Alasan Gubernur Maluku Sangat Kecewa pada Menteri Susi

Kompas.com - 04/09/2019, 22:55 WIB
Gubernur Maluku Murad Ismail saat menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan Penjabat Sekda Maluku di Kantor Gubernur Maluku, Senin (2/9/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYGubernur Maluku Murad Ismail saat menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan Penjabat Sekda Maluku di Kantor Gubernur Maluku, Senin (2/9/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Sikap keras Gubernur Maluku Murad Ismail terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bukan tanpa alasan.

Selain karena janji Pemerintah Pusat menjadikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN) sejak tahun 2010 tak kunjung terealisasi dalam bentuk regulasi dan program kebijakan, Murad juga meradang karena Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dianggap telah membohongi rakyat Maluku.

“Di depan paripurna istimewa DPRD Provinsi Maluku tanggal 11 Desember 2014, Ibu Susi berjanji akan membantu Maluku memperoleh Rp 1 triliun sebagai implementasi dari program LIN dalam membangun industri perikanan di Maluku. Janji itu tidak pernah dia penuhi," ungkap Murad dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Rabu (4/9/2019).

Baca juga: Gubernur Murad Ismail: Kebijakan Menteri Susi di Sektor Perikanan Rugikan Maluku

Menurut Murad, draf Peraturan Presiden (Perpres) tentang LIN yang semestinya sudah sampai ke meja Presiden sejak dua tahun lalu, hingga kini belum mendapat paraf (persetujuan) dari Menteri Susi.

“Padahal LIN sudah masuk dalam Renstra KKP tahun 2015-2019,” kata Murad.

Murad menganggap Menteri Susi tidak ikhlas bila Maluku menjadi lumbung ikan nasional.

Menurutnya, Perpres tentang LIN sudah selesai diharmonisasi di tingkat Kementerian Hukum dan HAM, dan sudah mendapat paraf persetujuan dari Sekretaris Kabinet (Setkab) dan Menko Kemaritiman.

"Hanya tinggal paraf Menteri Susi saja, maka LIN menjadi sebuah produk hukum dalam bentuk Perpres. Ada apa dengan Susi?” tanya Murad.

Dia mengaku sikap dan kebijakan Meteri Susi yang tidak memihak kepada Maluku itu patut dipertanyakan.

Sebab, selain tidak menepati janjinya, kebijakan yang dibuat Susi juga sangat merugikan masyarakat Maluku.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh dan Meledak di Kendal

Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh dan Meledak di Kendal

Regional
Saksi Mata: Helikopter Terbang Rendah, Semakin Rendah, Lalu Jatuh

Saksi Mata: Helikopter Terbang Rendah, Semakin Rendah, Lalu Jatuh

Regional
Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kendal Bawa 9 Penumpang

Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kendal Bawa 9 Penumpang

Regional
Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Luwu Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Luwu Terendam Banjir

Regional
Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Regional
Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Regional
Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Regional
2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

Regional
Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Regional
Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Regional
Kasus 3 Anggota TNI yang Keroyok Pelajar SMA Diselesaikan Secara Kekeluargaan, tapi...

Kasus 3 Anggota TNI yang Keroyok Pelajar SMA Diselesaikan Secara Kekeluargaan, tapi...

Regional
Gubernur Minta Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Kadis: yang Tidak Mengerti Jangan Ikut Komentar

Gubernur Minta Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Kadis: yang Tidak Mengerti Jangan Ikut Komentar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 6 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 6 Juni 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X