Kisah Warung Dian dan Barokah Unhas, Tempat Kenangan Bersama Sahabat

Kompas.com - 10/09/2019, 07:00 WIB
Di lokasi Workshop di Universitas Hassanuddin (Unhas), berbagai jenis dagangan bertebaran. Di jam makan siang, keramaian akan bertambah dua kali lipat. KOMPAS.com/HIMAWAN Di lokasi Workshop di Universitas Hassanuddin (Unhas), berbagai jenis dagangan bertebaran. Di jam makan siang, keramaian akan bertambah dua kali lipat.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Tidak sulit bagi mahasiswa yang berkuliah di Universitas Hasanuddin ( Unhas) Makassar untuk menemukan makanan yang mengenyangkan sekaligus enak.

Di Workshop yang berlokasi di area barat kampus Unhas, kita bisa menemukan itu.

Satu warung legendaris di area Workshop, Warung Dian, menjadi warung favorit mahasiswa yang kelaparan.

Ria, salah satu mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unhas mengatakan, harga makanan di Warung Dian sangat murah.

Baca juga: Kantin Salman ITB, Saksi Sejarah Orang-orang Berpengaruh di Indonesia

Indekos yang berada dekat dengan area Workshop yang dikelilingi makanan, membuat Ria tak perlu repot-repot untuk masak.

Ia hanya perlu merogoh kocek Rp 10.000 untuk makan di Warung Dian. harga itu tentu tidak bisa didapatkan jika makan di luar Unhas.

"Sesuai kantong mahasiswa, jadi tidak perlu bayar terlalu mahal. Selain itu, makanan ikan masaknya juga seperti makanan di rumah jadi sesuai dengan lidah," kata mahasiswa asal Barru ini.

Selain Ria, salah satu alumni kampus beralmamater merah tersebut, Fatmawati juga mengaku masih sering makan di tempat itu jika berkunjung ke Unhas.

Ia mengingat tempat itu sebagai tempat berkumpul dengan temannya sewaktu masih berkuliah di Unhas.

"Menunya tidak berubah jadi ingat masa-masa kuliah dulu. Walaupun tempatnya sekarang sudah lebih besar," kenang Fatma.

Tak hanya mahasiswa Unhas, beberapa warung legendaris di area Workshop Unhas juga sering menjadi persinggahan mahasiswa yang berasal dari kampus lain.

Di lokasi Workshop di Universitas Hassanuddin (Unhas), berbagai jenis dagangan bertebaran. Di jam makan siang, keramaian akan bertambah dua kali lipat.KOMPAS.com/HIMAWAN Di lokasi Workshop di Universitas Hassanuddin (Unhas), berbagai jenis dagangan bertebaran. Di jam makan siang, keramaian akan bertambah dua kali lipat.
Semisal Rivai, yang merupakan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang rutin mengunjungi Warung Barokah jika merasa lapar.

Baca juga: Kisah Kantin Mem di USU, Murah Meriah dan Tempat Makan Sebelum Demo

Nasi pecel menjadi menu favoritnya di warung ini.

"Kalau bagi saya warung ini bisa membuat saya tidak mengeluarkan uang banyak dan harganya sesuai dengan kantong mahasiswa," ungkapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X