Kompas.com - 04/09/2019, 21:47 WIB
Kapolri Tito Karnavian, Jendral TNI, Jendral Hadi Tjahjanto di damping Walikota Jayapura, Benhur Tommi Mano bersama Bupati Jayapura memberkkan keterangan pers di Sentani, Jayapura, Rabu (4/9/2019). KOMPAS.com/ JOHN ROY PURBAKapolri Tito Karnavian, Jendral TNI, Jendral Hadi Tjahjanto di damping Walikota Jayapura, Benhur Tommi Mano bersama Bupati Jayapura memberkkan keterangan pers di Sentani, Jayapura, Rabu (4/9/2019).

JAYAPURA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan, terdapat 8.000 personel, terdiri dari TNI dan Polri untuk menjaga kedamaian tanah Papua meliputi Provinsi Papua dan Papua Barat, pasca-unjuk rasa berujung anarkistis, beberapa hari lalu.

Selain itu, pimpinan tertinggi Polri Tito Karnavian dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto untuk beberapa hari ini akan langsung memantau situasi Papua, dengan berkantor di Kota Jayapura, Papua.

“Ini sudah hari kedua saya dan Panglima di Papua dan Papua Barat. Kita sudah bertemu beberapa kepala daerah di Manokwari. Hasil kesimpulaan situasi di Papua Barat sangat terkendali, masih ada unjuk rasa kecil tapi dapat dikendalikan. Kemudian situasinya sudah mulai normal penuh baik aktivitas pemerintah, masyarakat maupun ekonomi,” kata Kapolri di Jayapura, Rabu (4/9/2019).

Baca juga: Veronica Tersangka, Masyarakat Dinilai Jadi Takut Bersuara soal Papua

Ia mengklaim, kehadiran ribuan personel di Papua merupakan salah satu langkah untuk membuat situasi kembali normal dengan cepat.

“Kenapa situasi cepat kembali normal? Saat ini sudah ada 6.000 personel dari Polri dan TNI di Jayapura. Sedangkan di Manokwari ada 2000 personel,” ujarnya.

Tito menjelaskan, apabila ada yang bertanya kenapa pasukan lebih banyak di Jayapura, ketimbang Manokwari dan Sorong, Papua Barat, itu lantaran Manokwari dan Sorong bentuknya lingkaran bulat.

“Kita tahu Kota Manokwari, Sorong kotanya bentuk lingkaran bulat, sehingga mudah untuk setting pasukan untuk pengaman kota. Tapi kalau Jayapura itu cukup panjang, Jayapura sampai dengan Sentani 40 km lebih. Sehingga setting pasukannya memerlukan yang lebih besar. Jadi kurang lebih 6.000 yang diturunkan dari Polri maupun TNI,” katanya.

Tito menegaskan, pasukan yang saat ini jumlahnya cukup besar di tanah Papua merupakan langkah cepat yang harus dilakukan aparat keamanan untuk memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat.

“Tugas aparat keamanan di sini untuk memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, kata Tito, aparat keamanan juga akan diploting ke sejumlah lokasi objek vital yang ada di Jayapura.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Regional
Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.