TNI Berjibaku Padamkan Karhutla yang Dekati Permukiman Warga

Kompas.com - 12/09/2019, 07:29 WIB
Prajurit TNI Koramil 06/Sukajadi dan tim Manggala Agni Daops Pekanbaru memadamkan api yang mendekati permukiman warga di Jalan Handayani, Kelurahan Air Hitam, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (11/9/2019). KOMPAS.com/IDON TANJUNGPrajurit TNI Koramil 06/Sukajadi dan tim Manggala Agni Daops Pekanbaru memadamkan api yang mendekati permukiman warga di Jalan Handayani, Kelurahan Air Hitam, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (11/9/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Sejumlah prajurit TNI Angkatan Darat berupaya memadamkan titik api yang membakar sebuah lahan di Jalan Handayani, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau, Rabu (11/9/2019).

Kebakaran tersebut mendekati permukiman warga, yang berjarak sekitar 300 meter dari titik api. 

Kebakaran lahan gambut ini mengeluarkan asap pekat. Petugas cukup sulit memadamkan api, dengan menggunakan mesin pompa air.

Cuaca yang panas dan angin kencang, membuat api cepat melahap semak belukar kering tersebut.

Baca juga: Cerita Tim Manggala Agni Bertemu Ular Kobra saat Pemadaman Karhutla di Riau

 

Dengan sigap, beberapa prajurit menyekat kepala api, agar tidak makin meluas ke permukiman warga.

Babinsa Kelurahan Air Hitam Serda Jamil Candra selaku Babinsa kepada Kompas.com memastikan titik api aman dari permukiman warga.

"Masih aman. Jarak titik api dari rumah warga sekitar 300 meter. Tadi kita sudah melakukan penyekatan," kata Candra.

Pemadaman, kata dia, dilakukan oleh prajurit TNI Koramil 06/Sukajadi jajaran Kodim 0301/Pekanbaru yang tergabung dalam tim 4 Subsatgas 1 Karhutla Pekanbaru. Kemudian Pemadaman juga dibantu oleh petugas Manggala Agni Daops Pekanbaru.

Baca juga: Kabut Asap Kebakaran Hutan, Menyebar ke Perbatasan Malaysia hingga Siswa Sekolah Dipulangkan

Jangan bakar lahan

Candra mengatakan, titik api dipermukaan lahan sudah berhasil dipadamkan. Hanya saja, bara api yang ada di dalam gambut masih mengeluarkan asap.

"Api sudah padam, lalu kita lanjutkan dengan pendinginan, supaya api benar-benar padam," katanya.

Belum diketahui penyebab kebakaran lahan kosong tersebut. Petugas TNI mendapat laporan setelah munculnya titik api.

"Penyebab kebakaran akan diselidiki pihak kepolisian, termasuk pemilik lahan. Luas lahan yang terbakar sekitar 0,5 hektar," sebut Candra.

Sementara itu, dengan tegas Candra mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Terlebih lagi saat ini musim kemarau.

"Kita meminta masyarakat jangan membakar lahan. Karena kalau api sudah membesar akan sulit dikendalikan," imbau Candra.

Baca juga: Kabut Asap Semakin Pekat, SMA dan SLB di Kalimantan Barat Libur 3 Hari



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X