Guru yang Setrap Anak Anggota DPRD Dilaporkan ke Polisi

Kompas.com - 11/09/2019, 13:05 WIB
Kasri guru Agama di SDN 4 Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. KOMPAS.COM/IDHAM KHALIDKasri guru Agama di SDN 4 Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR, KOMPAS.com - Guru agama di SDN 4 Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Kasri, yang menyetrap anak seorang anggota DRPD Lombok Timur, dilaporkan ke polisi.

Mahrus anggota DPRD Lombok Timur Dapil V, suami dari Endang Srihartuti, membenarkan istrinya telah melaporkan Kasri karena telah melakukan pemukulan terhadap anaknya, pada Rabu (4/9/2019).

"Iya benar, istri saya melapor ke polisi, karena tidak terima pelakuan terhadap anaknya," ungkap Mahrus, saat dikonfirmasi, Selasa (10/9/2019).

Baca juga: Anak Disetrap, Istri Anggota DPRD Lombok Timur Ngamuk dan Diduga Pukul Guru

Mahrus menyebutkan, perselisihan dengan guru tersebut tidak bisa diselesaikan secara kekeluagaan karena guru tersebut hanya sekali mendatangi rumahnya untuk minta maaf.

"Waktu itu dia bersama kepala sekolah, bersama anggota Komite datang ke rumah untuk minta maaf, tapi itu hanya sekali," kata Mahrus.

Jika kejadian seperti ini, lanjut Mahrus, seharusnya guru tersebut tidak hanya sekali ke rumah, tapi perlu berkali-kali untuk mencapai mufakat.

"Kalau menurut saya, bukan hanya sekali saja guru datang ke rumah, itu pun datang waktu itu istri saya tidak ada di rumah, menurut saya perlu banyak bertemu agar mencapai kesepakatan," ungkap Mahrus.

Ia menyebut, tidak bisa menahan istrinya agar tidak melapor ke polisi. "Saya tidak bisa menahan istri saya agar tidak melapor, karena itu haknya," ungkap Mahrus.

Sementara, Kasri membenarkan bahwa dirinya pernah dilaporkan ke polisi dan pernah dimintai keterangan pada Sabtu (8/9/2019) lalu.

Kasri menyebut, dalam pemeriksaan itu, ia disarankan polisi agar diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kemarin Sabtu saya dimintai keterangan sama polisi, tapi disarankan oleh polisi untuk diselesaikan secara kekeluargaan," ungkap Kasri.

Polisi menyarankan dirinya untuk membuat surat kepada yang bersangkutan agar masalah itu bisa diselesaikan di sekaloh.

Namun, jika tidak berhasil dengan mediasi, disarankan untuk membuat surat di Kantor Desa untuk dimediasi.

"Saran polisi untuk membuat surat di Kantor Desa, agar bisa dimediasi, tapi dia (istri anggota Dewan) tidak mau datang," ungkap Kasri.

Baca juga: Kesaksian Guru SMK yang 6 Tahun Pakai Mobil Pikap Esemka Bima

Sebelumnya diberitakan, Endang Srihartuti diduga memukul dan mencaci maki Kasri, Rabu (4/9/2019) lalu.

Endang tak terima Kasri memberikan sanksi setrap kepada anaknya, AH, dengan menggunakan tangan.

Kasri memberikan setrap lantaran AH yang duduk di bangku kelas 5 SD itu membuat temannya menangis.

"Menurut saya, itu hal yang sudah saya pertimbangkan batas kewajaran saya bagimana mendidik anak dengan memberi sedikit hukuman dengan setrap," ungkap Kasri.

Setelah kejadian itu, AH mengadu dan orangtuanya datang ke sekolah dengan marah-marah memukul sang guru agama sambil berkata tak pantas.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalam Sehari, 2 PDP Covid-19 di Sidoarjo Meninggal

Dalam Sehari, 2 PDP Covid-19 di Sidoarjo Meninggal

Regional
Kondisi Membaik Selama Karantina Mandiri, Pasien Positif di Jombang Tunggu Hasil Swab

Kondisi Membaik Selama Karantina Mandiri, Pasien Positif di Jombang Tunggu Hasil Swab

Regional
Ditangkap Usai Jambret Ponsel Milik Bocah, Pelaku Ini Mengaku Baru Pendalaman

Ditangkap Usai Jambret Ponsel Milik Bocah, Pelaku Ini Mengaku Baru Pendalaman

Regional
Sebanyak 125 Warga Binaan Rutan Malendeng Manado Jalani Asimilasi di Rumah

Sebanyak 125 Warga Binaan Rutan Malendeng Manado Jalani Asimilasi di Rumah

Regional
Update Kabar Baik Corona di Lampung, 7 dari 16 Pasien Positif Dinyatakan Sembuh

Update Kabar Baik Corona di Lampung, 7 dari 16 Pasien Positif Dinyatakan Sembuh

Regional
Gubernur Banten Minta Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangsel Segera Lakukan PSBB

Gubernur Banten Minta Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangsel Segera Lakukan PSBB

Regional
Sebanyak 1.222 Karyawan di Banyumas Dirumahkan, Diusulkan Dapat Bantuan

Sebanyak 1.222 Karyawan di Banyumas Dirumahkan, Diusulkan Dapat Bantuan

Regional
Walau Pasien Positif Corona 53 Orang Per 7 April, Sumut Belum Ajukan PSBB

Walau Pasien Positif Corona 53 Orang Per 7 April, Sumut Belum Ajukan PSBB

Regional
Di Banyuwangi, Dompet Dhuafa Hadirkan Bilik Disinfektan “Drive Thru” Bagi Ojek Online

Di Banyuwangi, Dompet Dhuafa Hadirkan Bilik Disinfektan “Drive Thru” Bagi Ojek Online

Regional
Rapid Test 3.500 ODP di Jawa Tengah, 53 Orang Tunjukkan Hasil Reaktif

Rapid Test 3.500 ODP di Jawa Tengah, 53 Orang Tunjukkan Hasil Reaktif

Regional
Minimalisir Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Wajibkan Warga Pakai Masker Kain

Minimalisir Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Wajibkan Warga Pakai Masker Kain

Regional
Ridwan Kamil Siapkan Hotel Grand Preanger untuk Tempat Tinggal Para Tenaga Medis

Ridwan Kamil Siapkan Hotel Grand Preanger untuk Tempat Tinggal Para Tenaga Medis

Regional
Cuek 'Dugem' Saat Wabah Corona, 71 Pengunjung Hotel di Batam Diamankan

Cuek "Dugem" Saat Wabah Corona, 71 Pengunjung Hotel di Batam Diamankan

Regional
Masuk Zona Merah Covid-19, Gubernur Sulsel Pikir-pikir Terapkan PSBB

Masuk Zona Merah Covid-19, Gubernur Sulsel Pikir-pikir Terapkan PSBB

Regional
3 Warga Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Minum Kopi di Pondok

3 Warga Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Minum Kopi di Pondok

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X