Fakta Keracunan Massal di Sukabumi, 2 Meninggal hingga Dinyatakan KLB

Kompas.com - 13/09/2019, 09:28 WIB
Ilustrasi Polisi Thinkstock/Antoni HalimIlustrasi Polisi

4. Polisi tunggu hasil labobarotium untuk ungkap kasus keracunan

Pihak kepolisian masih menunggu hasil laboratorium kesehatan Kabupaten Dharmasraya guna mengungkap penyebab meninggalnya dua warga dan 39 orang lainnya akibat keracunan.

"Saat ini kami masih menunggu hasil Labkesda Dharmasraya untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya 2 warga dan 39 orang lainnya dirawat," kata Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir yang dihubungi Kompas.com, Minggu (11/8/2019).

Seperti diketahui, keracunan massal terjadi usai warga menyantap lontong sayur di acara wirid yasinan di Nagari Siguntur, Dharmasraya, Sumatera Barat, Sabtu (10/8/2019).

Baca juga: Polisi Tunggu Hasil Lab untuk Ungkap Kasus Keracunan Massal akibat Lontong Sayur di Padang

5. Pemda tetapkan KLB da tanggung biaya perawatan

Ilustrasi rumah sakitSHUTTERSTOCK Ilustrasi rumah sakit

Kasus keracunan makanan secara massal membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi menetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 tahun 2013 tentang KLB Keracunan Pangan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi Harun Al Rasyid menegaskan, penetapan KLB tersebut kepada wartawan di Puskesmas Bantargadung, Kamis malam.

"Dalam peraturan KLB keracunan makanan atau pangan, korban berjumlah dua sudah dinyatakan KLB," ungkap Harun.

Sementara itu, biaya perawatan para pasien korban keracunan akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

Baca juga: Keracunan Makanan Massal di Sukabumi Ditetapkan KLB, Biaya Ditanggung Pemda

Sumber: KOMPAS.com (Perdana Putra, Budiyanto)

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan Bawaslu Jember Belum Periksa 26 Penyelenggara yang Diduga Dukung Paslon Independen

Alasan Bawaslu Jember Belum Periksa 26 Penyelenggara yang Diduga Dukung Paslon Independen

Regional
Keluarga Guru SD yang Tewas dalam Ember: Kalau Bisa, Nyawa Dibayar Nyawa...

Keluarga Guru SD yang Tewas dalam Ember: Kalau Bisa, Nyawa Dibayar Nyawa...

Regional
Balita 2 Tahun, Anak Bidan di Sinjai, Terinfeksi Covid-19

Balita 2 Tahun, Anak Bidan di Sinjai, Terinfeksi Covid-19

Regional
BNPB Nilai Warga Lereng Merapi di Sleman Sudah Tangguh Bencana

BNPB Nilai Warga Lereng Merapi di Sleman Sudah Tangguh Bencana

Regional
Kesaksian Tetangga Temukan Guru SD Tewas dalam Ember: Saya Tidak Kuat Melihat Jenazahnya..

Kesaksian Tetangga Temukan Guru SD Tewas dalam Ember: Saya Tidak Kuat Melihat Jenazahnya..

Regional
Kasus Positif Corona Jabar Pecah Rekor, Bertambah 962 Orang dalam Sehari

Kasus Positif Corona Jabar Pecah Rekor, Bertambah 962 Orang dalam Sehari

Regional
Lima Burung Langka Serindit Melayu Gagal Diselundupkan ke Jakarta

Lima Burung Langka Serindit Melayu Gagal Diselundupkan ke Jakarta

Regional
Wali Kota Magelang Bertemu Ganjar Pranowo Bahas Aset Eks Mako Akabri

Wali Kota Magelang Bertemu Ganjar Pranowo Bahas Aset Eks Mako Akabri

Regional
Kisah Pilu Elisa, Ditandu untuk Berobat, Tewas Saat Jembatan yang Dilalui Putus

Kisah Pilu Elisa, Ditandu untuk Berobat, Tewas Saat Jembatan yang Dilalui Putus

Regional
Gara-gara Mandi di Depan Rumah, Gadis 16 Tahun Hampir Diperkosa Tetangga

Gara-gara Mandi di Depan Rumah, Gadis 16 Tahun Hampir Diperkosa Tetangga

Regional
Tak Punya Riwayat Penyakit Lain, Mantan Wakil Wali Kota Padang Panjang Sembuh dari Covid-19

Tak Punya Riwayat Penyakit Lain, Mantan Wakil Wali Kota Padang Panjang Sembuh dari Covid-19

Regional
Ayah Cabuli Anak Tiri Selama 6 Tahun, Pelaku Ancam Bunuh Ibu dan Adik

Ayah Cabuli Anak Tiri Selama 6 Tahun, Pelaku Ancam Bunuh Ibu dan Adik

Regional
Rampas Senpi Polisi Saat Diringkus, Maling Ini 7 Jam Dicari, Ternyata Sembunyi di Plafon Rumah

Rampas Senpi Polisi Saat Diringkus, Maling Ini 7 Jam Dicari, Ternyata Sembunyi di Plafon Rumah

Regional
Batal Maju Pilkada Batam Via Jalur Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Dilirik Golkar

Batal Maju Pilkada Batam Via Jalur Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Dilirik Golkar

Regional
Gara-gara Tak Tahu Jam Acara Nikah Anaknya, Ibu Ini Mengamuk, Ijab Kabul Tertunda

Gara-gara Tak Tahu Jam Acara Nikah Anaknya, Ibu Ini Mengamuk, Ijab Kabul Tertunda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X