Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Wali Kota Hendi Harap Festival Kota Lama Datangkan Banyak Wisatawan

Kompas.com - 11/09/2019, 10:08 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bertemu dengan Muhammad Dito Rohmanudin (15) di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC), di Jalan KH Ahmad Dahlan, Semarang, Jumat (6/9/2019). Siswa YCAP yang menderita tuna daksa ini merupakan Pembalap Kursi Roda, DOK. IstimewaWali Kota Semarang Hendrar Prihadi bertemu dengan Muhammad Dito Rohmanudin (15) di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC), di Jalan KH Ahmad Dahlan, Semarang, Jumat (6/9/2019). Siswa YCAP yang menderita tuna daksa ini merupakan Pembalap Kursi Roda,


KOMPAS.com
- Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berharap penyelenggaraan Festival Kota Lama tahun 2019 dapat lebih banyak menarik kunjungan wisatawan ke Kota Semarang.

Pasalnya penyelenggaraan festival tersebut kali ini lebih panjang atau lama dari sebelumya. Bila pada tahun lalu Festival Kota Lama biasanya berlangsung selama 3 hari maka pada tahun ini menjadi 11 hari. 

"Diharapkan mampu menggaet pasar wisatawan mancanegara pula, karena pada gelaran ke-8 nya kali ini, Festival Kota Lama mengusung tema Indische Parade menyongsong destinasi wisata dunia," jelas wali kota yang akrab di sapa Hendi ini di Semarang, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Cerita Sukses Wali Kota Hendi Revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang

Apalagi, kata Hendi, penyelenggaran festival dari tanggal 12 sampai 22 September itu bertepatan dengan off season, sehingga diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan Kota Semarang dan bisa menggerakan perputaran ekonomi. 

Lebih lanjut, Hendi meyakini Festival Kota Lama tahun ini akan lebih semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini karena ada banyak hal berbeda yang akan ditemui.

"Mulai dari infrastruktur lebih baik, kawasannya yang lebih tertata, penyelenggaraanya yang lebih lama, dan kegiatannya juga yang lebih banyak dibanding festival tahun kemarin," jelas Hendi.

Kawasan bebas kendaraaan

Di sisi lain, penyelenggaraan Festival Kota Lama dengan hari yang lebih panjang dari sebelumnya, dapat menjadi uji coba Pemerintah Kota Semarang dalam menerapkan kebijakan kawasan bebas kendaraan di Kota Lama.

Pasalnya dalam penyelenggaraannya, Festival Kota Lama akan menutup sejumlah jalur kendaraan bermotor.

Diantaranya Jalan Kepodang yang akan ditutup pada 15 September, Jalan Sayangan pada tanggal 21 September, dan Jalan Merak, Jalan Suprapto, serta Jalan Cendrawasih akan ditutup pada 22 September.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari menegaskan jika penyelenggaraan Festival Kota Lama akan memperkuat atmosfir heritage di kawasan bersejarah Kota Semarang itu.

Baca juga: Hendi Optimistis, Filosofi Kopi Akan Membuat Kota Lama Bergeliat

Hal ini karena penyelenggaran Festival Kota Lama akan menggunakan sejumlah lokasi ikonik seperti Taman Kota Lama, Gedung Soesman's Kantoor, Monod Diephuis, Gereja Blenduk, Oudetrap, Marabunta, Taman Srigunting, Tekodeko Koffehuis, Jalan Kepodang dan Jalan Letjend Suprapto.

Lebih lanjut Indriyasari menjelaskan sebagai puncak acara di penghujung festival akan digelar Indische Parade. Dalam parade ini akan ditampilkan atraksi-atraksi seni dan budaya, komunitas transportasi antik dan beragam busana hasil akulturasi Kota Semarang.

“Alhamdulillah agenda ini disambut baik oleh banyak pihak pemilik bangunan dan komunitas yang ikut serta dalam Festival Kota Lama. Berarti Pemerintah Kota Semarang tidak sendirian, banyak pihak sepakat dengan pak wali kota untuk mewujudkan cita-cita Kota Lama sebagai warisan cagar budaya dunia,” tutur Indriyasari.

Baca tentang
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akibat Kemarau Panjang, Harga Cabai Rawit Tembus Rp 150 Ribu Per Kg

Akibat Kemarau Panjang, Harga Cabai Rawit Tembus Rp 150 Ribu Per Kg

Regional
Janin Ditemukan di Ruang Kelas, Siswi SMK Heboh

Janin Ditemukan di Ruang Kelas, Siswi SMK Heboh

Regional
Fakta Lengkap Gempa Tuban 2 Kali di Laut Jawa, Analogi Segitiga hingga Terasa Sampai Bandung dan Bima

Fakta Lengkap Gempa Tuban 2 Kali di Laut Jawa, Analogi Segitiga hingga Terasa Sampai Bandung dan Bima

Regional
Foto Syur Wanita Berbaju PNS Viral, Pemprov Jabar Lakukan Penelusuran

Foto Syur Wanita Berbaju PNS Viral, Pemprov Jabar Lakukan Penelusuran

Regional
TNI Perbatasan Gagalkan Penyelundupan Mobil Land Cruiser Asal Malaysia

TNI Perbatasan Gagalkan Penyelundupan Mobil Land Cruiser Asal Malaysia

Regional
Kisah Iman, Anak Yatim Penjual Gorengan di Trotoar: Dapat Rp 30.000 Sehari hingga Diajak Belanja ke Mal oleh Dedi Mulyadi

Kisah Iman, Anak Yatim Penjual Gorengan di Trotoar: Dapat Rp 30.000 Sehari hingga Diajak Belanja ke Mal oleh Dedi Mulyadi

Regional
Ketika Imam Katolik Minta Maaf di Hadapan Jasad ODGJ Korban Pasung...

Ketika Imam Katolik Minta Maaf di Hadapan Jasad ODGJ Korban Pasung...

Regional
Fakta 20 Anak Dijadikan Pengemis di Medan, Disuruh Ibu Minta-minta di Jalan Saat Malam Hari

Fakta 20 Anak Dijadikan Pengemis di Medan, Disuruh Ibu Minta-minta di Jalan Saat Malam Hari

Regional
Kasus Kekerasan Seksual Merebak di Karawang, 'Safe House' Dibutuhkan

Kasus Kekerasan Seksual Merebak di Karawang, "Safe House" Dibutuhkan

Regional
Pemprov Gorontalo Siap Ganti Rugi Sawah yang Gagal Panen Akibat Kemarau

Pemprov Gorontalo Siap Ganti Rugi Sawah yang Gagal Panen Akibat Kemarau

Regional
Tim Gabungan Dikerahkan Atasi Kebakaran di Hutan Lereng Barat Gunung Slamet

Tim Gabungan Dikerahkan Atasi Kebakaran di Hutan Lereng Barat Gunung Slamet

Regional
Desa Ini Diteror Pria Misterius yang Raba dan Cium Wanita Saat Tidur

Desa Ini Diteror Pria Misterius yang Raba dan Cium Wanita Saat Tidur

Regional
Bentrokan OKP dan TNI di Medan, 1 TNI Luka, Identitas Pelaku Masih Rahasia

Bentrokan OKP dan TNI di Medan, 1 TNI Luka, Identitas Pelaku Masih Rahasia

Regional
Kisah di Balik Bocah 9 Tahun Mengemis di Aceh, Disiksa Orangtua Jika Pulang Tak Bawa Uang

Kisah di Balik Bocah 9 Tahun Mengemis di Aceh, Disiksa Orangtua Jika Pulang Tak Bawa Uang

Regional
Uji Lab Ungkap Sayur di Ambon Terpapar Pestisida, Petani Merugi

Uji Lab Ungkap Sayur di Ambon Terpapar Pestisida, Petani Merugi

Regional
komentar di artikel lainnya