Hasil Investigasi Kemenhub Terkait Bus yang Terbakar di Bandara Ngurah Rai

Kompas.com - 11/09/2019, 15:12 WIB
Bus di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang Terbakar ISTIMEWABus di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang Terbakar

BADUNG, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah merampungkan investigasi terbakarnya bus di area apron Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Jumat (6/9/2019) lalu.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali Elfi Amir mengatakan, ada empat poin yang menjadi catatan pihaknya terkait kebakaran bus tersebut.

Empat poin tersebut di antaranya adalah lemahnya quality control terhadap pemeliharaan bus oleh PT Gapura Angkasa.

Kemudian, kurangnya kepatuhan terhadap regulasi terkait peralatan ground support equipment (GSE), khususnya APB.

Baca juga: Bus di Dekat Area Landasan Bandara Ngurah Rai Terbakar

Kemudian, kurangnya pengetahuan pengemudi bus untuk menggunakan alat pemadam api refil (APAR) dalam kondisi darurat.

Khusus terkait APAR, sopir bus tersebut mengaku tidak pernah menggunkannya.

Saat ada kejadian kebakaran, sopir panik dan tak menggunakan pemadamnya.

"Nah ini kemarin tanggal 10 saya kumpulkan seluruh airline supaya para driver itu dikasih pelatihan menggunkaan APAR. Yang pasti drivernya tidak pernah memakai APAR. Jadi kalau ada kejadian panik saja, karena memang kita investigasi tidak pernah melakukan pelatihan," kata Elfi Amir, Rabu (11/9/2019).

Sementara itu, penyebab kebakaran bus untuk sementara disimpulkan karena adanya korsleting atau arus pendek di bagian dekat aki yang lokasinya di belakang mesin bus.

"Sementara kelihatan ada arus pendek itu di daerah dekat aki di belakang mesinnya itu," kata Amir.

Meski demikian, pihak Kemenhub tidak memberikan sanksi kepada Gapura Angkasa sebagai operator bus.

Menurut Elfi Amir, pihaknya hanya melakukan pembinaan agar Gapura Angkasa memperbaiki kinerjanya.

"Sanksi Gapura tidak ada. Kita sebagai kantor otoritas melakukan pembinaan. Supaya kejadian ini menjadi perhatian, supaya memperbaiki dan rekomendasi-rekomendasi kita dijalani dan diperbaiki supaya tidak terulang lagi," kata Elfi Amir.

 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Janin Ditemukan di Ruang Kelas, Siswi SMK Heboh

Janin Ditemukan di Ruang Kelas, Siswi SMK Heboh

Regional
Fakta Lengkap Gempa Tuban 2 Kali di Laut Jawa, Analogi Segitiga hingga Terasa Sampai Bandung dan Bima

Fakta Lengkap Gempa Tuban 2 Kali di Laut Jawa, Analogi Segitiga hingga Terasa Sampai Bandung dan Bima

Regional
Foto Syur Wanita Berbaju PNS Viral, Pemprov Jabar Lakukan Penelusuran

Foto Syur Wanita Berbaju PNS Viral, Pemprov Jabar Lakukan Penelusuran

Regional
TNI Perbatasan Gagalkan Penyelundupan Mobil Land Cruiser Asal Malaysia

TNI Perbatasan Gagalkan Penyelundupan Mobil Land Cruiser Asal Malaysia

Regional
Kisah Iman, Anak Yatim Penjual Gorengan di Trotoar: Dapat Rp 30.000 Sehari hingga Diajak Belanja ke Mal oleh Dedi Mulyadi

Kisah Iman, Anak Yatim Penjual Gorengan di Trotoar: Dapat Rp 30.000 Sehari hingga Diajak Belanja ke Mal oleh Dedi Mulyadi

Regional
Ketika Imam Katolik Minta Maaf di Hadapan Jasad ODGJ Korban Pasung...

Ketika Imam Katolik Minta Maaf di Hadapan Jasad ODGJ Korban Pasung...

Regional
Fakta 20 Anak Dijadikan Pengemis di Medan, Disuruh Ibu Minta-minta di Jalan Saat Malam Hari

Fakta 20 Anak Dijadikan Pengemis di Medan, Disuruh Ibu Minta-minta di Jalan Saat Malam Hari

Regional
Kasus Kekerasan Seksual Merebak di Karawang, 'Safe House' Dibutuhkan

Kasus Kekerasan Seksual Merebak di Karawang, "Safe House" Dibutuhkan

Regional
Pemprov Gorontalo Siap Ganti Rugi Sawah yang Gagal Panen Akibat Kemarau

Pemprov Gorontalo Siap Ganti Rugi Sawah yang Gagal Panen Akibat Kemarau

Regional
Tim Gabungan Dikerahkan Atasi Kebakaran di Hutan Lereng Barat Gunung Slamet

Tim Gabungan Dikerahkan Atasi Kebakaran di Hutan Lereng Barat Gunung Slamet

Regional
Desa Ini Diteror Pria Misterius yang Raba dan Cium Wanita Saat Tidur

Desa Ini Diteror Pria Misterius yang Raba dan Cium Wanita Saat Tidur

Regional
Bentrokan OKP dan TNI di Medan, 1 TNI Luka, Identitas Pelaku Masih Rahasia

Bentrokan OKP dan TNI di Medan, 1 TNI Luka, Identitas Pelaku Masih Rahasia

Regional
Kisah di Balik Bocah 9 Tahun Mengemis di Aceh, Disiksa Orangtua Jika Pulang Tak Bawa Uang

Kisah di Balik Bocah 9 Tahun Mengemis di Aceh, Disiksa Orangtua Jika Pulang Tak Bawa Uang

Regional
Uji Lab Ungkap Sayur di Ambon Terpapar Pestisida, Petani Merugi

Uji Lab Ungkap Sayur di Ambon Terpapar Pestisida, Petani Merugi

Regional
Hibur Pengungsi Kabut Asap Pekanbaru, Komunitas Ini Sediakan Buku Bacaan

Hibur Pengungsi Kabut Asap Pekanbaru, Komunitas Ini Sediakan Buku Bacaan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X