Kompas.com - 04/09/2019, 19:25 WIB
Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang tunai yang didapat dari rangkaian OTT terhadap Bupati Bengkayang Suryadman Gidot dalam konferensi pers di Gedung KPK, Rabu (4/9/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DPetugas KPK menunjukkan barang bukti uang tunai yang didapat dari rangkaian OTT terhadap Bupati Bengkayang Suryadman Gidot dalam konferensi pers di Gedung KPK, Rabu (4/9/2019).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Bupati Bengkayang Suryadman Gidot merupakan satu di antara sejumlah pejabat daerah yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (3/9/2019).

Berasal dari Pejampi, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, yang dekat perbatasan Indonesia-Malaysia, Gidot memiliki karier politik yang boleh dibilang cemerlang.

Jauh sebelum menjadi bupati dua periode di daerah yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Sambas tersebut, Gidot merupakan seorang guru.

Mengutip dari laman mapofborneo.wordpress.com yang dikelola Humas Pemkab Bengkayang, setelah menyelesaikan studinya di Fakultas Pendidikan di Universitas Tanjungpura Pontianak, Gidot menjadi tenaga sukarela YSKM Bengkayang di tahun 1998-1999.

Baca juga: Bupati Bengkayang Diduga Minta Rp 300 Juta Lewat Kepala Dinasnya

Kemudian dia menjadi Kepala SMK YPSF Bengkayang selama satu tahun, sebelum berpindah menjadi Kepala SMA Borneo Bengkayang, dari tahun 2000-2004.

Dalam pemilu langsung pertama tahun 2004, Gidot mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Bengkayang.

Dia kemudian terpilih,tapi hanya satu tahun duduk di kursi legislatif.

Sebab, tahun 2005, ada pemilihan bupati dan wakil bupati Bengkayang. Saat itu, pemilihan masih berlangsung tertutup dan hanya anggota DPRD yang memiliki hak suara.

Dia kemudian mendampingi Jacobus Luma sebagai wakil bupati. Akhirnya Gidot terpilih untuk masa jabatan 2005-2010.

Di pemilihan kepala daerah (pilkada) 2010, Gidot menggandeng Agustinus Naon untuk maju menjadi calon bupati dan wakil bupati.

Kembali dia terpilih secara berturut-turut dalam dua kali pilkada. Masa jabatannya baru akan berakhir pada 2021 mendatang.

Dalam kontestasi Pilgub Kalbar 2018, Gidot juga turut andil. Ketua DPD Demokrat Kalbar yang lahir pada tanggal 5 Mei 1971 ini, turun gelanggang mendampingi Bupati Landak, Karolin Margret Natasa.

Namun, dia kalah atas Sutarmidji dan Ria Norsan.

Diberitakan, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, total ada lima orang yang diamankan KPK dalam OTT, Selasa (3/9/2019). Salah satu yang ditangkap adalah Bupati Bengkayang Suryadman Gidot.

Baca juga: Gubernur Kalbar Bantah Bertemu Bupati Bengkayang Sebelum OTT KPK

Selain Suryadman, KPK juga mengamankan Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang, Obaja dan seorang kepala dinas di lingkungan Pemkab Bengkayang.

"Lima orang ditangkap, termasuk bupati, pejabat pemkab lain sudah di KPK. Dua lainnya dibawa pagi ini ke KPK dari Pontianak. Mereka sedang proses pemeriksaan secara intensif," ujar Febri.

KPK juga menyita uang senilai ratusan juta rupiah. Uang tersebut diduga merupakan hasil suap terkait proyek di Pemerintahan Kabupaten Bengkayang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.