Remaja 13 Tahun Dibunuh Lalu Diperkosa, Ini Komentar Bupati Lebak

Kompas.com - 09/09/2019, 15:04 WIB
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat ditemui di Rangkasbitung, Senin (9/9/2019). KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINBupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat ditemui di Rangkasbitung, Senin (9/9/2019).

LEBAK, KOMPAS.com - Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengaku prihatin dengan adanya pembunuhan disertai pemerkosaan remaja 13 tahun.

Iti menuding jika pemicu tindakan keji tersebut adalah kurangnya pendidikan agama yang didapat oleh pelaku yang berjumlah tiga orang. Satu di antara ketiga pelaku tersebut diketahui masih di bawah umur. 

"Pendidikan yang utama adalah pendidikan agama di dalam keluarga. Itu kan pelakunya juga di bawah usia dini, di bawah umur. Kalau misalkan pembekalan di dalam keluarganya, maka dia akan memiliki adab yang baik dan tau etika," kata Iti saat ditemui di Rangkasbitung, Senin (9/9/2019).


Baca juga: 3 Pembunuh dan Pemerkosa Remaja 13 Tahun di Lebak Ditangkap

Iti mengatakan, peristiwa yang pertama kali terjadi di Kabupaten Lebak tersebut di luar prediksi. Namun bisa dialami oleh siapa saja.

Menurut Iti, di sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak, masih termasuk daerah yang rawan kejahatan lantaran wilayahnya masih merupakan hutan dan perkebunan.

Karena kondisi wilayahnya tersebut, Iti mengatakan, tidak mungkin jika keamanan harus diandalkan sepenuhnya ke pihak yang berwenang yakni Polri dan TNI, namun juga ada andil masyarakat dan pemerintah.

Di antara yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah pembekalan pendidikan agama. 

"Enggak mungkin kita menyerahkan semua keamanan kepada TNI dan Polri, tapi seluruh stakeholder dan masyarakat. Terutama kalau punya pendidikan agama kuat maka dia (anaknya) memiliki adab baik," kata dia. 

Baca juga: Setelah Dibuat Mabuk Arak, Remaja 13 Tahun Diperkosa 3 Pria di Sawah

Berita sebelumnya, seorang remaja 13 tahun di Kabupaten Lebak, Banten, ditemukan meninggal dengan luka di sekujur tubuh. Korban diduga dibunuh saat sedang berada di kebun.

Korban tengah berada di sebuah gubuk seorang diri di kebun milik warga Cisimeut yang dijaga oleh keluarganya.

Pelaku pembunuhan disertai pemerkosaan tersebut berjumlah tiga orang yang merupakan warga Kecamatan Leuwidamar, Lebak.

Ketiga pelaku ditangkap di dua tempat berbeda. Menurut Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto, pelaku AMS ditangkap di Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan, sementara F dan A di tangkap di wilayah Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X