Basarnas Ternate: Kemungkinan Besar Kapal MV Nur Allya Telah Tenggelam

Kompas.com - 31/08/2019, 20:13 WIB
Tim SAR gabungan menmukan sekoci milik kapal Kargo MV Nur Aylla dan tumpahan minyak di peraiaran pantai Pulau Obi, Maluku Utara, Jumat (30/8/2019). foto dok Basarnas TernateTim SAR gabungan menmukan sekoci milik kapal Kargo MV Nur Aylla dan tumpahan minyak di peraiaran pantai Pulau Obi, Maluku Utara, Jumat (30/8/2019).

AMBON, KOMPAS.com - Kepala Basarnas Ternate Muhamad Arafa menduga kapal kargo MV Nur Allya yang mengangkut nikel telah tenggelam bersama 25 orang penumpang dan ABK saat kapal itu berlayar dari Pulau Weda Maluku Utara menuju, Morose Sulawesi Tenggara.

Dugaan tersebut disampaikan Arafa kepada Kompas.com menyusul ditemukannya tumpahan minyak dan juga sekoci kapal tersebut yang ditemukan hanyut saat tim SAR gabungan menggelar operasi pencarian di peraiaran selatan Pulau Obi, Maluku Utara.

“Kemungkinan besar kapal itu (MV Nur Allya) telah tenggelam,”kata Arafa saat dikonfirmasi dari Ambon via telepon selulernya, Sabtu malam (31/8/2019).

Awalnya Arafa mengaku kemungkinan kapal sepanjang 189 meter dan lebar 33 meter itu tengelam sangat kecil sebab pihaknya tidak menemukan adanya tanda berupa barang dari kapal ataupun tumpahan minyak yang terapung di laut.


Baca juga: Tim SAR Temukan Tumpahan Minyak dan Sekoci Milik Kapal MV Nur Allya

Saat disinggung soal upaya sabotase terhadap kapal tersebut, Arafa mengaku jika hal tersebut terjadi harusnya kapal tetap dapat ditemukan dalam operasi pencarian.

Namun faktanya meski pencarian telah dilakukan melalui laut dan pemantauan udara namun kapal itu tidak juga di temukan keberadaannya.

Bukan sabotase

“Kalau kemungkinan sabotase tidak mungkin karena pasti kelihatan kapalnya, jadi kemungkinan paling besar, kapal itu tenggelam karena telah di temukan lifeboat dan juga tumpahan minyak, tapi kami mau bilang tenggelam bisa iya tapi kita belum temukan korban,”ungkapnya.

Muslimin mengaku saat kapal tersebut berlayar menuju Sulawesi Tenggara, kondisi laut di peraiaran Maluku Utara khususnya pada jalur pelayaran kapal tersebut normal dan tinggi gelombang hanya mencapai 1-2 meter.

“Kondisi gelombang hanya 1-2 meter saat itu. Setahun lalu kami juga mencari KM Kairos yang hilang tanpa jejak dengan 18 orang penumpang, sampai saat ini juga tidak ditemukan, kami berharap 25 penumpang kapal MV Nur Allya ini bisa ditemukan,” ungkapnya.

Baca juga: Kapal MV Nur Allya Hilang Misterius, Basarnas Duga Ada Upaya Sabotase

Perpanjangan masa pencarian

Arafa mengatakan dengan ditemukannya tumpahan minyak dan sekoci di perairan pantai Pulau Obi itu maka tim SAR gabungan akan kembali memperpanjang operasi pencarian hingga Rabu pekan depan.

”Harusnya Minggu besok sudah selesai pencarian, tapi kita tambah lagi tiga hari hingga Rabu pekan depan,”katanya.

Kapal MV Nur Allya dilaporkan hilang kontak sejak 20 Agustus 2019 lalu saat sedang  berlayar dari Pulau Weda Maluku Utara menuju Sulawesi Tenggara.

Setelah dilaporkan hilang, kapal yang membawa 25 orang penumpang dan ABK itu langsung dicari oleh tim SAR gabungan baik melalui operasi laut maupun pemantauan lewat udara dengan menggunakan pesawat.

Baca juga: Dua Kali Dicari dengan Pesawat, Keberadaan Kapal MV Nur Allya Masih Misteri

 

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X