Bau Belerang Gunung Tangkuban Parahu Tercium hingga Cimahi dan Bandung Barat, Ini Penjelasan PVMBG

Kompas.com - 12/09/2019, 05:37 WIB
Petugas membersihkan debu vulkanik di sekitar Kawah Ratu pascaerupsi Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (28/7/2019). Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu PVMBG mecatat pada Minggu pagi (28/7) amplitudo getaran berkisar di angka 0,5 mm dibandingkan saat erupsi pada Jumat (26/7) yang mencapai lebih dari 50 mm. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISIPetugas membersihkan debu vulkanik di sekitar Kawah Ratu pascaerupsi Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (28/7/2019). Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu PVMBG mecatat pada Minggu pagi (28/7) amplitudo getaran berkisar di angka 0,5 mm dibandingkan saat erupsi pada Jumat (26/7) yang mencapai lebih dari 50 mm.

BANDUNG, KOMPAS.com - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melakukan pengecekan setelah mendapatkan informasi  terciumnya bau belerang yang diduga berasal dari aktivitas Gunung Tangkuban Parahu pada Rabu (11/9/2019) sore. 

Berdasarkan informasi itu, bau belerang tercium di beberapa wilayah yang cukup jauh dari kawah yaitu di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

"Tim Pusat Vulkanologi san Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) segera melakukan pengecekan lapangan yaitu dengan melakukan pengukuran gas di sekitar Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu," kata kepala PVMBG Kasbani melalui keterangan tertulisnya.

Berdasarkan hasil pengukuran menunjukkan belum adanya indikasi peningkatan konsentrasi gas CO2, SO2 yang signifikan.

Baca juga: Jonan: Status Gunung Slamet dan Tangkuban Parahu Tidak Diturunkan, Tetap Waspada

 

Hasil pengamatan di bibir Kawah Ratu pada tanggal 11 September 2019 pukul 21.30 WIB, dapat teramati asap dengan konsentrasi sedang hingga tebal setinggi sekitar 180 m di atas permukaan kawah. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kolom erupsi pun tidak teramati, namun tercium bau belerang yang cukup menyengat disertai suara blazer atau gemuruh dengan intensitas sedang. 

"Hasil pengamatan gas dengan Drager terukur konsentrasi CO2 : 0,020 vol% dan SO2 : 4,6 ppm. Konsentrasi gas-gas tersebut masih relatif lebih kecil dari hasi pengukuran sebelumnya yaitu pada 1 Agustus 2019," kata Kasbani.

Pemantauan suhu kawah dengan thermacam juga belum menunjukkan adanya peningkatan suhu. Amplitudo tremor yang terekam pada saat ini dominan sekitar 25 mm.

Baca juga: Gunung Tangkuban Parahu Kembali Meletus, Tinggi Kolom Abu 100 Meter

"Berdasarkan hasil analisis data-data pemantauan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terciumnya gas pada jarak yang relatif jauh dimungkinkan karena tiupan angin yang cukup kencang dominan ke arah Selatan-Baratdaya yaitu lokasi di mana Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat berada," ujarnya. 

Status Gunung Tangkuban Parahu saat ini masih berada di Level II (Waspada) dengan rekomendasi jarak bahaya di dalam radius 1,5 km dari kawah.

PVMBG-Badan Geologi mengimbau agar masyarakat yang berada di luar radius 1,5 km agar tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. 

Namun masyarakat diminta tetap mengikuti perkembangan aktivitas gunungapi dari PVMBG dan Pemerintah Daerah/BPBD setempat.

Baca juga: Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Asap Capai 250 Meter



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X