Penelusuran AIMAN: Misteri Hilangnya 3 Siswa Magang 9 Tahun Lalu

Kompas.com - 09/09/2019, 10:26 WIB
Lucia Martini menunjukkan sertifikat milik anaknya, Ignatius Leyola Andinta Denny Murdani. Denny hilang kontak saat mengikuti PKL di Bali 9 tahun lalu. Denny merupakan siswa SMK N 1 Sanden, Bantul, Rabu (4/9/2019) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOLucia Martini menunjukkan sertifikat milik anaknya, Ignatius Leyola Andinta Denny Murdani. Denny hilang kontak saat mengikuti PKL di Bali 9 tahun lalu. Denny merupakan siswa SMK N 1 Sanden, Bantul, Rabu (4/9/2019)

"Kalau memang sudah meninggal, saya ikhlas. Tapi ini tak ada kabar, Mas. Saya tidak tahu, apakah anak saya ini masih hidup atau sudah mati. Kalau masih hidup, bagaimana keadaannya sekarang. Bahagia, sengsara, atau tersiksa.. saya tak kuat kalo ingat ini, Mas!"

Kepada saya, Lucia Martini menceritakan kegundahan hatinya.

Ia tak tahu lagi bagaimana mencari anaknya, Ignatius Loyola Denny Murdani, yang tiba-tiba hilang 9 tahun lalu.

Martini berterima kasih karena kisah ini diangkat. Ia berharap kisah ini bisa meluas dan berujung pada kabar anaknya.

Kegundahan yang sama juga dirasakan Joko Priyono. Ia kehilangan putranya, Ginanjar Nugraha, di saat yang sama. Ia bahkan telah mencari hingga ke luar pulau, namun nihil hasilnya.

Ganjar, Denny, dan satu orang lagi, Agiel Ramadhan, mengikuti program magang dari sekolahnya di SMK Negeri (SMKN) 1 Sanden, Bantul, Yogyakarta. Mereka hilang 9 tahun lalu.

Magang, tapi dipekerjakan

Kejadian bermula pada November 2009. Setelah difasilitasi dan direkomendasikan pihak sekolah, bahkan oleh sang Kepala Sekolah kala itu, Ahmad Fuadi, sebanyak 72 Siswa SMKN 1 Sanden Bantul, Yogyakarta mengikuti program magang, bagian dari kurikulum sekolah.

Kegiatan magang dilakukan di Bali, tepatnya di Pelabuhan Benoa. Tempat itu dipilih karena melayani pelayaran internasional.

Ke-72 siswa SMK ini ditempatkan di berbagai perusahaan. Ada yang ditempatkan di kapal barang, kapal penumpang, hingga kapal pencari ikan.

Kebetulan ketiga siswa ini, Ginanjar, Denny, dan Agiel, ditempatkan di kapal KM Jimmy Wijaya yang merupakan kapal pencari ikan.

Mereka diarahkan pihak sekolah untuk ditempatkan di kapal ini. Orang tua Denny, Martini Martini bercerita, meski magang, putranya dijanjikan mendapat upah hingga Rp 8 juta.

Dua bulan berlayar, lancar-lancar saja. Putra-putra mereka bahkan selalu menelpon saat bersandar di pelabuhan. Diantaranya di Merauke, Papua dan Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Denny sempat meminta uang untuk membeli pulsa kepada ibunya saat bersandar di Merauke, Papua.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Regional
Hilang Saat Longsor di Tanah Datar, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berhimpitan

Hilang Saat Longsor di Tanah Datar, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berhimpitan

Regional
Cabuli Siswi SD dan Antarkan Pulang, Pelaku Terjatuh Kaget Lihat Ibu Korban Menunggu di Halaman

Cabuli Siswi SD dan Antarkan Pulang, Pelaku Terjatuh Kaget Lihat Ibu Korban Menunggu di Halaman

Regional
Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Regional
Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Regional
Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Regional
Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Regional
Warga Bantul Positif Virus Corona Meninggal Dunia

Warga Bantul Positif Virus Corona Meninggal Dunia

Regional
Jual Cincin Emas, Wanita di Aceh Sumbangkan Masker dan Hand Sanitizer ke Driver Ojol

Jual Cincin Emas, Wanita di Aceh Sumbangkan Masker dan Hand Sanitizer ke Driver Ojol

Regional
Siswi SD Dicabuli di Bukit Cinta Kupang oleh Kenalan dari Medsos

Siswi SD Dicabuli di Bukit Cinta Kupang oleh Kenalan dari Medsos

Regional
Kisah PDP Hamil di Padang Sidempuan, Sempat 'Live' Facebook dan Meninggal di Perjalanan Rujuk ke Medan

Kisah PDP Hamil di Padang Sidempuan, Sempat "Live" Facebook dan Meninggal di Perjalanan Rujuk ke Medan

Regional
Sembuh dari Virus Corona, Kajari Bantul Sampaikan Permintaan Maaf

Sembuh dari Virus Corona, Kajari Bantul Sampaikan Permintaan Maaf

Regional
Orangtua Siswi SMP Sempat Khawatir, Sebelum Anaknya Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka

Orangtua Siswi SMP Sempat Khawatir, Sebelum Anaknya Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka

Regional
Bantu Penangan Corona, Singapura Berikan Bantuan 20.000 Test Kit ke Batam

Bantu Penangan Corona, Singapura Berikan Bantuan 20.000 Test Kit ke Batam

Regional
Wali Kota Salatiga Umumkan Pasien PDP Corona Meninggal

Wali Kota Salatiga Umumkan Pasien PDP Corona Meninggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X