Ditargetkan Selesai 2020, Jalan Cisinga yang Tak Tuntas hingga 3 Kali Ganti Bupati Tasikmalaya

Kompas.com - 06/09/2019, 13:58 WIB
Jalur Ciawi-Singaparna (Cisinga) Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (22/11/2018). 
TRIBUN JABAR/ISEP HERIJalur Ciawi-Singaparna (Cisinga) Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (22/11/2018).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menargetkan pembangunan jalan Ciawi-Singaparna tuntas tahun 2020.

Jalan yang menghubungkan Kecamatan Ciawi dan Singaparna itu sudah tiga kali ganti bupati belum rampung juga.

Jalan tersebut mulai dibangun pada massa kepemimpinan Bupati Tatang Farhanul Hakim. Lalu proyek itu dilanjutkan pada massa Bupati Uu Ruzhanul Ulum (sekarang wakil gubernur Jawa Barat).

Namun hingga kepala daerah berganti ke Ade Sugianto, jalan tersebut belum rampung juga.

Baca juga: 3 Kali Ganti Bupati, Jalan Cisinga di Tasikmalaya Belum Beres-beres

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tasikmalaya Iwan Saputra mengatakan, pada tahun 2019 ini, jalan sepanjang 23,58 kilometer itu dilanjutkan dengan total anggaran Rp 32 miliar.

Dana tersebut berasal dari bantuan provinsi sebesar Rp 25 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalan hotmiks sepanjang 2,5 kilometer dan tembok penahan tanah sepanjang 2,5 kilometer.

Kepala Bappeda Kabupaten Tasikmalaya Iwan Saputrahandout Kepala Bappeda Kabupaten Tasikmalaya Iwan Saputra

Lalu sisa anggaran lainnya berasal dari dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 7 miliar untuk pelapisan hotmiks (overlay) dari Simpang Cipasung, Kecamatan Singaparna, hingga Alfamart di Kecamatan Padakembang.

"Januari 2020 jalan sudah terhubung, bisa dilalui dan berstatus mantap," kata Iwan kepada Kompas.com, Jumat (6/9/2019).

Untuk menyelesaikan salah satu proyek monumental itu, lanjut Iwan, pihaknya maih membutuhkan dana Rp 43 miliar.

 

Dana tersebut akan dialokasikan untuk pelapisan hotmiks (overlay), TPT dan bangunan pelengkap lainnya seperti saluran air, patok pengarah, pengaman bangunan jalan sepanjang jalan Cisinga.

"Dana itu akan ditutup dari APBD kabupaten dan provinsi, serta APBN. Mudah-mudahan lancar dan jalan itu segera terhubung," harap Iwan.

 

Sebelumnya, mantan Bupati Tasikmalaya Tatang Farhanul Hakim mengatakan, jalan tersebut merupakan inisiatif dirinya saat memimpin Kabupaten Tasikmalaya. Namun setelah tiga kali ganti bupati, jalan tersebut belum rampung juga.

Malah, proyek tersebut bermasalah karena ada sejumlah pejabat yang melakukan korupsi.

"Saya sangat perihatin pembangunan Jalan Cisinga belum selesai sampai sekarang. Padahal jalan itu sangat strategis menghubungkan ibu kota kabupaten, Singaparna dan Ciawi di wilayah Tasik Utara," jelas Tatang kepada Kompas.com, Rabu (31/7/2019).

Tatang menilai, pembangunan Jalan Cisinga tersebut telah menyalahi master plan yang dibuat awal pembangunan. Padahal, rencana awal pembangunan tersebut dibuat oleh konsultan profesional yang mengedapankan fungsi jalan bagi masyarakat.

"Ada pembangunan kemarin, malah jadi kasus korupsi. Kepala dinas PUPR dan pemborongnya malah dipenjara sekarang. Ini ada apa dengan Pemkab Tasikmalaya sekarang?" kata Tatang.

Baca juga: 5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

 

"Program itu saya rintis dari awal, sekarang seolah dibiarkan oleh bupati yang melanjutkan saya," kata Tatang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Sulut Tangkap 3 Orang Sindikat Pengedar Sabu Antar-provinsi

Polda Sulut Tangkap 3 Orang Sindikat Pengedar Sabu Antar-provinsi

Regional
Dapat Nomor Urut 2, Paslon Petahana Pilkada Trenggalek Akan Berkampanye Penuh Cinta

Dapat Nomor Urut 2, Paslon Petahana Pilkada Trenggalek Akan Berkampanye Penuh Cinta

Regional
Tracing Pegawai Dinkes DIY Meninggal karena Covid-19, Ini Hasilnya

Tracing Pegawai Dinkes DIY Meninggal karena Covid-19, Ini Hasilnya

Regional
Ini Makna Nomor Urut bagi 3 Pasangan Calon di Pilkada Jember

Ini Makna Nomor Urut bagi 3 Pasangan Calon di Pilkada Jember

Regional
Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Sulut, Olly: Menang Total

Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Sulut, Olly: Menang Total

Regional
Dapat Nomor Urut 1, Cabup Kristiana Muki Ajak Paslon Lain Tolak Kampanye Hitam

Dapat Nomor Urut 1, Cabup Kristiana Muki Ajak Paslon Lain Tolak Kampanye Hitam

Regional
Dinyatakan Tak Memenuhi Syarat, Calon Petahana di Pilkada Banggai Berencana Gugat KPU

Dinyatakan Tak Memenuhi Syarat, Calon Petahana di Pilkada Banggai Berencana Gugat KPU

Regional
Seorang Guru dan Anaknya Positif Covid-19, Tertular Suami yang Pulang dari Malang

Seorang Guru dan Anaknya Positif Covid-19, Tertular Suami yang Pulang dari Malang

Regional
Prasasti Soe Hok Gie–Idhan Lubis Dipasang di Puncak Mahameru

Prasasti Soe Hok Gie–Idhan Lubis Dipasang di Puncak Mahameru

Regional
Ada Klaster Ponpes di Purwokerto dan Kebumen, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Ada Klaster Ponpes di Purwokerto dan Kebumen, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Setelah Diisolasi 65 Hari, Nenek 70 Tahun Sembuh dari Covid-19

Setelah Diisolasi 65 Hari, Nenek 70 Tahun Sembuh dari Covid-19

Regional
Pasar Murah Bebas Ongkir, Cara Jatim Jamin Ketersediaan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Pasar Murah Bebas Ongkir, Cara Jatim Jamin Ketersediaan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Pengundian Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Kendal, Ini Hasilnya

Pengundian Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Kendal, Ini Hasilnya

Regional
Calon Tunggal Pilkada Ngawi Dapat Posisi Sebelah Kiri di Surat Suara

Calon Tunggal Pilkada Ngawi Dapat Posisi Sebelah Kiri di Surat Suara

Regional
Lawan Kotak Kosong, Calon Petahana di Pilkada Semarang Dapat Posisi Kiri Surat Suara

Lawan Kotak Kosong, Calon Petahana di Pilkada Semarang Dapat Posisi Kiri Surat Suara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X