Ini Kronologi Bom Pesawat Sukhoi Jatuh di Kebun Tebu di Lumajang, Ada "Human Error"

Kompas.com - 07/09/2019, 15:27 WIB
Lokasi jatuhnya bom latih dipasang garis polisi dan membuat lubang cukup dalam di tanah. ISTIMEWALokasi jatuhnya bom latih dipasang garis polisi dan membuat lubang cukup dalam di tanah.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal mengatakan peristiwa jatuhnya bom latih di kebun tebu karena ada human error.

Bom latih seberat 100-125 kilogram itu jatuh pada Jumat (6/9/2019) di Desa Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Bom latih tersebut tidak meledak, namun mengeluarkan asap dan menancap hingga membentuk lubang di tanah.

Jatuhnya bom latih bertipe P 100 yang berbentuk tabung warna biru dongker tersebut sempat membuat panik warga sekitar.

Baca juga: Bom Pesawat Sukhoi Jatuh di Kebun Tebu di Lumajang, Warga Panik

Arsal menyebut bom latih tersebut jatuh setelah pesawat tempur Sukhoi milik YNU melintas di Kecamatan Pasirian saat latihan di lapangan AWR Pandanwangi, Kecamatan Tempeh.

"Saya minta warga tidak panik terkait kejadian ini,” imbau Arsal.

Sementara itu Kepala AWR Pandanwangi Kapten Joko mengatakan bom latih itu tidak memiliki daya ledak.

“Bom latih tersebut hanya mengeluarkan asap karena hanya untuk latihan saja. Lain kali kami akan lebih berhati-hati dalam pengoperasian pesawat tempur agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari,” terang Joko.

Baca juga: Viral Oknum Guru Aniaya Murid di Lumajang, Alasan Kedisiplinan hingga Mediasi Polisi

Beruntung tidak ada korban jiwa dan materiel akibat jatuhnya bom seberat 125 kg tersebut.

Saat ini, lokasi jatuhnya bom latih tersebut dipasang police line.

Bom latih yang jatuh telah dievakuasi dan dikembalikan ke lokasi latihan di AWR Pandanwangi oleh petugas Polsek menggunakan kendaraan patroli.

SUMBER: KOMPAS.com (Ahmad Faisol)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X