Kabut Asap di Palangkaraya Semakin Pekat di Malam Hari, Warga Keluhkan Sesak Napas

Kompas.com - 11/09/2019, 07:05 WIB
Foto kondisi suasana saat kabut asap selimuti kota Palangkaraya di malam hari, Selasa (10/9/2019). KOMPAS.com/KURNIA TARIGANFoto kondisi suasana saat kabut asap selimuti kota Palangkaraya di malam hari, Selasa (10/9/2019).

PALANGKARAYA, KOMPAS.com – Meningkatnya jumlah titik api di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) membuat kabut asap malam hari semakin terasa pekat dan tebal. 

Warga yang harus beraktivitas di luar rumah saat malam hari merasa sangat terganggu, serta mulai mengeluhkan sesak napas.

Menurut data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut, Palangkaraya, ada peningkatkan jumlah titik panas atau hot spot yang cukup tinggi di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. 

Tercatat pada Selasa (10/9/2019) ada 1.042 hot spot. Sedangkan pada Senin (9/9/2019) hanya ada 370 hot spot. Artinya dari Senin ke Selasa ada peningkatan jumlah hot spot mencapai hampir lima kali lipat.

Baca juga: Dampak Bencana Kabut Asap, 7 Penerbangan Delay hingga Sekolah Diliburkan

Sementara di Kota Palangkaraya sendiri terpantau ada sebanyak 119 hot spot per Selasa. Sedangkan pada Senin hanya 28 hot spot.

Penyebab naiknya titik panas ini lantaran kebakaran lahan gambut meluas, sehingga menimbulkan kabut asap pekat. 

Menurut BMKG, kabut asap kebakaran lahan gambut ini berdampak buruk bagi kesehatan sehingga warga harus lebih waspada.

BMKG menyarankan warga untuk menggunakan pelindung pernapasan atau masker saat beraktivitas di luar rumah.

Kabut asap juga berbahaya karena membuat jarak padang menjadi pendek.

Baca juga: Kabut Asap Tebal di Landak Kalimantan Barat, Sekolah Diliburkan 4 Hari

Warga keluhkan sesak napas

Berdasarkan data dari papan indeks standar pencemaran udara (ISPU) yang ada di pusat Kota Palangkaraya, kualitas udara di Palangkaraya kini sudah masuk pada katagori tidak sehat, dengan angka PM10 = 179.

Pantauan Kompas.com, kabut asap semakin pekat pada malam hari. Hal itu membuat sejumlah aktivitas warga di malam hari terganggu. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X