Bunuh Mertuanya, Wahono Terancam Penjara Seumur Hidup

Kompas.com - 10/09/2019, 15:22 WIB
Wahono, pelaku pembunuhan terhadap mertuanya di rumah tahanan Polres Kendal. KOMPAS.com/SLAMET PRIYATIN KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATINWahono, pelaku pembunuhan terhadap mertuanya di rumah tahanan Polres Kendal. KOMPAS.com/SLAMET PRIYATIN

KENDAL, KOMPAS.com - Pembunuhan yang dilakukan oleh Wahono (32) terhadap mertuanya, Ponijan (57), murni karena sakit hati. Pembunuhan itu sudah direncanakan.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Nanung Nugroho, kepada Kompas.com, Selasa (10/09), mengatakan, Wahono tega membunuh mertuanya karena sakit hati setelah korban meminta dia untuk menceraikan istrinya.

Saat ini, kata Nanung, warga Nolokerto, Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, tersebut, sudah ditahan di kantor Polres Kendal. Sementara penyidikan dilakukan oleh Polsek Kaliwungu.

Sementara itu, Kapolsek Kaliwungu AKP Akhwan Nadhirin menambahkan, pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi terkait kasus ini.

Baca juga: Polisi Ditemukan Tewas di Belakang Kantor, Diduga Bunuh Diri

 

Menurut Akhwan, dari hasil pemeriksaan, pelaku disebut telah melakukan pembunuhan berencana. 

“Pelaku diancam Pasal 338, 340 dan 351 KUHP, dengan hukuman seumur hidup,” ujarnya.

Menurut Akhwan, pelaku sebenarnya lari menyelamatkan diri ke kantor polisi Kaliwungu setelah menganiaya korban. Ia takut dimassa oleh orang kampung.

“Pelaku langsung kami amankan, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Akhwan menceritakan, kasus pembunuhan itu pertama kali diketahui oleh anak pelaku.

Saat itu, Minggu (08/09) pagi, istri pelaku, Ria Fidayani, meminta anaknya untuk membangunkan kakeknya, Ponijan, yang masih tidur.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Regional
Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Regional
Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X