Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Terima Hibah, Pemkot Semarang Berkomitmen Rawat Aset dengan Baik

Kompas.com - 04/09/2019, 21:28 WIB
Wali Kota Semaranh Hendrar Prihadi saat menghadiri acara penandatanganan serah terima hibah aset dari Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta, Rabu (4/9/2019) Dok. Humas Pemkot Semarang Wali Kota Semaranh Hendrar Prihadi saat menghadiri acara penandatanganan serah terima hibah aset dari Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta, Rabu (4/9/2019)

KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi beserta jajarannya berkomitmen untuk merawat dan mengelola aset-aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang agar dapat berfungsi dengan baik.

“Tahun depan akan kami anggarkan untuk pemeliharaannya. Karena banyak orang awam mengatakan orang Indonesia pintar membangun, tapi merawatnya kadang-kadang lupa," ucap pria yang akrab disapa Hendi ini, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Salah satu aset yang mendapat perhatian adalah stasiun pompa dan kolam retensi. Menurutnya, aset ini memberikan dampak dan bernilai besar bagi penanganan banjir di Kota Semarang.

Sejak dibangun tahun 2009 hingga 2016, stasiun pompa berkapasitas 35 meter kubik per detik tersebut dapat menampung debit air sebanyak 130.000 meter kubik. 

Baca juga: Akan Ada Gerakan Penanaman Pohon untuk Hijaukan Kota Semarang

Hendi menjelaskan, keberadaan kolam retensi tersebut pun mampu mengatasi permasalahan kronis genangan banjir dan rob di Kota Semarang wilayah tengah, antara Kanal Banjir Barat dan Kali Banger.

Oleh karena itu, Hendi sangat berterima kasih kepada Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) karena telah menghibahkan stasiun pompa dan kolam retensi itu kepada Pemkot Semarang.

“Kami mengucapkan terima kasih dan ke depan mudah-mudahan masih cukup banyak dukungan anggaran, dari Cipta Karya khususnya, untuk bisa membuat wilayah kami menjadi lebih baik dan lebih maju,” ungkap Hendi.

Selain pompa, Pemkot Semarang juga menerima hibah berupa saluran drainase, rumah susun permanen di Kudu, serta jalan desa senilai Rp 505 miliar.

Baca juga: Revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang akan Diperluas

Hendi mengungkapkan, serah terima itu dapat menjadi solusi dari pertanyaan audit Badan Pemeriksa Keunagan (BPK), yang senantiasa mempertanyakan pencatatan aset milik daerah.

“Dalam setiap pemeriksaan BPK yang selalu ditanyakan asetnya bagaimana, dan setelah penandatanganan ini Alhamdulilah bisa menjadi lebih clear karena hitam-putihnya jelas” ujar Hendi usai penandatanganan serah terima aset barang milik negara, di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Sementara itu, Dirjen Cipta Karya Danis Hidayat Sumadilaga berharap, aset hibah itu dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pemerintah daerah.

“Saya mengharapkan pemerintah daerah dapat lebih optimal dalam memanfaatkan serta memelihara. Bukan masalah aset saja, bukan operasi pemeliharaan saja, tapi bagaimana keberlanjutan dari aset tersebut," ujar Danis.

Baca juga: Kembangkan Pariwisata, Pemkot Semarang Gelar Konser Musik Mini

Untuk diketahui, di acara yang sama, Dirjen Cipta Karya menghibahkan Rp 1,6 triliun aset kepada beberapa pemerintah daerah, yakni Pemkot Semarang, Pemkot Surakarta, Pemkot Tegal.

Ada juga Pemkot Tebing Tinggi, Pemkot Tanjung Balai, dan Pemerintah Kabupaten Asahan.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Regional
Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Regional
Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Regional
Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Regional
Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Regional
Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Regional
Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Regional
Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Regional
Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Regional
RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

Regional
RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

Regional
Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Regional
Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Regional
Cerita Ratu Keraton Agung Sejagat di Lapas, Dibully Sesama Penghuni hingga Ingin Ajarkan Make Up

Cerita Ratu Keraton Agung Sejagat di Lapas, Dibully Sesama Penghuni hingga Ingin Ajarkan Make Up

Regional
komentar di artikel lainnya