Kompas.com - 02/09/2019, 20:05 WIB
Ilustrasi kebiri, kebiri kimia ShutterstockIlustrasi kebiri, kebiri kimia

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Di balik hebohnya vonis kebiri kimia, ada cerita lain yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Pemkab Mojokerto, Joeda Hadi Suwigjo Eko Setijo Boedi.

Kepada Kompas.com, Joeda menjelaskan, di Kabupaten Mojokerto, tupoksi untuk pemberdayaan dan perlindungan serta pendampingan perempuan dan anak, berada di dinas yang dipimpinnya.

Terungkapnya kasus pencabulan dan kekerasan seksual dengan korban 9 anak di Kabupaten Mojokerto, otomatis menjadi perhatian dan tanggung jawab dia dan anak buahnya.

Dikatakan Joeda, pascatertangkapnya Muh Aris (20) pada 26 Oktober 2018 dan terungkap adanya 9 korban, pihaknya segera berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Polres Mojokerto Kota dan Polres Mojokerto.

Baca juga: Kontroversi Kebiri Kimia, Keluarga Minta Terpidana Dirawat di RSJ hingga Kuasa Hukum Ajukan PK

Berdasarkan keterangan dari polisi, ujar Joeda, Muh Aris mengaku jika korbannya di wilayah Kabupaten Mojokerto ada 9 anak. Namun, siapa dan dimana lokasinya, Aris mengaku lupa.

Dari informasi itu, kata Joeda, tim dari DP2KBP2 Pemkab Mojokerto segera menelusuri para korban. Namun, langkah itu ternyata tidaklah mudah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau jumlah korbannya, saya pastikan memang jumlahnya 9. Penelusuran kami, semua (korban) ketemu. Tapi dari 9 itu, hanya 2 yang mau ngomong dan mau kita dampingi," ujar dia, saat ditemui Kompas.com di Kantornya, Senin (2/9/2019).

Aib yang harus ditutupi

Joeda menjelaskan, para orang tua dan keluarga korban pencabulan dan kekerasan seksual oleh Muh Aris, memilih 'mendiamkan' kasus yang dialami anaknya. Alasannya, mereka menganggap hal itu adalah aib yang harus ditutupi.

Padahal, lanjut Joeda, dalam mendampingi kasus yang melibatkan korban atau pelaku anak, pihaknya memiliki pedoman yang selalu menjaga privasi anak-anak maupun keluarganya.

"Tapi karena menganggap itu aib, mereka menolak. Kita datangi saja mereka tidak mau, padahal anaknya memang menjadi korban si Aris," tutur peraih penghargaan Wira Karya Kencana ini.

Dijelaskan Joeda, Pemkab Mojokerto bersama para relawan pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak, memiliki konsen khusus kepada perempuan dan anak korban kekerasan, termasuk korban kejahatan seksual.

Baca juga: Keluarga Berharap Pemerkosa 9 Anak Tidak Dihukum Kebiri Kimia, tapi Dirawat di RSJ

Mereka menyiapkan tenaga pendamping untuk pendampingan psikologi hingga rehabilitasi. Selain itu, disiapkan pula akses yang diperlukan anak-anak korban kekerasan.

"Khusus untuk anak-anak korbannya si Aris, bagi yang mau memang kita dampingi betul. Keluarganya bagaimana, lingkungannya seperti apa, termasuk bagaimana sekolahnya. Kebutuhan sekolahnya kita cek terus," kata Joeda.

Joeda Hadi berharap, vonis hukuman yang dijatuhkan kepada Muh Aris, bisa memberi efek jera.

Seperti diberitakan sebelumnya, Seorang pemuda pemerkosa sembilan anak di Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan dihukum dengan kebiri kimia.

Pemuda itu adalah Muh Aris (20), warga Dusun Mengelo, Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Dalam kesehariannya, dia bekerja sebagai tukang las.

Berdasarkan putusan pengadilan, Aris dihukum penjara selama 12 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan penjara. Selain itu, dia diberi hukuman tambahan berupa kebiri kimia.

Baca juga: Putuskan Kebiri Kimia Pemerkosa 9 Anak, Hakim Sebut Tidak Langgar HAM

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.