Guru Ngaji Diduga Cabul Belum Ditahan, Warga Was-was

Kompas.com - 06/09/2019, 15:50 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

LAMPUNG, KOMPAS.com – Belum ditahannya MY, guru mengaji yang diduga mencabuli empat orang muridnya di Kelurahan Gulak Galik, Bandar Lampung, membuat warga setempat merasa was-was. 

TD (37), salah satu paman korban dugaan pencabula, DA (10) mengatakan, warga setempat merasa resah dan was-was karena MY belum ditahan dan masih berkeliaran di wilayah tersebut. TD menyebutkan, warga merasa khawatir jika ada lagi korban pencabulan.

TD sendiri sudah melaporkan dugaan pencabulan itu ke Polresta Bandar Lampung dengan laporan bernomor LP/B/3084/2019/VIII/2019/LPG/RESTA BALAM pada 18 Agustus 2019 kemarin. MY diduga mencabuli DA pada 15 Agustus 2019 lalu.

"Warga masih was-was ada ustaz cabul yang masih bebas. Takutnya nanti warga malah nekat, kalau tidak segera diamankan,” kata TD, Jumat (6/9/2019).

Baca juga: Diduga Cabuli 4 Muridnya, Guru Ngaji Diamankan Polisi

TD mengatakan, selain keponakannya, ada tiga murid mengaji lainnya yang diduga telah dicabuli oleh MY yakni, SA (7), KA, dan KI. Ketiganya adalah teman mengaji DA.

Terkait hal ini, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Rosef Efendi mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Rosef pun mengimbau agar masyarakat bersabar dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri.

"Kami masih kumpulkan alat bukti lainnya untuk memperkuat bahwa pelaku ini memang yang berbuat," kata dia.

Rosef menambahkan, pihaknya sangat berhati-hati dalam perkara dugaan tindak asusila seperti kasus ini.

Meski para pelapor sudah melakukan visum, Rosef mengaku visum itu tidak cukup kuat untuk menjerat terlapor.

"Jika visum akan diperkuat dengan saksi ahli, tapi kami utamakan saksi yang melihat terlebih dahulu,” kata dia.

Baca juga: Cegah Penyebaran Hoaks, Ganjar Gandeng Seribu Guru Ngaji

Diberitakan sebelumnya, seorang guru mengaji berinisial MY di Kelurahan Gulak Galik, Kota Bandar Lampung, dipanggil Polresta Bandar Lampung.

MY dipanggil lantaran menjadi terlapor dugaan pencabulan kepada empat orang muridnya pada pertengahan Agustus 2019 lalu.

Keempat korban itu adalah DA (10), SA (7), KA, dan KI. Keempat korban sudah melakukan visum di RS Bhayangkara untuk melengkapi laporan mereka.

MY dilaporkan dengan perkara Pasal 82 UU Perlindungan Anak.

"Harapannya segera ditangkap pelakunya, kalau korban masuk BAP ada empat, tapi yang belum lapor ada sekitar 20 anak, ini akan menyusul," kata pelapor TD, yang merupakan paman dari DA.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalintim Palembang-Ogan Ilir, Ayah dan Anak Tewas di TKP

Kecelakaan Maut di Jalintim Palembang-Ogan Ilir, Ayah dan Anak Tewas di TKP

Regional
Motor Tabrak Truk, Ibu dan Dua Anak yang Dibonceng di Depannya Tewas

Motor Tabrak Truk, Ibu dan Dua Anak yang Dibonceng di Depannya Tewas

Regional
Sejumlah Kiai Sepuh di Semarang Kecewa, Diundang Diskusi Covid-19 Malah Dicatut Dukung Paslon

Sejumlah Kiai Sepuh di Semarang Kecewa, Diundang Diskusi Covid-19 Malah Dicatut Dukung Paslon

Regional
Gubernur Riau Beri Smartphone untuk Anak yang Viral Bikin Konten Pakai Masker

Gubernur Riau Beri Smartphone untuk Anak yang Viral Bikin Konten Pakai Masker

Regional
Kasus Covid-19 Bertambah, Pemkab Bener Meriah Tutup 17 Sekolah

Kasus Covid-19 Bertambah, Pemkab Bener Meriah Tutup 17 Sekolah

Regional
Mudik dari Palembang Lalu Pergi ke Solo, Pria Ini Terpapar Corona

Mudik dari Palembang Lalu Pergi ke Solo, Pria Ini Terpapar Corona

Regional
Isolasi Mandiri Ketat Warga dari Luar Kota, Toraja Utara Kini Hampir Nol Kasus Covid-19

Isolasi Mandiri Ketat Warga dari Luar Kota, Toraja Utara Kini Hampir Nol Kasus Covid-19

Regional
Viral Lomba Voli Timbulkan Kerumunan dan Dibubarkan Polisi, Panitia Kembalikan Uang Tiket Penonton

Viral Lomba Voli Timbulkan Kerumunan dan Dibubarkan Polisi, Panitia Kembalikan Uang Tiket Penonton

Regional
Tekan Jumlah Kematian akibat Covid-19, Dinkes NTB 'Screening' Lansia

Tekan Jumlah Kematian akibat Covid-19, Dinkes NTB "Screening" Lansia

Regional
Pameran Seni Rupa 'Sugih Ora Nyimpen', Gambarkan Sosok Mendiang Jakob Oetama

Pameran Seni Rupa "Sugih Ora Nyimpen", Gambarkan Sosok Mendiang Jakob Oetama

Regional
Putra Wali Kota Jambi Meninggal akibat Covid-19, Kegiatan yang Langgar Protokol Kesehatan akan Dibubarkan

Putra Wali Kota Jambi Meninggal akibat Covid-19, Kegiatan yang Langgar Protokol Kesehatan akan Dibubarkan

Regional
Puluhan Vila di Puncak Bogor Disegel karena Nekat Disewakan Saat PSBB

Puluhan Vila di Puncak Bogor Disegel karena Nekat Disewakan Saat PSBB

Regional
12 Tenaga Medis RSUD Jambi Positif Covid-19, Layanan ICU hingga Radiologi Ditutup

12 Tenaga Medis RSUD Jambi Positif Covid-19, Layanan ICU hingga Radiologi Ditutup

Regional
Berkumpul hingga Larut Malam, Ratusan PSK di Babel Digiring ke Kantor Polisi

Berkumpul hingga Larut Malam, Ratusan PSK di Babel Digiring ke Kantor Polisi

Regional
Kampanye di Tengah Pandemi, Paslon Penantang Petahana di Malang Maksimalkan Platform Digital

Kampanye di Tengah Pandemi, Paslon Penantang Petahana di Malang Maksimalkan Platform Digital

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X