Dihantam Badai, KM Carolina Hilang Kontak di Perairan Karimun Riau

Kompas.com - 03/09/2019, 19:29 WIB
Kapal KM Carolina mengalami mati mesin dan terombang ambing di perairan Pulau Rukan Kundur, Kabupaten Karimun, kepulauan Riau, Selasa (3/9/2019) sore tadi. HUMAS BNPP KELAS A TANJUNGPINANGKapal KM Carolina mengalami mati mesin dan terombang ambing di perairan Pulau Rukan Kundur, Kabupaten Karimun, kepulauan Riau, Selasa (3/9/2019) sore tadi.

KARIMUN, KOMPAS.com - Kapal KM Carolina mengalami mati mesin dan terombang ambing di perairan Pulau Rukan Kundur, Kabupaten Karimun, kepulauan Riau, Selasa (3/9/2019) sore tadi.

Belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, namun informasi sementara yang didapat dari sejumlah kru yang berhasil diselamatkan, kapal sempat dihantam ombak besar hingga akhirnya mati mesin.

Agung, Humas Badan Nasional Pertolongan dan Pencarian (BNPP) Kelas A Tanjungpinang mengatakan, kejadian ini berawal saat empat anak buah kapal  (ABK) kapal KM Carolina hendak melaut dari Kabupaten Karimun.

Namun di tengah perjalanan, kapal ini dihantam gelombang besar hingga akhirnya mesin kapal GT 6 ini mati.


Baca juga: Ini 5 Fakta Terbaru KM Mina Sejati, 1 Jenazah Ditemukan hingga Masih Dilakukan Pencarian 

Bahkan belakangan genset yang ada di kapal juga tidak bisa lagi menyala karena terhantam air laut.

Begitu juga dengan alat komunikasi radio marine off serta kapal tidak memiliki Epirb hingga akhirnya kapal terombang ambing di perairan Pulau Rukan Kundur, Karimun.

“Beruntung informasi ini cepat kami terima, sehinga kapal dan keempat ABK berhasil kami selamatkan,” kata Humas BNPP Kelas A Tanjungpinang melalui telepon, Selasa (3/9/2019).

Untuk 4 ABK yang berhasil diselamatkan, Agung mengatakan diantaranya Ahmad (50) yang merupakan Nahkoda kapal. Kemudian Indra (40), Adi (41) dan Hajan (39) dan ketiganya ini sebagai ABK kapal.

Baca juga: Satu Jenazah ABK Korban Pembantaian KM Mina Sejati Tersangkut Jaring Nelayan

Dievakuasi

Saat ini, lanjut Agung kapal dan ABK masih dalam proses evakuasi dan dibawa ke pelabuhan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan.

Untuk gelombang, saat ini Agung mengatakan mencapai 1,5 meter, namun demikian proses evakuasi masih berjalan normal.

“Jarak Kantor Pos SAR Tanjungpinang ke lokasi kejadian lebih kurang 50,7 Mill Laut,” jelas Agung.

Ditanyai apakah keempat ABK mengalami trauma, Agung mengaku belum mendapatakn informasi tersebut.

Namun, begitu proses evakuasi berhasil, tidak saja kapal yang dilakukan perbaikan, keempat ABK juga akan dilakukan pemeriksaan kesehatannya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Potre Koning, Seni Lingkungan, dan Tiga Seniman

Potre Koning, Seni Lingkungan, dan Tiga Seniman

Regional
4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

Regional
ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

Regional
Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Regional
Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Regional
Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Regional
7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X