menurun akibat asap membuat Pemerintah Provinsi Sumbar mengeluarkan surat imbauan yang melarang siswa melakukan aktivitas di luar ruangan.

Surat edaran pada 12 September 2019 itu mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Menurunnya kualitas udara di Sumbar terpantau dari meningkatnya partikel debu PM 10.

Semula, PM 10 itu terpantau 25-20 mg/m3.

Namun, dalam pemeriksaan pada 12 September 2019, meningkat tajam menjadi 96.

Sementara, untuk daerah-daerah perbatasan seperti Solok, Dharmasraya, Sijunjung dan lainnya, partikel debu tersebut malahan lebih besar dari 96.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X