7 Kisah Pasien Ditandu Menuju Puskesmas, Disebut "Ambulans Desa" hingga Selamatkan Ibu Melahirkan

Kompas.com - 10/09/2019, 05:25 WIB
Junaedi (40) terpaksa ditandu saat akan dibawa ke Puskesmas Cikeusik, Kabupaten Pandeglang lantaran akses jalan rusak, Selasa (20/3/2019) Kiriman Whatsapp JumhadiJunaedi (40) terpaksa ditandu saat akan dibawa ke Puskesmas Cikeusik, Kabupaten Pandeglang lantaran akses jalan rusak, Selasa (20/3/2019)
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Seorang ibu hamil di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, bernama Kenti terpaksa harus ditandu ke puskesmas lantaran akses jalan rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Setiba di puskesmas, janin berusia tujuh bulan yang masih dalam kandungan itu dinyatakan meninggal. Namun nyawa ibu berhasil diselamatkan.

Sementara itu di Pandeglang, seorang pasien sakit lambung terpaksa ditandu ke puskesmas karena jalan di desanya rusak.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan hal tersebut bentuk partisipasi masyarakat yang berjalan baik.

"Itu saya sebut sebagai 'ambulans desa', 'ambulans kampung', jangan dilihat ditandunya, jangan lihat jalan rusaknya, tapi partisipasi masyarakatnya," kata Irna.

Tandu atau usungan menjadi salah satu solusi yang dilakukan warga saat harus mengevakusi orang sakit menuju ke pusat kesehatan terdekat. Apalagi jika akses jalan rusak dan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.

Berikut 7 kisah pasien yang harus ditandu menuju ke pusat kesehatan terdekat:

1. Pendarahan, ibu hamil ditandu 7 km

Pada Minggu (1/9/2019), Kenti harus ditandu sejauh 7 kilometer dari Kampung Nagahurip untuk menuju Kampung Gintung setelah mengalami pendarahan di kehamilan tujuh bulan.

Dari Kampung Gintung, Kenti dibawa menggunakan pikap milik warga menuju pusat kesehatan di Kecamatan Panggarangan.

Jalan yang dilalui kondisinya rusak, sehingga mobil tidak bisa berjalan mulus hingga ke Puskesmas.

Kondisi jalan yang rusak diduga menjadi penyebab bayi dalam kandungan Kenti meninggal dunia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasar Kuok Pesisir Selatan Terbakar, 32 Toko Ludes Dilalap Api

Pasar Kuok Pesisir Selatan Terbakar, 32 Toko Ludes Dilalap Api

Regional
Pascagempa Maluku Utara, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Jiwa

Pascagempa Maluku Utara, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Jiwa

Regional
Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X