Kantin Mbok Jum di Kampus UNS, Beragam Menu Favorit hingga Harga Super Murah

Kompas.com - 02/09/2019, 11:27 WIB
Kantin Mbok Jum di Kampus UNS, Solo, Jawa Tengah. KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWIKantin Mbok Jum di Kampus UNS, Solo, Jawa Tengah.

SOLO, KOMPAS.com — Menyandang sebagai kantin legendaris, kantin Mbok Jum banyak disukai mahasiswa karena harganya yang murah meriah.

Tak sekadar murah, kantin Mbok Jum di Kampus Universitas Sebelas Maret ( UNS) dikenal menyajikan aneka santapan khas Jawa Tengah dengan rasa yang enak.

Kompas.com yang mengunjungi kantin Mbok Jum pada Agustus 2019 berkesempatan untuk menjajal berbagai hidangan.

Untuk sepiring nasi, sayur bebas pilih dengan lauk dua tempe goreng, pembeli cukup membayar Rp 5.000.

Sementara harga nasi sayur dengan lauk telur goreng hanya Rp 7.000.

Baca juga: Cerita Tanggal Tua di Kantin Jatinangor, Sembunyikan Lauk hingga Lupa Bayar

Bila tambah dengan minum es teh atau teh hangat, pembeli cukup tambah Rp 2.000.

Sayur yang tersedia pun beraneka ragam, dari pecel, gudeg, hingga terik tempe tahu.

Bila ada pembeli yang menggemari makanan berkuah segar, soto juga tersedia di sini.

Tak hanya nasi, sayur dan lauk, kantin Mbok Jum juga menyediakan makanan gorengan, seperti tempe dan tahu goreng.

Harganya benar-benar di luar dugaan. Sepotong gorengan masih dijual Rp 500.

Kantin Mbok Jum tak berani mematok harga tinggi seperti kantin biasa karena segmen pembelinya mahasiswa.

Apalagi, rata-rata mahasiswa yang menimba ilmu di UNS masih mengandalkan orangtua untuk biaya hidup.

"Kalau dinaikkan harganya, nanti tidak laku," kata Ana, anak Mbok Jum yang kini mengelola kantin tersebut.

Baca juga: Kantin Mbok Jum, Warung Makan Legendaris di Kampus UNS Solo

Kantin Mbok Jum di Kampus UNS, Solo, Jawa Tengah.KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI Kantin Mbok Jum di Kampus UNS, Solo, Jawa Tengah.
Menu favorit

Soal makanan paling favorit di kantin Mbok Jum, nasi pecel dan sayur gudeg kacang tolo paling banyak disukai mahasiswa.

Begitu pula lauk tempe dan tahu goreng yang menjadi kudapan favorit karena harganya yang murah plus rasa yang enak.

Beberapa mahasiswa yang dijumpai Kompas.com saat makan di kantin Mbok Jum mengaku kepincut dengan sayur pecel dan gudeg sambal goreng yang memiliki cita rasa luar biasa.

Tak hanya soal cita rasa, harga yang tidak membuat kantong bolong menjadi alasan banyak mahasiswa menyukai sayur dan makanan yang disajikan di kantin Mbok Jum.

"Bagi kami, yang terpenting murah harganya dan ramah di kantong mahasiswa. Syukur-syukur kalau harganya murah dan rasanya enak seperti di kantin Mbok Jum ini," kata Andri.

Andri menuturkan, tak cuma makanan dan minuman yang membuat kantin Mbok Jum sering menjadi sasaran mahasiswa.

Pemilik kantin dan pelayanannya yang ramah membuat mahasiswa betah makan di kantin Mbok Jum.

Baca juga: Kantin Salman ITB, Saksi Sejarah Orang-orang Berpengaruh di Indonesia



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melahirkan di Toilet, Siswi SMA Buang Bayinya di Panti Asuhan agar Tak Terlantar, Ini Ceritanya

Melahirkan di Toilet, Siswi SMA Buang Bayinya di Panti Asuhan agar Tak Terlantar, Ini Ceritanya

Regional
[POPULER NUSANTARA] Video Viral Pengendara Motor Angkut Jenazah | Sepeda Motor di Bengkel Ditilang Polisi

[POPULER NUSANTARA] Video Viral Pengendara Motor Angkut Jenazah | Sepeda Motor di Bengkel Ditilang Polisi

Regional
Pusat Tolak Kenaikan UMP, Ganjar: Jateng Naik 3,27 Persen

Pusat Tolak Kenaikan UMP, Ganjar: Jateng Naik 3,27 Persen

Regional
Menyoal Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Tak Ada Kerusakan Candi dan Balai Konservasi Lakukan Evaluasi

Menyoal Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Tak Ada Kerusakan Candi dan Balai Konservasi Lakukan Evaluasi

Regional
Pengakuan Pesepeda yang Diduga Disiram Air Keras Saat Gowes: Panas di Kulit, Celana sampai Rusak

Pengakuan Pesepeda yang Diduga Disiram Air Keras Saat Gowes: Panas di Kulit, Celana sampai Rusak

Regional
Sebuah Buku Catatan dan Bayi Perempuan di Depan Panti Asuhan

Sebuah Buku Catatan dan Bayi Perempuan di Depan Panti Asuhan

Regional
Menyoal Penetapan Tersangka Bahar bin Smith, Korban Sudah Mencabut Laporan, Polda Membantah

Menyoal Penetapan Tersangka Bahar bin Smith, Korban Sudah Mencabut Laporan, Polda Membantah

Regional
Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Regional
Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Regional
Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Regional
Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Regional
Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Regional
Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Regional
Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Regional
Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X