KILAS DAERAH

"One Pesantren One Product", Jurus Ridwan Kamil Gairahkan Ekonomi Pesantren

Kompas.com - 03/09/2019, 20:12 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyerahkan hadiah kepada pondok pesantren (ponpes) peserta One Pesantren One Product (OPOP) di Bandung, Selasa (3/9/19). Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyerahkan hadiah kepada pondok pesantren (ponpes) peserta One Pesantren One Product (OPOP) di Bandung, Selasa (3/9/19).

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mencetuskan program One Pesantren One Product (OPOP) sebagai upaya menggairahkan ekonomi pesantren di wilayahnya.

Menilik fungsinya, OPOP merupakan program pemberdayaan ekonomi pesantren dengan menghadirkan ragam kegiatan.

Antara lain memberi pelatihan bisnis berbasis daring, mengadakan aktivitas magang, pelatihan cara mengelola uang, dan pendampingan produksi pemasaran.

Kini program tersebut telah memasuki tahap satu yang mana dalam acara peresmiannya dihadiri langsung oleh Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, di Bandung, Kamis (29/9/2019).

Baca juga: Go To East, Upaya Emil Sejahterakan Nelayan Jabar

"Ada 1.076 pondok pesantren (ponpes) dari 27 kabupaten dan kota di Jabar yang menjadi peserta OPOP tahap satu," ucap dia sesuai rilis yang Kompas.com terima, Selasa (3/9/2019).

Emil menjelaskan, sistem bisnis OPOP berbeda dengan program kewirausahaan pada umumnya karena lebih dulu mencari pembeli (off takers).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ketika ada permintaan, baru ponpes peserta OPOP akan memproduksi produk," ujar Emil.

Gandeng perusahaan besar

Terdekat, program OPOP akan mempertemukan ponpes dengan pengusaha dan sejumlah perusahaan demi menciptakan iklim kolaborasi usaha.

Baca juga: Emil Beberkan 3 Langkah untuk Tekan Angka Kemiskinan di Jabar

Perusahaan yang dimaksud di antaranya BukaLapak, Blibli, Telkom, dan Angkasa Pura,

"Sampai saat ini sudah mengantongi 40 off takers. Mimpinya adalah ekonomi Jabar yang besar yang titik simpulnya di Pesantren," papar Emil.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jabar, Kusmana Hartadji, menyebut sebagian besar ponpes di Jabar belum mampu mandiri secara ekonomi.

"Masih sulit membiayai kebutuhan operasional maupun pengembangan sarana dan prasarana pesantren," ujar Kusmana.

Baca juga: Pemdaprov Jabar Kikis Ketimpangan Digitalisasi dengan Desa Digital

Melalui OPOP, dirinya berharap ponpes dapat memasarkan produknya secara regional, nasional, dan bahkan internasional.

Di sisi lain, perwakilan Ponpes Rizalihut Cendikia Bogor, Asep Rahmat, mengaku optimis dengan adanya program OPOP ini.

Dirinya berpendapat, OPOP dapat mendorong kemandirian pesantren dengan efektif dan efisien, sehingga operasional aktivitas belajar mengajar di Pesantren dapat dipenuhi secara mandiri.

"Pesantren kami jual oleh-oleh di Puncak Bogor, seperti makanan ringan dan lain sebagainya. Omzet saat ini mencapai sekira Rp 200 juta dan terus meningkat," kata Asep.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.