Menguak Misteri Petilasan Tribhuwana Tunggadewi yang Diprediksi Dibangun Hayam Wuruk...

Kompas.com - 01/09/2019, 09:11 WIB
Arkeolog dari Universitas Negeri Malang, Ismail Lutfi, saat mengobservasi struktur yang ditemukan di lokasi situs Bhre Kahuripan atau petilasan Tribhuwana Tunggadewi di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (31/8/2019). KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍArkeolog dari Universitas Negeri Malang, Ismail Lutfi, saat mengobservasi struktur yang ditemukan di lokasi situs Bhre Kahuripan atau petilasan Tribhuwana Tunggadewi di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (31/8/2019).

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Situs Bhre Kahuripan atau dikenal dengan nama lain Petilasan Tribhuwana Tunggadewi di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memiliki pola yang hampir sama dengan Candi Penataran.

Demikian kesimpulan sementara dari hasil ekskavasi yang dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Penggalian situs Bhre Kahuripan dilakukan sejak 19 Agustus 2019 lalu dan berakhir pada Jumat (30/8/2019).

Selama 12 hari, BPCB melakukan ekskavasi pada sisi utara dan barat kawasan situs. Dari proses penggalian, tim ekskavasi menemukan struktur pagar dari bata kuno, lantai dari batu andesit dan pecahan genteng.

Baca juga: Diduga Ada Bangunan Candi, Petilasan Tribhuwana Tunggadewi di Mojokerto Diekskavasi

Selain itu, ditemukan juga bongkahan batu andesit dengan warna yang berbeda. Sementara di sisi barat, ditemukan struktur yang membentuk tangga.

Namun, benda-benda kuno yang ditemukan selama ekskavasi, tidak semuanya dalam kondisi utuh. Ada pula struktur tambahan yang kemungkinan dibangun pada abad 20-an.

Situs Bhre Kahuripan atau petilasan Tribhuwana Tunggadewi di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, setelah di ekskavasi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Sabtu (31/8/2019).KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ Situs Bhre Kahuripan atau petilasan Tribhuwana Tunggadewi di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, setelah di ekskavasi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Sabtu (31/8/2019).
Menurut arkeolog dari Universitas Negeri Malang, Ismail Lutfi, beberapa struktur yang ditemukan di situs Bhre Kahuripan, belum menunjukkan bagaimana kondisi awal dari situs.

Bentuk bangunan masa lalu dari situs Petilasan Tribhuwana Tunggadewi juga belum bisa dipastikan karena struktur dan benda-benda kuno yang ditemukan, sebagian besar merupakan sisa-sisa.

"Yang kami temukan tinggal sisa-sisa, kebetulan sekali kami menemukan batas bagian luar dari situs yang kami temukan sebelumnya," ungkap Ismail Lutfi saat ditemui Kompas.com di lokasi situs Bhre Kahuripan, Sabtu (31/8/2019).

Baca juga: Situs Kedaton dan Sugihwaras Ditemukan, Diduga dari Masa Majapahit

Meski belum bisa memprediksi bentuk bangunan, Ketua Ikatan Ahli Arkeolog Indonesia (IAAI) Jawa Timur itu memperkirakan ada kemiripan pola bangunan antara Situs Bhre Kahuripan di Mojokerto dengan Candi Penataran di Kabupaten Blitar.

Kemiripan pola tersebut, lanjut Lutfi, ditandai dengan penemuan satu struktur yang membentuk tangga.

Struktur di sisi barat tersebut diperkirakan merupakan satu dari dua tangga untuk naik atau turun dari bangunan situs yang ditemukan lebih dulu. 

"Di bagian barat itu memang ada tanda-tanda. Kemungkinan untuk naik atau masuk ke bangunan ini ada dua tangga naik ke atas, kanan kiri. Kami baru menemukan yang bagian utara," tuturnya. 

"Di selatan itu diduga ada satu lagi karena dari posisinya tidak persis di tengah dari bangunan yang ada," kata Lutfi di sela kegiatannya meneliti struktur dan benda-benda kuno usai ekskavasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumedang, Satpol PP Kumpulkan Rp 137 Juta

Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumedang, Satpol PP Kumpulkan Rp 137 Juta

Regional
Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Tengah Sawah di Karawang

Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Tengah Sawah di Karawang

Regional
Tega Bunuh Ibu gara-gara Uang Rp 300.000, Pria Ini Divonis Penjara Seumur Hidup

Tega Bunuh Ibu gara-gara Uang Rp 300.000, Pria Ini Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Tak Ada Sengketa Pilkada, KPU Bantul dan Gunungkidul Tetapkan Paslon Terpilih Besok

Tak Ada Sengketa Pilkada, KPU Bantul dan Gunungkidul Tetapkan Paslon Terpilih Besok

Regional
Patroli di Selat Malaka, Bea Cukai Amankan 17.000 Botol Miras dan 500.000 Batang Rokok Ilegal

Patroli di Selat Malaka, Bea Cukai Amankan 17.000 Botol Miras dan 500.000 Batang Rokok Ilegal

Regional
SMS Terkendala, Pendaftaran Vaksinasi di RSUP M Djamil Padang secara Manual

SMS Terkendala, Pendaftaran Vaksinasi di RSUP M Djamil Padang secara Manual

Regional
48 Pengungsi Gempa Majene Dipulangkan ke Asalnya di Jawa Timur

48 Pengungsi Gempa Majene Dipulangkan ke Asalnya di Jawa Timur

Regional
Paslon Ngebas Ditetapkan sebagai Pemenang Pilkada Kabupaten Semarang

Paslon Ngebas Ditetapkan sebagai Pemenang Pilkada Kabupaten Semarang

Regional
Selain Haji Permata, Anak Buahnya Juga Tewas Tertembak Petugas Bea Cukai

Selain Haji Permata, Anak Buahnya Juga Tewas Tertembak Petugas Bea Cukai

Regional
Wacana Polantas Tak Perlu Menilang, Warga: Kalau Jadi Diterapkan Pasti Kita Lebih Percaya Polisi

Wacana Polantas Tak Perlu Menilang, Warga: Kalau Jadi Diterapkan Pasti Kita Lebih Percaya Polisi

Regional
67,5 Persen Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di Lampung Sudah Terisi

67,5 Persen Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di Lampung Sudah Terisi

Regional
Registrasi Vaksinasi Sulit, Nakes di Palembang Baru 9,19 Persen Disuntik Vaksin

Registrasi Vaksinasi Sulit, Nakes di Palembang Baru 9,19 Persen Disuntik Vaksin

Regional
115 Nakes Kulon Progo Positif Covid-19, Mayoritas Tak Tertular di Fasilitas Kesehatan

115 Nakes Kulon Progo Positif Covid-19, Mayoritas Tak Tertular di Fasilitas Kesehatan

Regional
Pria Asal Sumbar Cetak Uang Palsu, Dibelikan HP hingga Sepeda Motor

Pria Asal Sumbar Cetak Uang Palsu, Dibelikan HP hingga Sepeda Motor

Regional
Tak Punya Hasil Rapid Test Antigen, Sejumlah Kendaraan Putar Balik di Perbatasan Banyumas

Tak Punya Hasil Rapid Test Antigen, Sejumlah Kendaraan Putar Balik di Perbatasan Banyumas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X