20 Orang Jadi Tersangka Pembakaran Bendera dan Perkantoran di Papua Barat

Kompas.com - 02/09/2019, 13:24 WIB
Pembakaran pasar Thumburuni di Fakfak, Papua Barat, sesudah unjuk rasa berubah menjadi kerusuhan yang meluas. dok BBC IndonesiaPembakaran pasar Thumburuni di Fakfak, Papua Barat, sesudah unjuk rasa berubah menjadi kerusuhan yang meluas.

MANOKWARI, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Polda Papua Barat menetapkan 20 tersangka kerusuhan di tiga kabupaten di Papua Barat.

Para tersangka ini disangkakan merusak dan membakar bangunan serta menjarah toko dan membakar bendera merah putih, serta kendaraan roda dua dan empat.

"20 tersangka ini berasal dari tiga kabupaten, yakni Manokwari, Sorong dan Fakfak," ujar Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey, Senin (2/9/2019). 

Baca juga: Polri: Satu Korban Kerusuhan di Fakfak Alami Luka Tusuk


Mathias mengatakan, untuk wilayah Manokwari, terdapat 10 tersangka di antaranya FM tersangka pembakaran kantor DPRPB, BW tersangka pembakaran Abon Gulung Hawai Bakery dan AS tersangka pembakaran Dailer Daihatsu.

DA dan MA tersangka pembakaran kantor MRPB, YS,MS dan RD tersangka penjarahan counter HP mond stor, IW tersangka pembakaran bendera merah putih dan YW tersangka perusakan Rumah Makan Emji.

Di Sorong Kota ditetapkan tujuh Tersangka  yaitu, perusak Bandara Deo  Sorong DR, pembakaran Lapas Sorong bernisil AW, FM dan IM, pembakar kantor DPRD Sorong Kota M, AS dan MSM,

Sedangkan di Kabupaten Fakfak, terdapat tiga tersangka pembakaran pasar Tamburuni berinisial PT, RK dan YEA.

"Masih dimungkinkan adanya penambahan tersangka dalam kerusuhan di Papua Barat," ucap Mathias.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X