500 Personel Brimob Polda Sumut Dikirim ke Papua

Kompas.com - 01/09/2019, 13:25 WIB
Petugas kepolisian dan TNI melakukan pengamanan saat terjadi aksi protes di Mimika, Papua, Rabu (21/08). dok BBC IndonesiaPetugas kepolisian dan TNI melakukan pengamanan saat terjadi aksi protes di Mimika, Papua, Rabu (21/08).

MEDAN, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengirimkan 500 personel Brimob ke Papua untuk membantu upaya pemulihan.

Hal ini dilakukan menyusul belum kondusifnya situasi di sana, karena gelombang aksi demonstrasi masih terus dilakukan oleh mahasiswa dan rakyat Papua.

Dalam dua hari terakhir, beberapa fasilitas publik, kantor-kantor pemerintahan dan kantor media massa dibakar.

Baca juga: Polda Kalbar Kembali Kirim 180 Personel Brimob ke Papua


 

Untuk itu, aparat pun meningkatkan pengamanannya disana, baik TNI dan Polri.

"Ada 500 personel Brimob Polda Sumut dikirim hari ini ke Papua. Mereka akan dilibatkan untuk memulihkan keamanan di Provinsi Papua dan Papua Barat," ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja kepada wartawan, Sabtu (31/8/2019).

Adapun upacara pelepasan personel ini, jelas Tatan langsung dilakukan di Markas Brimob Tanjung Morawa, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (30/8/2019) malam.

Baca juga: Doa Istri Pasukan Brimob yang Dikirim ke Papua: Semoga Cepat Pulang dengan Selamat...

Namun lanjut dia, sejauh ini baru 250 personel yang diberangkatkan menuju bandara di Jayapura.

"Sisa personel lainnya akan diberangkatkan pada gelombang berikutnya. Ada sekitar 150 atau 250 orang yang akan diberangkatkan berikutnya," jelasnya.

Tatan menyebutkan, para personel Brimob yang dikirim ini akan melaksanakan operasi pengamanan dengan cara persuasif untuk memulihkan suasana.

Baca juga: 252 Personel Brimob Polda Kepri Dikirim ke Papua

"Seperti penegasan Bapak Kapolda, personel harus mengutamakan cara-cara kemanusiaan dalam bertugas. Jadi Persuasif, tidak ada yang menggunakan peluru tajam," tegasnya.

Selain itu, sambung dia, petugas yang diberangkatkan ke sana juga fokus untuk menyelamatkan warga, termasuk harta benda mereka.

"Belum bisa dipastikan, personel ini akan bertugas sampai kapan. Fokus kami pada pemulihan keamanan di sana. Jika sudah kondusif, maka akan ditarik," katanya.  



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X