Bantuan Air Bersih Datang, Warga Prioritaskan untuk Minum Sapi

Kompas.com - 04/09/2019, 16:51 WIB
Krisis air di Magetan diperkirakan akan terjadi hingga Bulan November mendatang seiring dengan mundurnya prakiraan hujan yang turun di Magetan. Sulitnya mendapatkan air membuat warga lebih mementingkan air untuk minuman hewan ternak mereka. KOMPAS.COM/SUKOCOKrisis air di Magetan diperkirakan akan terjadi hingga Bulan November mendatang seiring dengan mundurnya prakiraan hujan yang turun di Magetan. Sulitnya mendapatkan air membuat warga lebih mementingkan air untuk minuman hewan ternak mereka.

 

MAGETAN, KOMPAS.com  - Sukarni terlihat bergegas menenteng jeriken dan ember ketika mobil tangki air milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Magetan datang dan mulai mendistribusikan bantuan air bersih. 

Dengan gayung bersama warga lainnya dia seakan berlomba mengisi jeriken yang sudah disiapkan. Hari ini 8 mobil tangki disiapkan oleh BPBD untuk membantu kebutuhan warga Desa Kuwon.

“Kalau tidak ada bantuan air bersih kami ya tidak mandi, sapi milik kami ya tidak minum. Ini untuk minum sapi dulu,” ujarnya Rabu (4/9/2019).

Baca juga: Cerita Pembagian Air Bersih, sampai Malam hingga Warga Bawa Golok karena Tak Kebagian

Sukarni mengaku, setiap tahun desanya mengalami krisis air bersih karena sumur yang menjadi sumber pemenuhan air warga turut kering.

Sulitnya mendapatkan air membuat dia dan warga juga memanfaatkan bantuan air bersih untuk minuman ternak mereka.

“Kalau nyari air yang jauh, makanya air ini juga untuk minum sapi, juga buat persediaan air minum dan masak," kata Sukarni.

Anggota DPRD Kabupaten Magetan Sujatno  yang turun langsung memberikan bantuan air bersih mengatakan, pemerintah daerah harusnya memiliki solusi yang bisa menyelesaikan permalasahan krisis air warga Desa Kuwon setiap musim kemarau datang.

Selain pemasangan instalasi  PDAM yang masih dalam pengerjaan, pemerintah  daerah seharunya membangun sumur bor untuk mencukupi kebutuhan lebih dari 2.000 jiwa warga Desa Kuwon.

“Seharusnya dibangun satu sumur dalam untuk mengatasi krisis air di Desa Kuwon karena setiap tahun mereka mengalami krisis air setiap musim kemarau datang,” katanya.

Baca juga: Pasutri Lansia Bersyukur Air Bersih Tiba-tiba Muncul di Lahan Gersang Miliknya

Sementara Kasie Kedaruratan BPBD Kabupaten Magetan Feri Yoga Saputra mengatakan, musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang hingga bulan November mendatang membuat jumlah desa yang mengalami kering kritis air bersih.

Setiap hari, BPBD Magetan melakukan upaya droping ke 5 desa yang mengalami  kering kritis sebanyak 8 truk tangki air.

“Setiap hari kita droping air, karena di wilayah tersebut ini memang  kering kritis. Jadi potensi airnya sama sekali tidak ada,” ujarnya

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Regional
Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang  Pertama Kali Terapkan 'Local Lockdown' di Tanah Air

Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang Pertama Kali Terapkan "Local Lockdown" di Tanah Air

Regional
Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Regional
Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Regional
Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Regional
Setahun Pandemi,  Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Setahun Pandemi, Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Regional
172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

Regional
Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Regional
Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Regional
Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X