7 Fakta Terbaru Pasca-kerusuhan Jayapura, Tetapkan 30 Tersangka hingga Perekonomian Mulai Berjalan

Kompas.com - 01/09/2019, 12:17 WIB
Merah Putih berdiri tegak di tengah kobaran api, saat massa pengunjuk rasa demo Jayapura melakukan anarkis dan membakar ruko-ruko. KOMPAS.com/JOHN ROY PURBAMerah Putih berdiri tegak di tengah kobaran api, saat massa pengunjuk rasa demo Jayapura melakukan anarkis dan membakar ruko-ruko.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com -Ribuan pengunjuk rasa memggelar aksi demo di Jayapura, Kamis (29/8/2019). Aksi tersebut berakhir dengan kerusuhan.

Saat itu, massa membakar Kantor Majelis Rakyat Papua dan menjebol Lapas Abepura serta membakar fasilitas umum lainnya.

Beberapa hari pasca-kerusuhan, situasi di Jayapura sudah mulai kondusif dan telekomunikasi yang sempat terputus mulai normal.

Berikut 7 fakta terbaru pasca- kerusuhan Jayapura:

 

1. Polisi tetapkan 30 tersangka kerusuhan Jayapura

Kondisi terkini kota Jayapura, warga mulai berangsur memulai aktivitas, Sabtu (31/8/2019). KOMPAS.com/JOHN ROY PURBA Kondisi terkini kota Jayapura, warga mulai berangsur memulai aktivitas, Sabtu (31/8/2019).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menyampaikan, 30 orang yang ditetapkan sebagai tersangka terkait unjuk rasa yang berujung kerusuhan di Jayapura, Papua, Kamis (29/8/2019) melakukan perusakan dan pencurian dengan kekerasan.

Dari 30 orang itu, 17 di antaranya menjadi tersangka perusakan dan 7 lainnya diduga melakukan pencudian dengan kekerasan serta 1 tersangka melakukan pembakaran.

Lalu, 3 orang melakukan penghasutan dan ujaran kebencian.

Terkait tindak pidana tersebut, Dedi mengatakan bahwa pelaku melakukan penghinaan secara lisan. Kemudian, aparat melihatnya melalui video.

"Dari perusuh, (Pasal) 160 (KUHP) itu berarti dia melakukan penghinaan secara lisan, secara langsung, itu bisa langsung dijerat, dan aparat kepolisian di sana melihat dari video," kata dia.

Sisanya, 2 orang lainnya diduga melanggar perihal kepemilikan senjata tajam.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti sembako serta alat musik hasil jarahan tersangka serta beberata sejumlah barang bukti seperti senjata tajam, laptop, motor, dan mobil yang rusak.

Baca juga: 30 Orang Jadi Tersangka Rusuh di Jayapura, Berikut Dugaan Pelanggaran yang Dilakukan

 

2. Bawa pisau hingga ketapel

Senjata-senjata yang digunakan oleh para perusuh yang melakukan aksi di Kota Jayapura pada Kamis (29/08/2019) lalu, Kota Jayapura, Sabtu (31/08/2019)KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI Senjata-senjata yang digunakan oleh para perusuh yang melakukan aksi di Kota Jayapura pada Kamis (29/08/2019) lalu, Kota Jayapura, Sabtu (31/08/2019)
Direskrimum Polda Papua, Kombes Pol Toni Harsono menyebut ada 64 orang yang telah diamankan terkait kerusuhan Jayapura.

Dari para pelaku, polisi mengamankan beberaoa jenis senjata yang dugunakan untuk perusakan dan penjarahan.

"Peralatan yang mereka siapkan, ada pisau, katapel yang semua bentuknya sama, kemudian alat besi sama semua dan gagangnya pun seragam, batu, dan yang sebelah kiri adalah hasil jarahan mereka," ujarnya di Jayapura, Sabtu (31/08/2019).

Dari 64 orang yang telah diamankan, Polda Papua sudah menetapkan 28 orang sebagai tersangka.

Para pelaku ditangkap di beberapa lokasi pada Jumat (30/8/2019).

Baca juga: Perusuh Saat Demo Jayapura Membawa Aneka Senjata Tajam, Ini Jenis-Jenisnya

 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel Divonis 6 Bulan Penjara

Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel Divonis 6 Bulan Penjara

Regional
Bupati Ponorogo: Pondok Gontor Klaster Baru Covid-19

Bupati Ponorogo: Pondok Gontor Klaster Baru Covid-19

Regional
6 Santri Baru Pondok Gontor Positif Covid-19, 117 Orang Diduga Kontak Dekat

6 Santri Baru Pondok Gontor Positif Covid-19, 117 Orang Diduga Kontak Dekat

Regional
Pura-pura Terima Telepon, Seorang Pria di Tegal Jambret HP Bocah 10 Tahun

Pura-pura Terima Telepon, Seorang Pria di Tegal Jambret HP Bocah 10 Tahun

Regional
Akun IG Diduga Milik Petugas P2TP2A Tersangka Pencabulan Dicaci Maki Warganet

Akun IG Diduga Milik Petugas P2TP2A Tersangka Pencabulan Dicaci Maki Warganet

Regional
Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Regional
Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Regional
Diajak 'Wikwik' Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Diajak "Wikwik" Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Regional
Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Regional
Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Regional
Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Regional
Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Regional
Fakta Satpol PP Foto dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta, Dipinjami Komunitas Saat Bertugas

Fakta Satpol PP Foto dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta, Dipinjami Komunitas Saat Bertugas

Regional
Gadis yang Hilang Saat Beli Pulsa Ditemukan Kejang di Pinggir Jalan

Gadis yang Hilang Saat Beli Pulsa Ditemukan Kejang di Pinggir Jalan

Regional
'Jangankan Punya Sepeda Brompton, Anggota Satpol PP Saja Hidupnya Masih Susah'

"Jangankan Punya Sepeda Brompton, Anggota Satpol PP Saja Hidupnya Masih Susah"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X