Kompas.com - 11/09/2019, 11:56 WIB
Anak-anak usia sekolah dasar di Kampung Pupung, Desa Rondo Woing, Kecamatan Ranamese, Kab. Manggarai Timur, Flores, NTT 2017, sedang membaca buku di Rumah Baca Cengka Ciko. Foto ini diterima KOMPAS.com, Selasa, (10/9/2019). (ARSI/RUMAH BACA CENGKA CIKO/KOMPAS.com/MARKUS MAKUR) KOMPAS.com/MARKUS MAKURAnak-anak usia sekolah dasar di Kampung Pupung, Desa Rondo Woing, Kecamatan Ranamese, Kab. Manggarai Timur, Flores, NTT 2017, sedang membaca buku di Rumah Baca Cengka Ciko. Foto ini diterima KOMPAS.com, Selasa, (10/9/2019). (ARSI/RUMAH BACA CENGKA CIKO/KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

BORONG, KOMPAS.com - Rumah Baca Cengka Ciko adalah sebuah taman baca yang terletak di Kampung Pupung, Desa Rondo Woing, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Flores Nusa Tenggara Timur.

Cengka Ciko merupakan bahasa lokal di wilayah Manggarai Raya. Cengka yang berarti membuka, menyibak dan ciko berarti pinggiran, pelosok, terisolasi.

Jadi, Cengka Ciko dapat terjemahkan sebagai membuka isolasi dari berbagai aspek kehidupan.

Taman baca ini diinisiasi oleh seorang guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Murni Ruteng, Kabupaten Manggarai Romanus Rudianto Pantur.

Tekadnya sangat sederhana, agar anak-anak yang mengenyam pendidikan di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Desa Rondo Woing, mampu bersaing dengan anak-anak lain di seluruh desa di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.

Baca juga: Berkat Mahasiswa, Lahan Bekas Kuburan Disulap Jadi Taman Baca

Pantur mengatakan, salah satu caranya adalah dengan melatih anak-anak memiliki minat membaca dan menulis, serta mengenal berbagai perkembangan dunia melalui ilmu pengetahuan.

“Saya bolak balik Ruteng-Pupung dengan jarak tempuh ratusan kilometer dengan sepeda motor, untuk mendirikan Cengka Ciko. Niat saya ingin membantu anak-anak sekolah di pedalaman itu untuk giat membaca dan menulis," ujar Pantur kepada Kompas.com, Selasa, (10/9/2019).

Pantur menjelaskan, rumah baca yang berdiri sejak 2017 ini lahir dari keprihatiannya bagi anak-anak sekolah yang minim membaca buku, karena kekurangan fasilitas, sarana dan prasarana.

Rumah Baca Cengka Ciko hanya beratap ijuk dari pohon Enau.

Dinding rumah baca hanya dibuat dari bambu yang dibangun secara sederhana.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.