Wagub Sumut Kecewa Uang Pemprov Rp 1,6 Miliar Hilang di Tempat Parkir

Kompas.com - 12/09/2019, 05:30 WIB
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah mengaku kecewa atas hilangnya uang sebanyak Rp 1,6 miliar milik Pemprov Sumut untuk membayar honor TPAD, Rabu (11/9/2019) KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTIWakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah mengaku kecewa atas hilangnya uang sebanyak Rp 1,6 miliar milik Pemprov Sumut untuk membayar honor TPAD, Rabu (11/9/2019)

MEDAN, KOMPAS.com – Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah menyayangkan hilangnya uang tunai Rp 1,6 miliar milik Pemerintah Provinsi Sumut untuk pembayaran honor Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD). 

Hal itu disampaikan Musa saat memimpin rapat bersama para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Musa meminta Inspektorat segera melakukan pemeriksaan internal terhadap pihak-pihak yang terkait supaya diketahui letak kesalahannya dan menjadi pelajaran ke depan.

"Kejadian ini sangat mengecewakan kita semua. Saya minta Inspektorat segera bertindak sehingga semuanya jadi terang dan menjadi pelajaran,” katanya, Rabu (11/9/2019). 

Baca juga: Hilangnya Uang Rp 1,6 M Milik Pemprov Sumut di Parkiran Merupakan Kecerobohan

Ia juga meminta semua pihak untuk tidak berspekulasi lebih jauh tentang kehilangan uang tersebut. Semua pihak diharapkan sabar menunggu hasil proses hukum yang dilakukan aparat kepolisian.

Kepala Inspektur Provinsi Sumut, Lasro Marbun mengatakan, pihaknya akan memeriksa pihak- pihak terkait kasus itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemeriksaan tersebut akan dilakukan secara profesional, objektif dan komprehensif. Hasil pemeriksaannya akan dilaporkan kepada pimpinan. 

"Akan ada konsekuensi bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Lasro.

Sebelumnya diberitakan, uang tunai Rp 1,6 miliar milik Pemprov Sumut untuk pembayaran honor TPAD hilang dari dalam mobil yang parkir di halaman kantor gubernur pada Senin (9/9/2019) sore.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumut Raja Indra Saleh dalam konferensi pers yang digelar mendadak, Selasa (10/9/2019) petang, di ruang BPKAD mengatakan, uang diambil tunai karena akan didistribusikan ke masing-masing OPD yang terkait dalam kegiatan TAPD. 

Masih di tempat konferensi pers tersebut, Kepala Bagian Humas Biro Humas dan Keprotokolan Sekdaprov Sumut Muhammad Ikhsan menjelaskan, uang tunai yang hilang sebesar Rp 1.672.985.500.

Uang itu baru saja diambil Staf pembantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Muhammad Aldi Budianto dan honorere BPKAD Indrawan Ginting dari Bank Sumut cabang utama di Jalan Imam Bonjol, Medan. 

"Mereka sudah diperiksa dan di-BAP. Setelah menghubungi atasannya, jam 12 malam bersama polisi mereka ke lokasi kejadian," kata Ikhsan.

Baca juga: Fakta Uang Rp 1,6 Miliar Pemprov Sumut Hilang di Parkiran, untuk Pembayaran Honor TPAD

Ditanya alasan kedua orang itu meninggalkan uang begitu saja dan tidak dikawal petugas keamanan, Ikhsan tak menjawab.

Sikap menutup-nutupi juga dilakukannya ketika ditanya dugaan pelaku dan apakah mobil mengalami kerusakan. 

“Biar polisi yang jawab. Pemprov Sumut berharap polisi segera menuntaskan kasus ini," harapnya.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.