Jangan Ngaku Anak Universitas Brawijaya kalau Tak Kenal Warung Lengko yang Legendaris

Kompas.com - 03/09/2019, 07:35 WIB
Nasi Lengko yang melegenda di Kampus Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Jumat (16/8/2019). KOMPAS.com/ANDI HARTIKNasi Lengko yang melegenda di Kampus Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Jumat (16/8/2019).

MALANG, KOMPAS.com - Siang itu, bangku-bangku di warung itu hampir terisi penuh. Namanya Warung Lengko Sukirman, warung legendaris dalam sejarah mahasiswa Universitas Brawijaya (UB).

Sejumlah mahasiswa terlihat menikmati makanan di warung itu. Ada juga yang memilih membungkus untuk dibawa pulang. Rata-rata, yang pulang bawa bungkusan, ya anak kosan.

Weci, tempe goreng, telur, ayam goreng dan tongkol, menu khas warung ini yang tersaji di meja, terus berkurang dalam hitungan menit karena mahasiswa terus berdatangan.

Baca juga: Cerita Para Penikmat Kantin Mem USU, Warung Pilihan Mahasiswa yang Sedang Bokek

dan Baca juga: Cerita Kantin Salman ITB, Andalan Mahasiswa Berkantong Tipis

Sukirman (57), pemilik Warung Lengko, mengatakan, lengko sebenarnya adalah makanan khas Tegal, Jawa Tengah.

Meski demikian, makanan itu banyak disukai oleh mahasiswa lintas daerah yang belajar di kampus biru ini.

Suasana Warung Lengko di kawasan Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Jumat (16/8/2019).KOMPAS.com/ANDI HARTIK Suasana Warung Lengko di kawasan Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Jumat (16/8/2019).
Sukirman yang berasal dari Tegal mengaku telah merantau ke Kota Malang pada tahun 1996. Saat itu, dia berjualan rujak manis dari buah-buahan.

Jualannya bangkrut saat terjadi krisis moneter pada tahun 1998. Harga buah-buahan melejit sehingga dia harus gulung tikar.

"1998 krisis moneter, buah harganya naik tajam," katanya.

Baca juga: Kisah Kantin Mem di USU, Murah Meriah dan Tempat Makan Sebelum Demo

dan Baca juga: Cerita Para Penikmat Kantin Mem USU, Warung Pilihan Mahasiswa yang Sedang Bokek

Berhenti berjualan buah tidak membuat Sukirman menyerah di tanah rantau. Setahun berikutnya, pada tahun 1999, Sukirman mulai berjualan nasi lengko, makanan khas daerah asalnya.

Dia berjualan di pelataran Masjid Raden Patah, masjid yang berada di dalam komplek kampus Universitas Brawijaya. Sukirman memanfaatkan momen wisuda untuk memulai usaha baru.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X