Tiga Situs Bersejarah Gorontalo Diusulkan sebagai Cagar Budaya, Apa Saja?

Kompas.com - 03/09/2019, 11:06 WIB
Bangunan tua dan bersejarah bekas rumah dinas kepala kantor pos di tengah Kota Gorontalo menjalani sidang penetapan sebagai cagar budaya. Di halaman rumah ini pada 23 Januari 1942, masyarakat Gorontalo yang dipimpin Nani Wartabone mendeklarasikan Kemerdekaan Indonesia dan mengibarkan bendera merah putih. KOMPAS.com/ROSYID A AZHARBangunan tua dan bersejarah bekas rumah dinas kepala kantor pos di tengah Kota Gorontalo menjalani sidang penetapan sebagai cagar budaya. Di halaman rumah ini pada 23 Januari 1942, masyarakat Gorontalo yang dipimpin Nani Wartabone mendeklarasikan Kemerdekaan Indonesia dan mengibarkan bendera merah putih.

GORONTALO, KOMPAS.com — Tiga situs bersejarah di Provinsi Gorontalo sedang dalam proses sidang penetapan sebagai cagar budaya oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Gorontalo, Selasa (3/9/2019).

Ketiga situs tersebut adalah gedung dan rumah dinas Kantor Pos, perbentengan Otanaha, dan bangunan Sekolah Dasar Negeri 61 Kota Gorontalo.

Dua situs, yakni gedung dan rumah dinas Kantor Pos serta perbentangan Otanaha, sebelumnya sudah mendapat penetapan sebagai cagar budaya nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Namun, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010, keduanya harus didaftarkan kembali untuk dilakukan kajian dan sidang penetapan.

Dalam sidang ini akan dibuat usulan ke TACB Provinsi Gorontalo untuk diusulkan peringkatnya hingga ke tingkat nasional.

Dengan begitu, cagar budaya di Gorontalo memiliki status yang jelas, termasuk pengelolaannya.

“Dalam undang-undang, cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan cagar budaya di darat dan di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan melalui proses penetapan,” kata Joni Apriyanto, salah seorang TACB Kota Gorontalo, Selasa.

Baca juga: Risma Akan Tetapkan Benteng Kedung Cowek sebagai Bangunan Cagar Budaya

Joni mengatakan, benda, bangunan, atau struktur dapat diusulkan sebagai benda, bangunan, atau struktur apabila memenuhi kriteria berusia minimal 50 tahun.

Kemudian, mewakili masa gaya, memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan, dan memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.

Kantor dan rumah dinas kepala Kantor Pos merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan meskipun di lapangan di antara kedua bangunan tersebut dipisahkan oleh jalan.

Di kompleks Kantor Pos inilah peristiwa bersejarah terjadi, yaitu pengibaran bendera Merah Putih dan pembacaan deklarasi kemerdekaan Indonesia oleh Nani Wartabone.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Regional
Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Regional
RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

Regional
Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Regional
Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Regional
Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Regional
Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Regional
Densus 88 Geledah Rumah Mewah dan Kontrakan di Bandung

Densus 88 Geledah Rumah Mewah dan Kontrakan di Bandung

Regional
Cerita Siswa-siswi SD di Flores Pikul Air 5 Km Tiap Hari untuk Siram Toilet Sekolah

Cerita Siswa-siswi SD di Flores Pikul Air 5 Km Tiap Hari untuk Siram Toilet Sekolah

Regional
Kronologi Kaburnya 7 Napi Setelah Bobol Tahanan Polsek Peusangan Bireuen

Kronologi Kaburnya 7 Napi Setelah Bobol Tahanan Polsek Peusangan Bireuen

Regional
Di Balik Kisah Pernikahan Rp 5,6 Juta dan Cincin Kawin Meteorit, Mimpi yang Tercapai

Di Balik Kisah Pernikahan Rp 5,6 Juta dan Cincin Kawin Meteorit, Mimpi yang Tercapai

Regional
13 Korban Masih di RS, Polisi Kesulitan Usut Kasus Tabrakan Rombongan Pengantin di Aceh

13 Korban Masih di RS, Polisi Kesulitan Usut Kasus Tabrakan Rombongan Pengantin di Aceh

Regional
Siswa SMP di Kupang Nekat Gantung Diri dan Tinggalkan Surat Wasiat, Ini Isinya

Siswa SMP di Kupang Nekat Gantung Diri dan Tinggalkan Surat Wasiat, Ini Isinya

Regional
Pengungsi Gempa Maluku Bisa Kembali Berobat Gratis di RS Darurat

Pengungsi Gempa Maluku Bisa Kembali Berobat Gratis di RS Darurat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X