Alasan Kepolisian Gresik Hadirkan 'Hantu' Saat Operasi Patuh 2019

Kompas.com - 04/09/2019, 10:21 WIB
Salah satu hantu jadi-jadian (kanan) yang dihadirkan dalam agenda sidang di tempat, dalam operasi patuh 2019 yang dilaksanakan Satlantas Polres Gresik. KOMPAS.com/HAMZAH ARFAHSalah satu hantu jadi-jadian (kanan) yang dihadirkan dalam agenda sidang di tempat, dalam operasi patuh 2019 yang dilaksanakan Satlantas Polres Gresik.

GRESIK, KOMPAS.com - Berbagai inovasi terus dilakukan pihak kepolisian, khususnya jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Gresik untuk dapat menekan angka kecelakaan yang terjadi.

Salah satunya, menghadirkan hantu jadi-jadian dalam rangkaian Operasi Patuh 2019.

Saat Operasi Patuh 2019, dilakukan agenda sidang di tempat di sekitar Terminal Bunder, Gresik, Selasa (3/9/2019).

Hantu jadi-jadian itu pun muncul di tengah-tengah meja sidang penindakan yang digelar, bersama dengan para pelanggar yang terkena tilang.

Hasilnya, hantu dengan wajah menyeramkan tersebut menjadi pendamping para pelanggar lalu lintas.

Pihak kepolisian sengaja menghadirkan hantu jadi-jadian tersebut di area sidang.

Hantu dibuat lengkap dengan kain putih serta riasan mirip darah.

Ternyata, kehadiran hantu ini  lebih pada aspek edukasi kepada masyarakat, supaya tertib dalam berlalu lintas.

Kehadiran hantu tersebut diharapkan memberi efek jera, agar pelaku kesalahan tidak melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak kepolisian.

"Kami mau kasih shock therapy, pengingat kepada pengguna jalan, terutama mereka yang kemarin melanggar-melanggar itu, bahwa pelanggaran itu awal dari kecelakaan, seperti melawan arus, kecepatan melebihi batas maksimal, tidak pakai helm, dan lain sebagainya," ujar Kasatlantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto, Rabu (4/9/2019).

Wikha menjelaskan, maksud dari pihaknya menghadirkan hantu jadi-jadian dalam agenda tersebut agar pengguna jalan tidak melanggar aturan dan kemudian mengalami kecelakaan.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X