Penusuk Santri Minum 20 Obat-obatan Terlarang Sebelum Membunuh

Kompas.com - 10/09/2019, 16:04 WIB
AKBP Roland Ronaldy menunjukan barang bukti dari tangan JH yang menjual obat-obatan kepada dua orang tersangka pembunuhan santri, YS dan MR, di kantor Polres Cirebon Kota, Senin (9/9/2019). MUHAMAD SYAHRI ROMDHONAKBP Roland Ronaldy menunjukan barang bukti dari tangan JH yang menjual obat-obatan kepada dua orang tersangka pembunuhan santri, YS dan MR, di kantor Polres Cirebon Kota, Senin (9/9/2019).

CIREBON, KOMPAS.com - Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy menyebut YS dan MR, pelaku penusukan Rozien mengonsumsi obat-obatan sebelum beraksi.

Keduanya diduga terpengaruh efek obat-obatan tersebut sehingga merasa tidak takut, dan di bawah kendali kesadaran.

"Kami menindaklanjuti dari keterangan tersangka, bahwa yang bersangkutan melakukan tindak pidana tersebut (penusukan) atas pengaruh obat. Sore hari nya (Jumat 6/9/10) sebelum beraksi. 20 butir informasinya. Dua-duanya masing-masing 20 butir,” kata Roland, saat gelar perkara, Senin (9/9/2019).

Baca juga: Melawan Saat Ditangkap, 2 Pembunuh Santri Ditembak

Obat-obatan itu, kata Roland, didapati kedua pelaku yang masih berusia 19 tahun dari seorang penjual yang berada di sekitar Terminal Harjamukti, Kota Cirebon.

Polisi langsung melakukan pengejaran dan mendapatkan orang yang dimaksud berinisial JH.

Dari tangan JH, Satuan Narkoba Polres Cirebon Kota mengamankan sebanyak 900 butir obat-obatan.

Ada 500 butir tramadol, 200 butir tramadol HCI, dan 200 butir trihex. JH juga merupakan residivis kasus pemerasan beberapa tahun lalu.

Tak hanya JH, polisi juga menangkap tujuh tersangka lainnya dengan kasus yang sama, yakni penyalahgunaan obat-obatan keras dan terbatas dengan jumlah total 1.850 butir. 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, JH dan ketujuh tersangka lainnya, terancam Pasal 197 juncto 196 Undang-Undang 2006 tentang Kesehatan, dengan ancaman sembilan tahun penjara. 

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku yang Tusuk Santri hingga Tewas

Sebelumnya diberitakan, Mohammad Rozien (17), santri pondok pesantren Husnul Khotimah ditusuk orang tak dikenal hingga meninggal dunia saat menunggu ibunya di Jalan Ciptomangunkusumo, Kota Cirebon, Jumat (6/9/2019) malam.

Polisi langsung mengejar dan menangkap dua orang sebagai pelaku yakni YS dan MR, yang masih berusia 19 tahun.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota Madiun Lombakan Kedisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19, Juara Satu Dapat Satu Ton Beras

Kota Madiun Lombakan Kedisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19, Juara Satu Dapat Satu Ton Beras

Regional
Pasar Cihapit Jadi Tongkrongan Anak Muda Gaul di Bandung, Dulunya Kamp Tawanan Jepang

Pasar Cihapit Jadi Tongkrongan Anak Muda Gaul di Bandung, Dulunya Kamp Tawanan Jepang

Regional
Berebut Tanah Yayasan, Ibu dan Anak di Purbalingga Saling Lapor ke Polisi

Berebut Tanah Yayasan, Ibu dan Anak di Purbalingga Saling Lapor ke Polisi

Regional
Bertambah 28, Total 2.822 Kasus Positif Covid-19 di Sulut

Bertambah 28, Total 2.822 Kasus Positif Covid-19 di Sulut

Regional
Didatangai Ketua DPRD, Siswi di Magetan yang Tinggal di Bekas Kandang Ayam Menangis Ingin Tetap Sekolah

Didatangai Ketua DPRD, Siswi di Magetan yang Tinggal di Bekas Kandang Ayam Menangis Ingin Tetap Sekolah

Regional
Ketua Komisi X: Para Siswa Sudah Rindu Suasana Sekolah

Ketua Komisi X: Para Siswa Sudah Rindu Suasana Sekolah

Regional
Polisi Sebut Warga yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK Diduga Masih Ada Hubungan Keluarga

Polisi Sebut Warga yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK Diduga Masih Ada Hubungan Keluarga

Regional
49 Tenaga Medis RSUD Wonogiri Sembuh, 30 Orang Menunggu Hasil Swab

49 Tenaga Medis RSUD Wonogiri Sembuh, 30 Orang Menunggu Hasil Swab

Regional
Kontroversi Jerinx SID di Media Sosial hingga Berujung Laporan Polisi

Kontroversi Jerinx SID di Media Sosial hingga Berujung Laporan Polisi

Regional
3 Hari Pelarian Warga Jombang Positif Covid-19 di Pontianak, Menggelandang ke Hutan karena Ditolak Teman

3 Hari Pelarian Warga Jombang Positif Covid-19 di Pontianak, Menggelandang ke Hutan karena Ditolak Teman

Regional
Polisi Amankan 2 Orang yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK, Petugas Dipukuli dan Mobil Digulingkan

Polisi Amankan 2 Orang yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK, Petugas Dipukuli dan Mobil Digulingkan

Regional
Jalan Kaki Mengelilingi Batas Desa, Tradisi Unik Masyarakat Indramayu

Jalan Kaki Mengelilingi Batas Desa, Tradisi Unik Masyarakat Indramayu

Regional
927 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Fasilitas Publik Pemprov Jabar

927 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Fasilitas Publik Pemprov Jabar

Regional
Wakil Ketua Komisi IV: Pemerintah Sebaiknya Ikuti Rekomendasi PBNU Hentikan Ekspor Benih Lobster

Wakil Ketua Komisi IV: Pemerintah Sebaiknya Ikuti Rekomendasi PBNU Hentikan Ekspor Benih Lobster

Regional
Satu Keluarga Guru SMPN 11 di Kota Madiun Positif Corona

Satu Keluarga Guru SMPN 11 di Kota Madiun Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X