Fakta Uang Rp 1,6 Miliar Pemprov Sumut Hilang di Parkiran, untuk Pembayaran Honor TPAD

Kompas.com - 11/09/2019, 17:03 WIB
Kabag Humas Biro Humas dan Keprotokolan Sekdap Provinsi Sumut Muhammad Ikhsan didampingi Plt Badan BPKAD Provinsi Sumut Raja Indra Saleh menggelar konferensi pers mendadak terkait hilangnya uang Rp1,6 miliar lebih milik Pemprov Sumut, Selasa (10/9/2019) KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTIKabag Humas Biro Humas dan Keprotokolan Sekdap Provinsi Sumut Muhammad Ikhsan didampingi Plt Badan BPKAD Provinsi Sumut Raja Indra Saleh menggelar konferensi pers mendadak terkait hilangnya uang Rp1,6 miliar lebih milik Pemprov Sumut, Selasa (10/9/2019)
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Uang milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebanyak Rp 1,6 miliar hilang saat ditinggal di dalam mobil yang parkir di pelataran kantor gubernur, pada Senin (9/9/2019) petang

Uang tersebut diambil dari Bank Sumut oleh seorang aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai honorer dan meninggalkan uang tersebut di dalam mobil.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian

Berikut fakta dari hilangnya uang Rp 1,6 miliar milik Pemprov Sumut:

Baca juga: Kapolda Heran Uang Rp 1,6 M yang Hilang Milik Pemprov Sumut Ditinggalkan di Parkiran

 

1. Uang Rp 1,6 miliar ditinggal dalam mobil

Pukul 14.00 WIB, pembantu PPTK Muhammad Aldi Budianto bersama tenaga honorer BPKAD Indrawan Ginting sampai di Bank Sumut cabang utama di Jalan Imam Bonjol Medan.

Sekitar pukul 14.47 WIB mereka melakukan penarikan tunai sebesar Rp 1.672.985.500.

Pukul 15.40 WIB, Aldi dan Indrawan sampai di kantor gubernur Sumut.

Setelah sempat berputar sekali, keduanya yang mengendarai Toyota Avanza BK-1875-ZC parkir di pelataran parkir kantor gubernur.

Keduanya langsung masuk ke gedung kantor gubernur untuk shalat dan absen lalu pulang sekitar jam 17.00 WIB.

Uang sebanyak Rp 1,6 miliar ditinggal di mobil.

Namun, saat Indrawan Ginting kembali ke mpbil untuk pulang, uang tersebut sudah tidak ada lagi di mobil.

Total uang tunai yang hilang sebesar Rp 1.672.985.500.

Baca juga: Uang Rp 1,6 Miliar Milik Pemprov Sumut Hilang di Parkiran, Ini Kronologinya

 

2.Untuk honor TPAD

Ilustrasi uang di dalam cangkir.SHUTTERSTOCK Ilustrasi uang di dalam cangkir.
Pelaksana Tugas Kepala BPKAD Provinsi Sumut Raja Indra Saleh menjelaskan uang Rp 1,6 miliar tersebut untuk honor Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Pemprov Sumut.

Uang diambil tunai karena akan didistribusikan ke masing-masing OPD yang terkait kegiatan TAPD.

Terkait hal ini pihaknya sudah melaporkan ke gubernur dan Sekdaprov Sumut.

"Pihak Pemprovsu berharap kepolisian segera menuntaskan kasus ini." ucap Indra.

Ia menjelaskan, saat mengetahui uang Rp 1,6 miliar hilang, Aldi langsung menghubungi Propam Polrestabes, lalu Propam menyarankan untuk membuat laporan secara resmi.

Baca juga: Uang Rp 1,6 Miliar Milik Pemprov Sumut Hilang Saat Ditinggal di Mobil

 

3. Tidak ada pengawalan petugas keamaan

Kepala Bagian Humas Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Sumut Muhammad Ikhsan tidak menjawab saat ditanya mengapa Aldi meninggalkan uang begitu saja dan tidak ada pengawalan petugas keamanan.

Ikhsan hanya mengatakan Aldi sudah membuat laporan ke Polrestabes Medan dan telah menjalani pemeriksaan,

Sikap menutup-nutupi juga dilakukan Ikhsan ketika ditanya dugaan pelaku dan apakah mobil mengalami kerusakan.

“Biar polisi yang jawab,” katanya.

Baca juga: Fakta 9 Nelayan Manado Hilang di Samudera Pasifik, Selamat dan Dievakuasi ke Jepang

 

4. Dilaporkan ke Gubernur Sumut

Kepala Bagian Humas Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Sumut Muhammad Ikhsan mengatakan kasus tersebut sudah dilaporkan ke Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Sekretaris Daerah Sabrina.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian.

Baca juga: Fakta Kasus Prostitusi Online di Karimun, Dikontrak 6 Bulan hingga Wajib Bayar Uang Muka

 

5. Ceroboh

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengaku heran dengan raibnya uang sebanyak Rp1,6 miliar dari dalam mobil. Uang tersebut baru saja diambil dari Bank Sumut. Menurutnya, pengambilan uang tanpa pengawalan dan ditinggalkan di mobil adalah kecerobohan, Rabu (11/9/2019).KOMPAS.COM/DEWANTORO Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengaku heran dengan raibnya uang sebanyak Rp1,6 miliar dari dalam mobil. Uang tersebut baru saja diambil dari Bank Sumut. Menurutnya, pengambilan uang tanpa pengawalan dan ditinggalkan di mobil adalah kecerobohan, Rabu (11/9/2019).
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyebut pengambilan uang tunai dalam jumlah besar tanpa pengawalan adalah kecerobohan.

"Ini saya juga heran kok masih pakai uang tunai ini. Kalau terkait dengan proyek harusnya langsung ke pelaksana proyek. Kalau kaitan gaji harusnya langsung ke rekening penerima gaji," katanya, Rabu (11/9/2019).

Pihaknya akan menyelidiki kasus pencurian itu.

Menurutnya, jika uang yang raib merupakan yang negara, tentu ada pertanggungjawaban dari orang yang mengambil dan meletakkannya di mobil.

"(Kita cek) pencurian dan kenapa uang cukup besar itu diambil tanpa pengawalan. Harusnya ada tata cara pengambilan uang tunai," katanya.

SUMBER: KOMPAS.com (Mei Leandha, Dewantoro)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tantang Petahana, PKB Usung Cucu Pendiri NU di Pilkada Kabupaten Malang

Tantang Petahana, PKB Usung Cucu Pendiri NU di Pilkada Kabupaten Malang

Regional
Seorang Remaja Cabuli Pacarnya, Terungkap Saat Orangtua Periksa Ponsel Korban

Seorang Remaja Cabuli Pacarnya, Terungkap Saat Orangtua Periksa Ponsel Korban

Regional
Jubir Komite Peralihan Aceh: Pengibaran Bendera Bulan Bintang Sesuai Aturan

Jubir Komite Peralihan Aceh: Pengibaran Bendera Bulan Bintang Sesuai Aturan

Regional
Listrik di Pekanbaru Padam karena Gangguan Transmisi, PLN Minta Maaf

Listrik di Pekanbaru Padam karena Gangguan Transmisi, PLN Minta Maaf

Regional
Ketua DPRD Jabar: 7 Anggota Dewan yang Positif Covid-19 Karantina Mandiri

Ketua DPRD Jabar: 7 Anggota Dewan yang Positif Covid-19 Karantina Mandiri

Regional
Bantah Didorong Risma, Fuad Belum Minta Restu untuk Maju di Pilkada Surabaya

Bantah Didorong Risma, Fuad Belum Minta Restu untuk Maju di Pilkada Surabaya

Regional
Seorang Warga Ditembak OTK, TNI-Polri Kejar Pelaku

Seorang Warga Ditembak OTK, TNI-Polri Kejar Pelaku

Regional
Detik-detik Laode Ditembak dari Belakang oleh Orang Tak Dikenal Saat Jaga Warung

Detik-detik Laode Ditembak dari Belakang oleh Orang Tak Dikenal Saat Jaga Warung

Regional
Seorang ASN Curi Uang Nasabah dengan Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi

Seorang ASN Curi Uang Nasabah dengan Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Sangihe, Sulut, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Sangihe, Sulut, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Seorang Warga Ditembak di Intan Jaya, Papua, Pelaku Pura-pura Pinjam Pulpen

Seorang Warga Ditembak di Intan Jaya, Papua, Pelaku Pura-pura Pinjam Pulpen

Regional
Ridwan Kamil Tegaskan Belum Disuntik Vaksin Covid-19, Siapkan Dulu Fisik

Ridwan Kamil Tegaskan Belum Disuntik Vaksin Covid-19, Siapkan Dulu Fisik

Regional
Kisah Mbah Khotimah, Uang dan Dagangan Dibawa Kabur Penipu, Terpaksa Pulang Berjalan Kaki

Kisah Mbah Khotimah, Uang dan Dagangan Dibawa Kabur Penipu, Terpaksa Pulang Berjalan Kaki

Regional
Kembalikan Kejayaan Lada, Gubernur Babel Lepas Ekspor 45.000 Kg Lada ke Jepang

Kembalikan Kejayaan Lada, Gubernur Babel Lepas Ekspor 45.000 Kg Lada ke Jepang

Regional
Siap Maju Pilkada, Putra Sulung Risma Mengaku Masuk Dalam Survei Internal PDI-P

Siap Maju Pilkada, Putra Sulung Risma Mengaku Masuk Dalam Survei Internal PDI-P

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X