Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Wali Kota Hendi: Jangan Diskriminasi Penyandang Disabilitas

Kompas.com - 06/09/2019, 18:56 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bertemu dengan Muhammad Dito Rohmanudin (15) di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC), di Jalan KH Ahmad Dahlan, Semarang, Jumat (6/9/2019). Siswa YCAP yang menderita tuna daksa ini merupakan Pembalap Kursi Roda, DOK. IstimewaWali Kota Semarang Hendrar Prihadi bertemu dengan Muhammad Dito Rohmanudin (15) di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC), di Jalan KH Ahmad Dahlan, Semarang, Jumat (6/9/2019). Siswa YCAP yang menderita tuna daksa ini merupakan Pembalap Kursi Roda,


KOMPAS.com -
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta kepada masyarakat untuk tidak memandang sebelah mata penyandang disabilitas.

Ia menghimbau masyarakat untuk memberi ruang yang sama bagi orang-orang berkebutuhan khusus agar mereka tidak merasa kecil hati dan terdiskriminasi.

Lebih lanjut Hendar mengatakan para penyandang disabilitas juga bisa mengharumkan nama bangsa.

Contohnya Muhammad Dito Rohmanudin (15). Siswa Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) yang mengalami tuna daksa ini merupakan Pembalap Kursi Roda yang telah mengharumkan nama Kota Semarang.

Baca juga: Hijaukan Semarang, Wali Kota Hendi Gandeng Startup untuk Gerakan Masyarakat

"Saya bangga dengan Dito, dengan keterbatasan yang ada ia tetap mampu mengharumkan nama Kota Semarang melalui olahraga balap kursi roda," kata Hendi, panggilan akrab Wali Kota Semarang, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Hendi sendiri mengatakan itu saat mengunjungi YPAC di Jalan KH Ahmad Dahlan, Semarang, Jumat (6/9/2019).

Di kesempatan yang sama Hendi juga memberikan apresiasinya kepada para guru dan orang tua murid yang dengan sabar dan sepenuh hati mendidik dan merawat anak-anak berkebutuhan khusus.

“Terima kasih kepada para guru dan para wali murid, saya berharap para guru dan wali murid tetap bersemangat menjaga dan mendidik para siswa agar menjadi anak-anak yang lebih bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ujar dia.

Baca juga: Ketulusan Agus Menyapu Jalan Diganjar Wali Kota Hendi Penghargaan

Perlu diketahui, saat ini di Jawa Tengah terdapat 18 SD dan 7 SMP yang terbuka untuk anak berkebutuhan khusus.

Hendi mengatakan, adanya sekolah-sekolah inklusi itu merupakan salah satu bentuk pemerataan dan perwujudan pendidikan tanpa diskriminasi.

Dengan demikian, anak berkebutuhan khusus dan anak-anak pada umumnya dapat memperoleh pendidikan yang sama.

Dibukanya akses sekolah umum untuk anak berkebutuhan khusus itu sebagai salah satu upaya solutif di bidang pendidikan.

Baca juga: Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Pihaknya berharap di Kota Semarang akan semakin banyak sekolah-sekolah inklusi yang dapat memenuhi kebutuhan anak-anak difabel tersebut.

Kedatangannya secara langsung disambut hangat oleh para siswa, guru, dan orang tua murid yang tidak menyangka akan bertemu langsung dengan orang nomor satu di Kota Semarang.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi menyampaikan bahwa kedatangannya guna memberikan motivasi dan semangat kepada para siswa agar selalu merasa bahagia, pantang menyerah dan terus bersemangat.

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apes, Pelaku Ini Tak Sadar Tawarkan Jasa Khusus Jalan Tikus Bebas Rapid Test ke Danramil dan Ditangkap

Apes, Pelaku Ini Tak Sadar Tawarkan Jasa Khusus Jalan Tikus Bebas Rapid Test ke Danramil dan Ditangkap

Regional
Tol Pekanbaru-Dumai Gratis Selama Dua Pekan

Tol Pekanbaru-Dumai Gratis Selama Dua Pekan

Regional
Istri Gubernur Bali Terpapar Covid-19, Diumumkan lewat Video Berdurasi 13 Menit

Istri Gubernur Bali Terpapar Covid-19, Diumumkan lewat Video Berdurasi 13 Menit

Regional
Tak Hanya Gowes, Tour de Borobudur 12 Hadirkan Pengalaman Naik Kereta Uap

Tak Hanya Gowes, Tour de Borobudur 12 Hadirkan Pengalaman Naik Kereta Uap

Regional
Dugaan Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada Ogan Ilir, Lantik Karang Taruna hingga Bantuan Covid-19

Dugaan Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada Ogan Ilir, Lantik Karang Taruna hingga Bantuan Covid-19

Regional
Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Sekretaris yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Sekretaris yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Regional
Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Kebun Sawit Ternyata Korban Begal, Pelaku Ditangkap

Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Kebun Sawit Ternyata Korban Begal, Pelaku Ditangkap

Regional
Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Regional
Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Regional
Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Regional
Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Regional
Jadi Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Dikritik Pukat UGM

Jadi Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Dikritik Pukat UGM

Regional
30 Nakes di Sorong Terpapar Covid-19, Rumah Sakit dan 3 Puskesmas Ditutup

30 Nakes di Sorong Terpapar Covid-19, Rumah Sakit dan 3 Puskesmas Ditutup

Regional
'Tiba-tiba Ada Mobil Oleng dan Menabrak Mereka, Istri Saya Langsung Meninggal'  

"Tiba-tiba Ada Mobil Oleng dan Menabrak Mereka, Istri Saya Langsung Meninggal"  

Regional
Detik-detik Keluarga Pengemis Ditabrak Mobil Saat Gelar Tikar Duduk di Pinggir Jalan

Detik-detik Keluarga Pengemis Ditabrak Mobil Saat Gelar Tikar Duduk di Pinggir Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya