Dikeluhkan Warga, Peternakan Babi di Makassar Direlokasi

Kompas.com - 06/09/2019, 08:45 WIB
Peternakan babi yang bakal direlokasi oleh Pemerintah Kota Makassar karena berada di tengah permukiman penduduk yang terletak di Jalan Haji Kalla, Kecamatan Panakukang, Makassar, Rabu (4/9/2019). Dok Humas Pemkot MakassarPeternakan babi yang bakal direlokasi oleh Pemerintah Kota Makassar karena berada di tengah permukiman penduduk yang terletak di Jalan Haji Kalla, Kecamatan Panakukang, Makassar, Rabu (4/9/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Peternakan babi yang berada di Jalan Haji Kalla, Kecamatan Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan, bakal direlokasi oleh Pemerintah Kota Makassar. 

Kepastian ini muncul setelah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar menerbitkan rekomendasi pelarangan peternakan yang berada di tengah kawasan permukiman penduduk. 

Dalam surat rekomendasi DLH nomor 660.2/1130/DLH/II/2019 tanggal 25 Februari 2019, peternakan babi melanggar keputusan wali kota Makassar Nomor: 524/790/Kep/XI/2010 tentang Penetapan Wilayah Bebas Ternak Dalam Kota Makassar.

"Menindaklanjuti rekomendasi dari DLH Makassar, kami akan rapat besok. Mengundang DLH, Satpol PP Makassar, warga setempat dan warga beternak," ujar Camat Panakukang Thahir Dg Ngalli dalam keterangan tertulis, Kamis (5/9/2019).

Baca juga: Curi Celana Dalam untuk Masturbasi, Pria di Makassar Hampir Dihakimi Massa

Jika berjalan lancar, tahun ini relokasi dapat terealisasi.

Thahir menambahkan, peternakan yang berada di RT 01 dan 10, RW 03, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakukang ini sempat dikeluhkan warga sekitar karena bau kotoran dari babi peliharaan.

Pihak kecamatan sudah memediasi warga setempat dengan peternak untuk menemukan solusi.

Hasilnya, peternakan babi disepakati direlokasi ke wilayah yang jauh dari permukiman penduduk. 

"Untuk menentukan lokasi yang akan dituju, pemerintah Kecamatan Panakkukang akan bermusyawarah dengan instansi teknis terkait lingkup Pemkot Makassar," ujar Thahir. 

Baca juga: Diduga Overdosis Obat, Perempuan di Makassar Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Relokasi ini menurut Thahir bakal memerlukan waktu yang lama mengingat lahan kosong yang ada di kota Makassar jumlahnya sangat terbatas. 

"Insya Allah akan dimusyawarahkan agar segera dituntaskan masalah ini," ujarnya. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Regional
Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Regional
Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Regional
Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Regional
Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Regional
Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Regional
Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Regional
12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

Regional
Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Regional
Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Regional
RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

Regional
4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

Regional
RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

Regional
Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X