Bangun Istana Negara di Jayapura, Sumbang Lahan 10 Hektare hingga MRP Tak Dilibatkan Saat Pertemuan

Kompas.com - 11/09/2019, 06:43 WIB
Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan ikut mendampingi Presiden Joko Widodo saat bertemu tokoh Papua dan Papua Barat di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Biro pers setpresKepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan ikut mendampingi Presiden Joko Widodo saat bertemu tokoh Papua dan Papua Barat di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (10/9/2019).
Editor Rachmawati

"Kita bertanya-tanya. Tidak ada satu pun substansi yang mempersoalkan rasisme yang kemarin terjadi terhadap mahasiswa, diskriminasi yang terjadi terhadap mahasiswa. Dan bukan hanya mahasiswa, orang Papua [secara keseluruhan]," ujarnya kepada BBC News Indonesia.

Ia mengatakan pihak-pihak yang terlibat dalam demonstrasi tanggal 19-21 Agustus tidak diundang dalam dialog Jokowi dengan para tokoh Papua.

"Ini kan sangat disesalkan. Bagaimana kita mau menyelesaikan persoalan," kata Yan.

Baca juga: Ketua MRP Bantah Kepulangan Mahasiswa Papua karena Maklumat yang Dikeluarkan

Lebih jauh, Yan menilai 10 aspirasi yang disampaikan kepada Presiden "tidak mewakili kebutuhan masyarakat Papua"

Yan Christian Warinussy yang juga direktur Lembaga Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari mengatakan, yang dibutuhkan di Papua adalah "keadilan untuk menyelesaikan pelanggaran HAM serta klarifikasi sejarah masa lalu terkait integrasi Papua ke Republik Indonesia".

Kedua hal tersebut seharusnya dilakukan, menurut Undang-Undang Otonomi Khusus, antara lain dengan membentuk Pengadilan HAM serta Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi.

"Dua persoalan ini tidak pernah diselesaikan selama Otsus (otonomi khusus) berlangsung. Sementara uangnya akan habis pada 2021," ungkapnya.

Menurut Yan, hal yang diinginkan masyarakat Papua adalah dialog yang menyeluruh dan inklusif. Artinya, melibatkan semua pihak — termasuk pihak yang tidak sejalan dengan pemerintah.

Baca juga: MRP Anggap Kepulangan Ratusan Mahasiswa Papua Seperti Musibah Baru

"Kan mereka juga anak bangsa," katanya.

Sementara itu dilansir dari Kompas.com, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Adita Irawati mengatakan status Abisai yang merupakan eks timses Jokowi hanya kebetulan.

Ia menegaskan, pihak Istana tidak memilih-milih tokoh yang diundang dari sikap politiknya di pilpres lalu.

"Ya saya rasa mungkin kebetulan saja ya. Enggak mungkinlah dalam konteks sekarang Bapak hanya mengundang yang sudah mendukung beliau. Pasti kan semua yang adalah, harusnya demikian. Ini kebetulan saja mungkin," ujar dia.

Baca juga: 200 Mahasiswa asal Papua Pulang Kampung, MRP Akan Evaluasi Maklumat

SUMBER: KOMPAS.com ( Ihsanuddin, Dhias Suwandi), BBC Indonesia, Antaranews.com

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Regional
Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

Regional
Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Regional
Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Regional
Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Regional
8 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Nama-nama Korban

8 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Nama-nama Korban

Regional
1 Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Jalani Tes Swab

1 Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Jalani Tes Swab

Regional
Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Regional
Cuci Timah di Sungai, Penambang Tewas Diduga Diserang Buaya

Cuci Timah di Sungai, Penambang Tewas Diduga Diserang Buaya

Regional
Mulai Senin Ini, Tidak Pakai Masker di Pekanbaru Denda Rp 250.000

Mulai Senin Ini, Tidak Pakai Masker di Pekanbaru Denda Rp 250.000

Regional
Picu Bentrokan dan Identik Ugal-ugalan, Polisi Tasikmalaya Akan Tindak Tegas Pemilik Knalpot Bising

Picu Bentrokan dan Identik Ugal-ugalan, Polisi Tasikmalaya Akan Tindak Tegas Pemilik Knalpot Bising

Regional
Gubernur Kalsel: Wali Kota Banjarbaru Kepala Daerah yang Gigih Perangi Covid-19

Gubernur Kalsel: Wali Kota Banjarbaru Kepala Daerah yang Gigih Perangi Covid-19

Regional
Delapan Guru dan Belasan Pelajar di Kalbar Positif Covid-19

Delapan Guru dan Belasan Pelajar di Kalbar Positif Covid-19

Regional
Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Dikarantina

Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Dikarantina

Regional
Terlelap Tidur, Warga Desa di Situbondo Diserang Massa, 4 Mobil Dirusak, Satu Kios Bensin Dibakar

Terlelap Tidur, Warga Desa di Situbondo Diserang Massa, 4 Mobil Dirusak, Satu Kios Bensin Dibakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X