Kekeringan, Warga Meletakkan Wadah Air di Depan Rumah Setiap Hari

Kompas.com - 10/09/2019, 16:57 WIB
Tunggu Dermawan Air Bersih, Tiap Hari Warga Polman Jejer Wadah Air di Depan Rumah KOMPAS.com/JUNAEDITunggu Dermawan Air Bersih, Tiap Hari Warga Polman Jejer Wadah Air di Depan Rumah

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com – Krisis air bersih selama 3 bulan terakhir yang dialami warga Polewali Mandar, Sulawesi Barat, membuat warga bingung mencari sumber air bersih, meski hanya untuk masak dan minum.

Sejak sumur galian mereka kering dan sumber air PDAM macet, warga kini hanya berharap uluran tangan para dermawan atau perwakilan pemerintah daerah untuk membagikan air bersih.

Setiap hari, warga meletakkan wadah air bersih di depan rumah.

Mereka berharap akan ada dermawan yang mengisi wadah mereka dengan air bersih.

Warga menggunakan wadah air bersih seperti jeriken, ember, drum dan wadah apa saja untuk diletakkan di depan rumah mereka.

Baca juga: Cerita Warga NTB Saat Kekeringan, Tidak Mandi hingga Sering Menahan Buang Air

Sebelumnya, warga yang mengalami kekeringan memanfaatkan air sungai. Namun, sejak sungai kering, warga kebingungan mencari alternatif air bersih.

"Ini sudah empat bulan kemarau. Karena sumur-sumur dan sungai juga kering, terpaksa hanya menunggu bantuan dermawan seperti ini,”ujar Darmi, warga desa setempat yang ikut antre berjam-jam sejak pagi sebelum pembagian air bersih tiba, Selasa (10/9/2019).

Minimnya sumber air yang dibagikan ke desa-desa membuat warga kerap kecewa, karena tak kebagian air bersih.

Padahal, mereka sudah menunggu seharian agar wadahnya terisi air bersih.

Warga berharap pemerintah daerah turun tangan membagikan air bersih, setidaknya 2 kali seminggu, agar warga bisa memenuhi kebutuhan air, meski hanya untuk masak dan minum saja.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Cadas Pangeran, Jalan Legendaris yang Menelan Korban Ribuan Jiwa

Kisah Cadas Pangeran, Jalan Legendaris yang Menelan Korban Ribuan Jiwa

Regional
Ikan-ikan Mati di Sungai Citarum, Ini Dugaan Penyebabnya

Ikan-ikan Mati di Sungai Citarum, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Tenaga Medis RSUD Wonogiri Positif Covid-19 Bertambah 9, Total 60 Orang

Tenaga Medis RSUD Wonogiri Positif Covid-19 Bertambah 9, Total 60 Orang

Regional
Guru SMP di Jatim Meninggal Positif Covid-19, 67 Pegawai Rapid Test, Ini Hasilnya

Guru SMP di Jatim Meninggal Positif Covid-19, 67 Pegawai Rapid Test, Ini Hasilnya

Regional
RSUD AWS Samarinda Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

RSUD AWS Samarinda Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] 12 Tahun Jadi Tentara Gadungan | Viral Prank Daging Isi Sampah

[POPULER NUSANTARA] 12 Tahun Jadi Tentara Gadungan | Viral Prank Daging Isi Sampah

Regional
Kisah Agus Berdayakan Korban PHK Saat Pandemi Lewat Wastafel Portabel

Kisah Agus Berdayakan Korban PHK Saat Pandemi Lewat Wastafel Portabel

Regional
Positif Corona, Gubernur Kepri Isdianto Minta Maaf

Positif Corona, Gubernur Kepri Isdianto Minta Maaf

Regional
Menghilang, Bos Arisan yang Tipu Ratusan Anggotanya Diminta Kooperatif

Menghilang, Bos Arisan yang Tipu Ratusan Anggotanya Diminta Kooperatif

Regional
15 Tahun Aisyah Terbaring di Kasur, Ibu: Saya Ingin Anak Saya Bisa Bicara dan Berjalan Seperti Lainnya

15 Tahun Aisyah Terbaring di Kasur, Ibu: Saya Ingin Anak Saya Bisa Bicara dan Berjalan Seperti Lainnya

Regional
Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Regional
'Tracing' Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

"Tracing" Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Regional
10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

Regional
4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X