Kisah Peternak Lebah Hasilkan Madu Berkualitas Memanfaatkan Kangkung

Kompas.com - 02/09/2019, 09:19 WIB
Salah seorang peternak lebah di Desa Balongwangi, Kecamatan Tikung, Lamongan, saat membawa sarang lebah yang dihasilkan. KOMPAS.com/HAMZAH ARFAHSalah seorang peternak lebah di Desa Balongwangi, Kecamatan Tikung, Lamongan, saat membawa sarang lebah yang dihasilkan.

LAMONGAN, KOMPAS.com – Ada berbagai macam khasiat yang dihasilkan oleh madu, baik untuk kesehatan maupun kecantikan, selain tentunya untuk melezatkan makanan.

Berbagai cara pun dilakukan oleh peternak lebah, untuk dapat menghasilkan madu terbaik.

Seperti di Desa Balongwangi, Kecamatan Tikung, Lamongan, para peternak lebah coba memanfaatkan tanaman kangkung yang tengah tumbuh subur di sana saat ini.

Mereka membudidayakan lebah jenis Malfifera, dengan diberi ‘asupan’ dari nektar bunga kangkung yang memiliki aroma khas untuk menghasilkan madu berkualitas.

Baca juga: Terjerat Perangkap, Beruang Madu Dievakuasi ke Hutan Lindung Pasaman

“Jadi, lebah itu mengonsumsi nektar bunga kangkung, yang kemudian lebah itu menghasilkan madu di sarangnya, di tempat yang sudah kami sediakan,” ujar salah seorang peternak lebah, Triyono, belum lama ini.

Tak jauh dari lahan petani membudidayakan tanaman kangkung, Triyono dan rekan-rekannya sesama peternak lebah memasang 60 kotak di bawah pohon jati, yang memang diperuntukkan bagi sarang lebah.

Dalam jangka waktu 10 sampai 15 hari, lanjut Triyono, lebah-lebah yang sudah mengonsumsi nektar bunga kangkung tersebut, kemudian menghasilkan madu murni pada sarang yang telah mereka sediakan.

“Dari kotak-kotak yang kami sediakan, biasanya dapat menghasilkan dua sampai empat kuintal sarang lebah. Jika (sarang madu) diperas, bisa menghasilkan hingga ratusan liter madu murni,” ucap dia.

Triyono dan para peternak lebah di Desa Balongwangi, berbeda-beda dalam menjual madu yang dihasilkan.

Ada yang langsung dijual berupa sarang madu, ada juga yang sudah diperas dan dikemas dalam wadah botol.

Untuk sarang madu, mereka biasa mematok harga Rp 60.000 per kilogramnya.

Sementara, untuk madu yang sudah diperas dan dimasukkan ke dalam botol, mereka memasang harga Rp 25.000 untuk yang dikemas dalam botol kecil dan Rp 75.000 untuk botol berukuran besar.

“Biasanya, yang beli itu produsen jamu dan obat tradisional, kadang juga masyarakat umum. Karena mengonsumsi madu murni dapat berkhasiat menyembuhkan beberapa penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh,” kata Triyono.

Hal senada juga diutarakan oleh Ahyat, warga Desa Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang, Gresik.

Baca juga: Perangai Terduga Teroris di Lamongan Berubah Usai Menikah

 

Ia mengatakan, saat di desanya masih aktif dalam membudidayakan tanaman kangkung, beberapa peternak lebah asal Jawa Tengah ada yang memilih tinggal sementara waktu untuk menetap.

“Sering saat dulu masih tanam kangkung, terakhir dua tahun lalu, banyak peternak lebah dari Jawa Tengah yang minta izin tinggal untuk budidaya lebah. Biasanya mereka itu musiman, kalau enggak musim tanam kangkung, ya mereka kembali pulang atau cari tempat lain," tutur Ahyat.

Namun Ahyat menerangkan, dalam dua tahun terakhir ini, desanya tidak lagi didatangi oleh para peternak lebah dari Jawa Tengah seperti biasa, lantaran warga di sana tak lagi menanam kangkung imbas dari kesulitan mencari sumber air.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditelepon Wagub Saat Rapat, Lion Air Hentikan Penerbangan ke Bangka Belitung

Ditelepon Wagub Saat Rapat, Lion Air Hentikan Penerbangan ke Bangka Belitung

Regional
Liang Lahat Sudah Digali, Pemakaman Jenazah Positif Corona di Lampung Ditolak 2 Kali

Liang Lahat Sudah Digali, Pemakaman Jenazah Positif Corona di Lampung Ditolak 2 Kali

Regional
Ganjar Minta Warga Tak Tolak Jenazah Korban Virus Corona: Jaga Perasaan Korban dan Keluarganya

Ganjar Minta Warga Tak Tolak Jenazah Korban Virus Corona: Jaga Perasaan Korban dan Keluarganya

Regional
UPDATE Pasien Corona di Sulsel: 50 Positif Corona, 5 Orang Meninggal Dunia

UPDATE Pasien Corona di Sulsel: 50 Positif Corona, 5 Orang Meninggal Dunia

Regional
Panen Padi di Tengah Wabah Corona, Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

Panen Padi di Tengah Wabah Corona, Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

Regional
Sektor Pertanian di Sumedang Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

Sektor Pertanian di Sumedang Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

Regional
Mantan Anggota DPRD Sulsel yang Jenazahnya Ditolak Warga Masih Berstatus PDP

Mantan Anggota DPRD Sulsel yang Jenazahnya Ditolak Warga Masih Berstatus PDP

Regional
Ditengok Anaknya dari Jakarta, Pasien Stroke Positif Covid-19 di Ciamis

Ditengok Anaknya dari Jakarta, Pasien Stroke Positif Covid-19 di Ciamis

Regional
Sebar Hoaks Kematian Pasien Covid-19 di Sulbar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Sebar Hoaks Kematian Pasien Covid-19 di Sulbar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Kasus DBD Menurun, 1.474 Pasien Dinyatakan Sembuh di Sikka, NTT

Kasus DBD Menurun, 1.474 Pasien Dinyatakan Sembuh di Sikka, NTT

Regional
Pesan Pasien Sembuh Covid-19: Anak Muda, Tak Perlu Nongkrong, Dengarkan Pemerintah

Pesan Pasien Sembuh Covid-19: Anak Muda, Tak Perlu Nongkrong, Dengarkan Pemerintah

Regional
Fakta Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Hanyut di Depan Mata Ibunya, Pencarian Dilakukan

Fakta Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Hanyut di Depan Mata Ibunya, Pencarian Dilakukan

Regional
60 Warga Isolasi Mandiri, Desa di Magetan Berlakukan 'Lockdown'

60 Warga Isolasi Mandiri, Desa di Magetan Berlakukan 'Lockdown'

Regional
Karantina Wilayah, Batam Beri Sembako Gratis dan Pekerja Tetap Bekerja

Karantina Wilayah, Batam Beri Sembako Gratis dan Pekerja Tetap Bekerja

Regional
Kisah Evakuasi Harimau Sumatera 3 Hari Terjerat Tali di Riau: Petugas 2 Jam tembus Hutan, Temukan Luka Serius di Kaki

Kisah Evakuasi Harimau Sumatera 3 Hari Terjerat Tali di Riau: Petugas 2 Jam tembus Hutan, Temukan Luka Serius di Kaki

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X