Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Tak Lagi Persoalkan SARA, Wali Kota Hendi Minta Warga Jaga Kondusivitas

Kompas.com - 09/09/2019, 19:53 WIB
Wali Kota Semarang sedang bersalaman dengan warga Kota Semarang DOK. IstimewaWali Kota Semarang sedang bersalaman dengan warga Kota Semarang


KOMPAS.com
- Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta kepada seluruh warga agar dapat menciptakan kondusivitas dan meluruskan jika masih ada yang berusaha mempersoalkan serta menggunakan isu etnis, Suku, Agama dan Ras ( SARA) untuk memecah belah.

""Membangun itu mudah, namun akan menjadi susah kalau situasinya tidak kondusif,” tegas Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini seperti dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/9/2019).

Lebih lanjut Hendi mengatakan persoalan SARA antar golongan sudah selesai 74 tahun lalu saat Bung Karno dan Bung Hatta menyatakan kemerdekaan Indonesia dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara.

"Indonesia dari Sabang sampai Merauke memiliki 714 suku dan bermacam ágama yang sudah bersepakat menjadi satu dengan nama Indonesia," kata Hendi.

Baca juga: Prihatin Isu Perpecahan, Wali Kota Hendi Minta Siswa Papua Netralisir Kabar Hoaks

Hendi sendiri mengatakan itu saat menghadiri kegiatan masyarakat di Kelurahan Plombokan, Kota Seamrang, Sabtu (7/9/2019).

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengingatkan kembali pentingnya semangat menjaga dan mengawal tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Saat ini, lanjut Hendi, adalah waktunya membangun dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul serta kompetitif tanpa perlu lagi mengutak-atik dasar negara yang telah diperjuangkan para pendahulu.

Karenanya, Hendi mengingatkan untuk tak lagi mempermasalahkan hal-hal berbau etnis, ágama dan masalah sara lainnya.

Orang tua dampingi anak-anak

Dalam kesempatan yang sama Hendi mengajak pula para orang tua untuk dapat menjaga dan mendampingi putra-putrinya dalam berselancar di dunia maya. 

Hal ini dikarenakan tantangan anak muda jaman now yang lebih kompleks dan tak terbatas termasuk pada kemungkinan masuknya hal-hal negatif hingga paham radikal.

Maka dengan kondusivitas yang terjaga, Hendi mengajak seluruh warga untuk bergerak bersama membangun Kota Semarang dan bangsa Indonesia yang semakin maju dan hebat.

Dicontohkan dalam konsep bergerak bersama oleh Hendi, adalah dengan menjaga lingkungan bersih nyaman serta sehat melalui kerja bhakti ataupun pembangunan jamban sebagai salah satu bentuk dukungan program Open Defecation Free (ODF).

Baca tentang
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akibat Kemarau Panjang, Harga Cabai Rawit Tembus Rp 150 Ribu Per Kg

Akibat Kemarau Panjang, Harga Cabai Rawit Tembus Rp 150 Ribu Per Kg

Regional
Janin Ditemukan di Ruang Kelas, Siswi SMK Heboh

Janin Ditemukan di Ruang Kelas, Siswi SMK Heboh

Regional
Fakta Lengkap Gempa Tuban 2 Kali di Laut Jawa, Analogi Segitiga hingga Terasa Sampai Bandung dan Bima

Fakta Lengkap Gempa Tuban 2 Kali di Laut Jawa, Analogi Segitiga hingga Terasa Sampai Bandung dan Bima

Regional
Foto Syur Wanita Berbaju PNS Viral, Pemprov Jabar Lakukan Penelusuran

Foto Syur Wanita Berbaju PNS Viral, Pemprov Jabar Lakukan Penelusuran

Regional
TNI Perbatasan Gagalkan Penyelundupan Mobil Land Cruiser Asal Malaysia

TNI Perbatasan Gagalkan Penyelundupan Mobil Land Cruiser Asal Malaysia

Regional
Kisah Iman, Anak Yatim Penjual Gorengan di Trotoar: Dapat Rp 30.000 Sehari hingga Diajak Belanja ke Mal oleh Dedi Mulyadi

Kisah Iman, Anak Yatim Penjual Gorengan di Trotoar: Dapat Rp 30.000 Sehari hingga Diajak Belanja ke Mal oleh Dedi Mulyadi

Regional
Ketika Imam Katolik Minta Maaf di Hadapan Jasad ODGJ Korban Pasung...

Ketika Imam Katolik Minta Maaf di Hadapan Jasad ODGJ Korban Pasung...

Regional
Fakta 20 Anak Dijadikan Pengemis di Medan, Disuruh Ibu Minta-minta di Jalan Saat Malam Hari

Fakta 20 Anak Dijadikan Pengemis di Medan, Disuruh Ibu Minta-minta di Jalan Saat Malam Hari

Regional
Kasus Kekerasan Seksual Merebak di Karawang, 'Safe House' Dibutuhkan

Kasus Kekerasan Seksual Merebak di Karawang, "Safe House" Dibutuhkan

Regional
Pemprov Gorontalo Siap Ganti Rugi Sawah yang Gagal Panen Akibat Kemarau

Pemprov Gorontalo Siap Ganti Rugi Sawah yang Gagal Panen Akibat Kemarau

Regional
Tim Gabungan Dikerahkan Atasi Kebakaran di Hutan Lereng Barat Gunung Slamet

Tim Gabungan Dikerahkan Atasi Kebakaran di Hutan Lereng Barat Gunung Slamet

Regional
Desa Ini Diteror Pria Misterius yang Raba dan Cium Wanita Saat Tidur

Desa Ini Diteror Pria Misterius yang Raba dan Cium Wanita Saat Tidur

Regional
Bentrokan OKP dan TNI di Medan, 1 TNI Luka, Identitas Pelaku Masih Rahasia

Bentrokan OKP dan TNI di Medan, 1 TNI Luka, Identitas Pelaku Masih Rahasia

Regional
Kisah di Balik Bocah 9 Tahun Mengemis di Aceh, Disiksa Orangtua Jika Pulang Tak Bawa Uang

Kisah di Balik Bocah 9 Tahun Mengemis di Aceh, Disiksa Orangtua Jika Pulang Tak Bawa Uang

Regional
Uji Lab Ungkap Sayur di Ambon Terpapar Pestisida, Petani Merugi

Uji Lab Ungkap Sayur di Ambon Terpapar Pestisida, Petani Merugi

Regional
komentar di artikel lainnya