Bawa 3 Truk Garam, Petani Madura Demo Kantor Gubernur Jawa Timur

Kompas.com - 04/09/2019, 15:26 WIB
Aksi protes petani garam Madura di kantor Gubernur Jatim, Rabu (4/9/2019) KOMPAS.COM/A. FAIZALAksi protes petani garam Madura di kantor Gubernur Jatim, Rabu (4/9/2019)

 

SURABAYA, KOMPAS.com - Ribuan petani garam asal Pulau Madura menggelar aksi protes di depan Kantor Gubernur Jawa Timur Jalan Pahlawan Surabaya, Rabu (4/9/2019).

Mereka juga membawa 3 truk berisi garam yang siap ditumpahkan di tengah jalan.

Massa pengunjuk rasa diangkut puluhan kendaraan roda empat dan bus yang diparkir di depan kantor Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi Jatim.

Baca juga: Jeritan Petani Garam Pantura Saat Harga Terjun Bebas...

Sementara aksi digelar dengan membentangkan spanduk dan berorasi di depan kantor Gubernur Jatim.

Kata salah satu orator aksi, 3 truk garam tersebut untuk membuktikan bahwa kualitas garam Madura lebih bagus dan tidak seperti yang disebut Presiden Jokowi saat membandingkan dengan produk garam asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, 21 Agustus lalu.

"Kalau perlu kita tumpahkan 3 truk garam itu ke jalan biar semua tahu kualitas garam asal Madura. Jika perlu, Gubernur Jatim mengajak Presiden Jokowi untuk panen garam di Madura," ujar Muhammad Yanto, korlap aksi.

Baca juga: Dampak Kebocoran Minyak Pertamina, Petani Garam Tak Panen Selama Seminggu

Selain protes tentang kualitas garam, aksi tersebut juga memprotes rendahnya serapan garam petani di Madura.

Pemerintah diduga lebih memanfaatkan garam impor yang menguntungkan pengusaha dari pada produk garam milik petani.

Isbir, petani garam asal Desa Ragung Kecamatan Pengarengan Kabupaten Sampang menyebut, serapan garam petani tidak hanya rendah, tapi juga murah.

"Tahun lalu garam saya dibeli oleh PT Garam seharga 1.450 per kilogram, sekarang cuma 700 rupiah per kilogram," terangnya.

Harga tersebut dianggap tidak menguntungkan petani garam, karena menurut Isbir, petani mengeluarkan Rp 800 ribu biaya komponen untuk 1 ton garam.

Karena serapan rendah, saat ini dia mengaku masih menyimpan sekitar 1500 ton garam sisa panen tahun kemarin.

"Kalau sekarang saya masih punya 5000 ton di gudang. Sebagian saya taruh di lahan," ujarnya.

Hingga pukul 15.00 WIB, sejumlah perwakilan masih menggelar pertemuan tertutup di salah satu ruangan di kantor Gubernur Jatim.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Regional
Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X