Fakta Kecelakaan Bus Mira Vs Innova di Nganjuk-Madiun, Sempat Ambil Video hingga 3 Penumpang Tewas

Kompas.com - 10/09/2019, 14:05 WIB
Ilustrasi kecelakaan tanpa seat belt belakang theaustralian.com.auIlustrasi kecelakaan tanpa seat belt belakang

KOMPAS.com — Kecelakaan maut terjadi antara bus penumpang Mira dan sebuah mobil Innova di Jalan Nganjuk-Madiun, Jawa Timur, Senin (9/9/2019).

Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang tewas dan satu luka-luka, semuanya merupakan penumpang Innova.

Dua penumpang meninggal di lokasi kecelakaan, salah satu korban adalah sopir Innova Panji Whisnu Kusuma (21), mahasiswa asal Kelurahan Cokromenggakan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, dan satu penumpang meninggal di rumah sakit.

Sementara sopir bus Mira yang ditabrak Innova bernama Tri Sumaryanto (53), warga Desa Jambewangi, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Berikut faktanya:

1. Kronologi kejadian

Ilustrasi garis polisi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi garis polisi.

Menurut salah satu saksi mata yang juga warga di sekitar lokasi, Siwi, mobil Innova melaju kencang dari Madiun menuju Nganjuk.

Namun, saat menyalip pengendara sepeda motor, tiba-tiba mobil bernopol AE 567 SC tersebut oleng ke kanan hingga menyeberang pembatas jalan.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju bus PO Mira bernopol S 7190 US. Kecelakaan pun tak terhindarkan.

"Mobil Innova terpental dengan kondisi rusak parah dan penumpangnya tewas dengan kondisi mengenaskan," kata Siwi, seperti dikutip dari Tribunnews.

Baca juga: Ini Kronologi Kecelakaan Bus Mira Vs Innova di Nganjuk-Madiun

2. Tiga tewas satu luka 

Ilustrasi tewas.Shutterstock Ilustrasi tewas.

Berdasarkan keterangan polisi, ada empat penumpang di dalam mobil Innova tersebut, tiga di antaranya tewas. Lalu, satu penumpang lain mengalami luka berat.

Salah satu korban tewas diketahui bernama Panji Whisnu Kusuma W (21), mahasiswa asal Kelurahan Cokromenggalan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo.

Menurut polisi, Panji adalah sopir mobil Innova. Sementara itu, polisi masih mendalami dan mengungkap identitas korban tewas lainnya. Sopir bus PO Mira hanya mengalami luka ringan.

"Saat ini para korban luka masih menjalani perawatan di Rumah Sakit. Tentu nanti setelah kondisi memungkinkan akan segera kami minta keterangan terkait kejadian kecelakaan tersebut," kata Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Regy Renata, Senin (9/9/2019).

Baca juga: Kecelakaan Bus Mira Nganjuk, 3 Penumpang Innova Tewas dan 1 Luka Berat

3. Mobil rusak parah

Ilustrasi kecelakaannastenkapeka Ilustrasi kecelakaan

Regy mengatakan, akibat kecelakaan tersebut, mobil Innova rusak parah, sedangkan bus PO Mira hanya rusak ringan.

"Mobil Innova mengalami kerusakan cukup parah dan bus Mira tidak mengalami kerusakan berarti. Untuk memastikan penyebab kecelakaan kami terus melakukan penyelidikan," ujarnya.

Baca juga: Polisi Sebut Truk Penyebab Kecelakaan di Bintaro Tak Langgar Aturan

4. Human error

ilustrasi sopiriStockphoto/forrest9 ilustrasi sopir

Sementara itu, Kasi Laka Subdit Gakum Ditlantas Polda Jatim Kompol Herry Setyo Susanto mengatakan, penyebab kecelakaan antara bus Mira dan Innova ialah human error atau faktor kelalaian.

Sopir diduga kurang konsentrasi dan kurang memperhatikan situasi jalan saat berpindah jalur yang akan dilewati bus Mira.

"Sopir Innova kurang hati-hati dalam mengendalikan laju kendaraan, diduga kurang konsentrasi," kata Herry.

"Innova berjalan oleng, berpindah lajur terlalu ke kanan tanpa memperhatikan situasi arus lalu lintas dari arah depan," katanya.

Baca juga: Kecelakaan Maut Bus Mira Vs Innova di Nganjuk Diduga Akibat Human Error

5. Polisi analisis kecelakaan

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Menurut Herry, pihak Ditlantas Polda Jatim telah mencoba menganalisis faktor kecelakaan dari berbagi sudut, seperti faktor jalan, kendaraan, cuaca, dan penerangan.

Hasilnya, faktor human error  lebih kuat sebagai faktor penyebab kecelakaan.

"Situasi jalan saat kejadian arus lalu lintasnya sedang, sementara cuacanya cerah. Hanya sopir Innova kurang hati-hati," ujarnya.

Baca juga: Kecelakaan Bocah SD yang Kehilangan Kaki, Polisi Tetapkan Sopir Truk Tersangka

6. Sempat ambil video

Ilustrasi video call atau panggilan video.SHUTTERSTOCK Ilustrasi video call atau panggilan video.

Sebelum kecelakaan maut terjadi, salah satu penumpang Innova sempat merekam aktivitas mereka di dalam mobil.

Detik-detik video diduga sebelum kecelakaan maut Innova vs bus Mira di Nganjuk-Madiun, Senin, beredar luas di media sosial.

Video yang berdurasi 44 detik tersebut memperlihatkan aktivitas sekelompok anak muda yang sedang menaiki mobil.

Tampak penumpang perempuan mengenakan baju kuning terlihat sedang make up.

Di bagian belakang, tampak pemuda berbaju merah sedang tiduran. Ia tidur di kursi paling belakang mobil.

Dalam video yang tersebar tersebut, terdengar pembicaraan laki-laki yang mengatakan, iki gaweo cerito gik. Lek aku nabrak-nabrak (Ini buat cerita gik, kalau aku nanti nabrak-nabrak).

Baca juga: Kecelakaan Bus Mira di Nganjuk-Madiun, Sebelum Tewas Korban Sempat Ambil Video

Sumber: Kompas.com (Michael Hangga Wismabrata, Candra Setia Budi, Achmad Faizal)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi 'New Normal' di Jabar Selama 14 Hari

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi "New Normal" di Jabar Selama 14 Hari

Regional
2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

Regional
UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

Regional
Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
Soal 'New Normal', Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Soal "New Normal", Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Regional
Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X